Bagi sebagian pesepak bola, kehebatan Ronaldo barangkali sudah hanya sisa-sisa. Namun, di hadapan Uzbekistan, Ronaldo tetaplah bintang yang menyilaukan mereka.
24 Jun 2026 05:30 WIB · Olahraga
AP Photo/Ashley Landis
TEXAS, RABU — Sempat ”lenyap” pada laga pertama, Cristiano Ronaldo membuktikan diri belum habis, dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 5-0 Portugal atas Uzbekistan di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) WIB. Nama besarnya masih menyilaukan pemain Uzbekistan. Pilihan Pelatih Roberto Martinez untuk tetap mengandalkan Ronaldo terbukti tepat.
Untuk sebagian kalangan, pergerakan Ronaldo barangkali tidak perlu diwaspadai. Masa kejayaannya sudah lewat.
Apa yang bisa dilakukan pemain berusia 41 tahun pada panggung semegah Piala Dunia? Performa Ronaldo yang bak hilang ditelan bumi ketika meladeni Republik Demokratik Kongo pada laga pertama memperkuat pemikiran itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/24/d5744040f0df3c2ce9d74258b033e7c7-wires_photo_2_.jpg)
Namun, di belahan dunia lain, sinar kebintangan Ronaldo tidak benar-benar meredup. Setidaknya itulah yang terkesan dari cara para pemain Uzbekistan bereaksi terhadap pergerakan Ronaldo. Ronaldo sudah membawa Portugal unggul saat laga baru berjalan enam menit.
Ketika Joao Cancelo melepaskan umpan silang ke arah Ronaldo, para pemain belakang Uzbekistan mendadak membeku. Tidak ada gerakan yang berupaya mengganggu Ronaldo.
Abdulla Abdullaev yang berdiri paling dekat dengan Ronaldo hanya menyaksikan bola meluncur tanpa sedikit pun bereaksi untuk memblok tendangan Ronaldo. Tertegunnya Abdullaev di depan Ronaldo mirip dengan tingkah penggemar yang menyimak idolanya beraksi.
Tidak hanya itu, Portugal benar-benar mengoptimalkan aura Ronaldo untuk mengelabui pemain Uzbekistan. Itu terlihat dari gol kedua Portugal yang dicetak Nuno Mendes 11 menit kemudian.
Berawal dari eksekusi tendangan bebas, Ronaldo berpura-pura mengambil ancang-ancang untuk menendang. Ia berdiri tegak dengan kaki terentang seakan-akan siap menendang bola dengan keras.
Ancang-ancang Ronaldo mirip dengan yang ia kerap lakukan ketika mencetak gol tendangan bebas semasih membela Manchester United.
Namun, yang mengambil tendangan bebas bukan Ronaldo, melainkan Mendes. Ronaldo sengaja berlama-lama mengambil ancang-ancang untuk membuat lengah para pemain Uzbekistan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/24/70d6b4044c492c5403e2db36279afc97-Uzbekistan_Portugal_WCup_Soccer_1_.jpeg)
Bahkan kiper Abduvohid Nematov pun menyangka Ronaldo yang akan menendang. Itu terlihat dari cara Nematov menunggu Ronaldo menendang bola. Saat Nematov tertegun menunggu Ronaldo menembak, Mendes dengan cepat mengeksekusi tendangan bebas.
Sebelum laga, Pelatih Portugal Roberto Martinez mengungkapkan alasan mengapa masih tetap mempertahankan Ronaldo. Kalaupun masih dibutuhkan, banyak pihak menilai Ronaldo tidak perlu dipaksakan bermain penuh selama 90 menit.
Martinez memiliki alasan sendiri. Baginya, peran Ronaldo tidak hanya sebatas mencetak gol. Martinez menilai, Ronaldo dapat mengganggu fokus lawan sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi rekan-rekannya yang lain.
”Inilah respons yang kami dapatkan di ruang ganti. Adakalanya Anda membutuhkan pertandingan seperti pertandingan pertama untuk berkembang di turnamen ini. Hari ini kita melihat tim dengan sikap dan komitmen yang sama, tetapi dengan kedewasaan lebih besar,” kata Martinez seusai laga, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB, dikutip dari FIFA.
Ronaldo benar-benar menjadi momok bagi lini belakang Uzbekistan. Tidak puas mencetak gol yang resmi menjadikannya pemain pertama dalam sejarah yang sanggup mencetak gol dalam enam Piala Dunia berbeda sejak 2006, Ronaldo kembali menggetarkan gawang Uzbekistan pada menit ke-39.
Gol ketiga Ronaldo bukanlah tap in, melainkan diawali pergerakan menggiring bola setelah menerima umpan terobosan Bruno Fernandes dalam momentum serangan balik.
Gol itu membuat Ronaldo resmi dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak Portugal di Piala Dunia dengan koleksi 10 gol. Jumlah tersebut melampaui rekor sebelumnya yang digenggam penyerang legendaris Portugal, Eusebio, dengan sembilan gol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/24/5520298c00a2e6d90389107b9f72f029-Uzbekistan_Portugal_WCup_Soccer.jpeg)
Ronaldo mengatakan sangat senang dengan rekor dan kemenangan. Namun, bagi dia, yang terpenting adalah meningkatnya kerja keras dan kepercayaan diri tim.
”Seperti kata pepatah, setiap kesulitan pasti ada hikmahnya,” ujar Ronaldo yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan (man of the match).
Hingga menit-menit terakhir, Ronaldo terus berusaha untuk mencetak gol ketiga. Beberapa peluang dia peroleh, tetapi yang hampir berbuah gol adalah pada menit ke-75 saat menembak dari dalam kotak penalti. Namun, tendangan keras Ronaldo masih bisa dimentahkan Nematov.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/18/ed18068ccf99f22b06a29a78d6a6a2f5-Congo_Portugal_WCup_Soccer.jpeg)
Peluang itu tercipta dari kegigihan Ronaldo menekan lawan yang sedang membangun serangan dari belakang. Dalam beberapa momen, Ronaldo aktif turun ke area sepertiga akhir serangan untuk mengganggu lawan atau penghubung (link up) bola kepada rekan-rekannya.
Ketika Ronaldo turun, Bruno akan naik mengisi posisi penyerang tengah yang ditinggalkan Ronaldo.
Upaya Ronaldo mementahkan cibiran yang mengarah kepadanya, bahwa dia hanya menunggu bola di area kotak penalti. Berkat itu pula jumlah sentuhan bola Ronaldo meningkat dari 25 kali pada laga pertama menjadi 34 melawan Uzbekistan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/18/22bd1dd9faccc4c0447d3c99b716bdd7-pink_shoes_cr.jpeg)
Portugal makin tidak terkejar pada babak kedua setelah Nematov mencetak gol bunuh diri. Adapun gol penutup kemenangan Portugal dilesakkan Rafael Leao yang masuk sebagai pemain pengganti.
Dengan hasil ini, Portugal tinggal selangkah lagi melaju ke fase gugur. Tambahan tiga poin untuk sementara membuat mereka memimpin Grup K dengan koleksi empat poin. Pada laga pamungkas penyisihan grup, Portugal akan meladeni Kolombia.
Saat itulah sinar kebintangan Ronaldo akan kembali diuji. Ia harus membuktikan performa bagusnya tidak hanya muncul saat meladeni tim debutan seperti Uzbekistan.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Nur Adji