Sinner Membawa Italia ke Semifinal Piala Davis

Italia lolos ke semifinal Piala Davis setelah menang atas Argentina. Tantangan berikutnya datang dari Australia.

22 Nov 2024 09:56 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

MALAGA, KAMIS — Setelah bertanding untuk dirinya sendiri pada sepanjang musim kompetisi 2024, Jannik Sinner tampil untuk Italia pada kejuaraan tenis beregu putra Piala Davis. Petenis nomor satu dunia itu mengantarkan timnya ke semifinal.

Sebagai petenis terbaik pada tahun ini, dengan 70 kali menang dan 5 kali kalah, Sinner menjadi andalan Italia saat melawan Argentina pada perempat final di Palacio de Deportes Jose Maria Martin Carpena, Malaga, Spanyol, Kamis (21/11/2024). Dia menjalankan tugas itu dengan baik dalam dua pertandingan beruntun hingga Italia menang 2-1 dan akan berhadapan dengan Australia di semifinal, Sabtu. Australia mendapat tiket semifinal setelah menyingkirkan Amerika Serikat, 2-1.

Persaingan di Malaga, yang disebut sebagai putaran final Piala Davis, dipertandingkan sejak babak perempat final. Peserta yang bertanding pada 19-24 November adalah delapan tim terbaik dari fase penyisihan grup di Bologna, Italia, pada 10-15 September.

Dari perempat final hari pertama, Belanda mengalahkan Spanyol, 2-1, yang juga menjadi momen perpisahan Rafael Nadal di arena tenis profesional. Di semifinal, Belanda akan berhadapan dengan Jerman yang menang 2-0 atas Kanada.

Sinner turun pada nomor tunggal lebih dulu, pada laga kedua, melawan Sebastian Baez. Pada pertemuan di antara dua petenis dengan status tunggal pertama di antara kedua tim, Sinner terlalu tangguh bagi Baez. Dia menang dengan skor 6-2, 6-1.

Kemenangan Sinner membuat skor kedua tim menjadi 1-1 setelah Argentina memenangi laga pertama melalui Francisco Cerundolo. Dia mengalahkan sesama tunggal kedua, Lorenzo Musetti, 6-4, 6-1.

Spain Tennis Davis Cup
Quote

Matteo ’menggendong’ saya dalam pertandingan tadi. Saya sangat menghargainya karena perjuangan dia untuk bertanding kembali setelah cedera.

Dalam situasi itu, kapten tim Italia, Filippo Volandri, mengganti formasi ganda, Simone Bolleli/Andrea Vavassori, dengan duet Sinner/Matteo Berrettini. Sesuai dengan peraturan Federasi Tenis Internasional (ITF), susunan pemain yang diturunkan bisa diubah, maksimal satu jam sebelum setiap pertandingan.

”Perjudian” Volandri, petenis yang pensiun pada 2016, dalam mengganti formasi pemain ganda memberi hasil baik meski Berrettini tak bermain di ganda sejak Februari 2023 dan ini menjadi duet pertama dia dengan Sinner. Sinner/Berretini menang atas petenis spesialis ganda, Maximo Gonzalez/Andres Molteni, 6-4, 7-5.

”Bagi saya, setiap keputusan adalah sulit. Saya harus memilih 4-5 pemain untuk dimasukkan dalam tim dari sembilan pemain. Setelah itu, harus menentukan yang bermain di tunggal dan ganda. Matteo dan Jannik bermain luar biasa di ganda,” kata Volandri dalam wawancara di lapangan seusai pertandingan.

Sinner dan Berrettini pun saling memuji peran dan penampilan masing-masing dalam pertandingan tersebut. ”Saya senang bisa bermain bersama petenis terbaik saat ini. Dia sangat membantu saya,” kata Berrettini, finalis Wimbledon 2021.

”Matteo ’menggendong’ saya dalam pertandingan tadi. Saya sangat menghargainya karena perjuangan dia untuk bertanding kembali setelah cedera,” kata Sinner yang tiba di Malaga dengan delapan gelar juara, termasuk dari Grand Slam Australia Terbuka, AS Terbuka, dan Final ATP.

Dengan kemenangan tersebut, Italia mendekatkan diri pada peluang mempertahankan gelar juara. Mereka akan melawan Australia, tim yang dikalahkan Sinner dan kawan-kawan pada final 2023.

Formasi gagal

Ketika Italia mendapat hasil baik dari formasi dadakan ganda, hasil sebaliknya didapat AS. Setelah berbagi satu kemenangan dari dua nomor tunggal dengan Australia, AS tiba-tiba mengganti formasi Rajeev Ram/Austin Krajicek dengan Ben Shelton/Tommy Paul untuk melawan Matthew Ebden/Jordan Thompson.

Spain Tennis Davis Cup

Sebelum kedua pasangan itu saling berhadapan, mantan petenis AS, jurnalis tenis media internasional, dan penggemar tenis mengkritik kapten tim AS, Bob Bryan, atas penggantian formasi ganda. Mereka mempertanyakan keputusan Bryan yang menyimpan Ram/Krajicek sebagai pemain spesialis ganda.

Ram dan Krajicek adalah juara Grand Slam meski dengan pasangan berbeda dan mantan pemain ganda nomor satu dunia. Duet itu, bahkan, meraih medali perak Olimpiade Paris 2024 setelah kalah dari Ebden/John Peers.

Bryan mempertahankan pendapatnya dan mengatakan bahwa itu adalah keputusan terbaik yang dia buat dan dia tidak menyesalinya. ”Setelah skor 1-1, saya ingin memberi kejutan kepada Australia,” kata Bryan, salah satu ganda putra terbaik dunia saat berpasangan dengan saudara kembarnya, Mike Bryan.

Sementara kapten tim Australia, Lleyton Hewitt, tak terkejut dengan penggantian ganda AS. ”Kami siap menghadapi siapa pun yang diturunkan lawan. Saya pernah melihat mereka berpasangan saat berlatih, jadi itu tidak terlalu mengejutkan,” kata Hewitt.

Ebden/Thompson membuat Australia menang setelah mengalahkan Shelton/Paul dengan skor 6-4, 6-4. Poin pertama tim dengan 28 gelar Piala Davis itu didapat melalui kemenangan Thanasi Kokkinakis atas Shelton, 6-1, 4-6, 7-6(14). Petenis nomor satu AS, Taylor Fritz, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mengalahkan Alex de Minaur 6-3, 6-4. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .