Gelar juara tunggal putra Perancis Terbuka diperebutkan Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz. Mereka adalah dua petenis terbaik dalam 1,5 tahun terakhir.
07 Jun 2025 18:04 WIB · Olahraga
Jannik Sinner atau Carlos Alcaraz akan menjadi juara tunggal putra Perancis Terbuka 2025. Dengan enam Grand Slam terakhir yang selalu melahirkan salah satu di antaranya sebagai juara, Sinner dan Alcaraz adalah pewaris gelar juara turnamen tenis profesional berlevel tertinggi tersebut.
Perancis Terbuka 2025, yang digelar di lapangan tanah liat Roland Garros, Paris, 25 Mei-8 Juni, menjadi Grand Slam keenam beruntun dengan trofi juara yang akan diraih Sinner atau Alcaraz. Pada empat Grand Slam 2024, Sinner menjuarai Australia Terbuka, lalu Alcaraz dalam dua turnamen beruntun (Perancis Terbuka dan Wimbledon).
Setelah itu, Sinner menambah gelar dari Grand Slam lapangan keras lainnya, Amerika Serikat Terbuka, dilanjutkan dengan gelar yang membuatnya menjadi juara Australia Terbuka dua kali berturut-turut. Selain dua gelar pada 2024, Alcaraz mempunyai gelar juara AS Terbuka 2022 dan Wimbledon 2023.
Alcaraz melangkah ke final Perancis Terbuka lebih dulu setelah mengalahkan Lorenzo Musetti dengan skor 4-6, 7-6 (3), 6-0, 2-0 dalam semifinal di Paris, Jumat (6/6/2025). Musetti, yang menjalani semifinal kedua Grand Slam setelah Wimbledon 2024, tak dapat menyelesaikan pertandingan karena cedera kaki.
Final ideal akhirnya akan terwujud setelah Sinner menang atas Novak Djokovic 6-4, 7-5, 7-6 (3). Djokovic, yang telah berusia 38 tahun, masih bisa memberikan perlawanan ketat kepada Sinner yang lebih muda 13 tahun darinya.
Banyak perebutan poin yang memperlihatkan kemampuan level tinggi mereka dalam adu pukulan sulit. Walaupun berlangsung straight set, pertandingan tersebut berjalan 3 jam 16 menit.
Dengan usia ditambah cedera yang membuatnya lebih sering kesulitan bersaing dengan petenis muda, Djokovic meninggalkan Lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, dengan perasaan emosional. Dia berdiri di tengah lapangan, melambaikan tangan kepada penonton yang memberi standing ovation. Djokovic mengatakan, pertandingan melawan Sinner kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya di Roland Garros.
Djokovic adalah petenis dengan gelar juara Grand Slam terbanyak, 24 gelar, tiga diantaranya dari Perancis Terbuka. Bersama Rafael Nadal dan Roger Federer yang telah pensiun, mereka adalah ”Big Three” yang mendominasi persaingan Grand Slam selama 20 tahun sejak 2003.
Dalam 81 Grand Slam sejak Wimbledon 2003 (ketika Federer juara Grand Slam untuk pertama kali) hingga AS Terbuka 2023 (saat Djokovic mendapat gelar ke-24), 66 turnamen (81,5 persen) dijuarai Big Three.
Seusai Federer dan Nadal berpamitan dari kompetisi tenis dan Djokovic kalah bersaing dengan generasi baru, takhta juara Grand Slam langsung beralih. Namun, di antara banyak petenis, baru Sinner dan Alcaraz yang bisa bertahan dalam tujuh pertandingan selama dua pekan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/07/3e8c286962b245aee509da686de58fc9-wires_photo_2025_06_07T173949.474.jpg)
Mereka telah bersaing 11 kali dengan tujuh kemenangan bagi Alcaraz, termasuk dalam empat pertemuan terakhir. Keunggulan Alcaraz juga diperlihatkan melalui dua kemenangan dari tiga pertandingan yang berlangsung di lapangan tanah liat, salah satunya dalam final ATP Masters 1000 Roma, dua pekan sebelum Perancis Terbuka. Alcaraz mengalahkan Sinner dalam final di hadapan pendukung lawannya itu.
Di panggung Grand Slam, Sinner, yang akan berusia 24 tahun pada 16 Agustus, dan Alcaraz (22) telah bertemu tiga kali. Sinner memenangi pertemuan pertama, yaitu pada babak keempat Wimbledon 2022 yang dibalas Alcaraz di perempat final AS Terbuka 2022 dan semifinal Perancis Terbuka 2024.
Perebutan trofi ”The Musketeers” di Roland Garros, Paris, Minggu (8/6/2025), akan memiliki prestise lebih tinggi. Untuk pertama kalinya, mereka bersaing pada laga puncak Grand Slam dengan status sebagai nomor satu dan dua dunia.
Momen istimewa lain dalam Perancis Terbuka edisi ke-129 ini adalah final tunggal putri yang juga mempertemukan petenis ranking pertama dan kedua dunia, Aryna Sabalenka dan Cori Gauff. Salah satu di antara mereka akan menjuarai Perancis Terbuka untuk pertama kalinya melalui pertandingan yang berlangsung Sabtu malam waktu Indonesia.
Status Alcaraz sebagai juara bertahan dan Sinner yang sangat konsisten dalam 1,5 tahun terakhir (91 kali menang dan tujuh kali kalah sejak 2024 hingga semifinal Perancis Terbuka 2025) akan menjadi salah satu rekam jejak yang memungkinkan terjadinya persaingan ketat di final Roland Garros. Apalagi, dua pertemuan terakhir di Grand Slam (semifinal Perancis Terbuka 2024 dan perempat final AS Terbuka 2022) berlangsung hingga lima set.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/07/3a7262f56969c51a07f2b382ef6ccbaa-wires_photo_2025_06_07T174027.078.jpg)
”Pertandingan hari Minggu akan sangat sulit. Pertemuan-pertemuan terakhir dengan Carlos tidak berakhir baik bagi saya, tetapi kita lihat apa yang bisa saya lakukan,” kata Sinner.
Walaupun statistik pertemuan, terutama dalam tiga pertandingan terakhir, meemperlihatkan keunggulannya, Alcaraz tidak ingin terpaku pada catatan di atas kertas itu. Setiap kemenangan atas Sinner, dikatakan petenis Spanyol itu, diraih setelah dia menderita selama pertandingan.
”Jannik adalah petenis terbaik saat ini yang menghancurkan setiap lawan. Dalam setiap pertandingan, dia selalu mendorong saya hingga batas kemampuan,” kata Alcaraz dalam laman resmi ATP.
Mantan pelatih Serena Williams yang saat ini melatih Naomi Osaka, Patrick Mouratoglou, menilai ada keunikan antara persaingan Sinner, Alcaraz, dan petenis lain.
Alcaraz bisa dikalahkan banyak petenis seperti yang terjadi pada tiga bulan pertama musim kompetisi 2025. Dia kalah dari petenis di luar peringkat sepuluh besar dunia, yaitu Jiri Lehecka (perempat final ATP Doha), Jack Draper (semifinal Indian Wells Masters), dan David Goffin (babak kedua Miami Masters).
”Mental Alcaraz terkadang goyah sehingga petenis lain merasa memiliki kesempatan untuk mengalahkannya. Adapun saat akan melawan Sinner, mereka merasa tidak memiliki peluang. Mental Sinner sangat tangguh dan sangat sulit mencari kelemahan dia dalam hal teknis,” kata Mouratoglou.
Namun, ketika persaingan berlangsung di lapangan tanah liat sejak April, Alcaraz tampil lebih solid. Dia lolos ke final dalam tiga turnamen beruntun dengan gelar juara dari Monte Carlo dan Roma Masters.
”Persaingan Sinner dan Alcaraz bisa bertahan dalam satu dekade ke depan. Apalagi, saya belum melihat ada petenis lain yang mendekati mereka,” kata Mouratoglou.
Apa pun hasilnya dari final impian nanti, penggemar tenis akan disuguhi laga menarik di antara dua petenis pewaris generasi ”Big Three” tersebut. (AFP/AP/REUTERS)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari