Arsip Foto Kompas: Sistem Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang Terus Berevolusi

Pengaturan tata cara seleksi calon mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri di Indonesia hampir berusia setengah abad dan masih terus disempurnakan.

24 Mei 2025 09:45 WIB · Foto

Oleh Ferganata Indra Riatmoko

Lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri adalah cita-cita bagi mayoritas lulusan SMA. Meski nama dan medium penyampaian pengumuman hasil seleksi calon mahasiswa PTN terus berubah dari masa ke masa, sensasi ”deg-degan” serta rasa bahagia ataupun kecewa saat hari-H pengumuman masih relatif sama.

Tahun ini sistem penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia hampir mencapai usia setengah abad. Sejak dimulai pada tahun 1976, seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara terpadu dan serentak terus disempurnakan.

Pengumuman Calon Mahasiswa UI

Sebelum dilakukan dengan sistem serentak, setiap PTN mengembangkan sistem mereka sendiri dalam hal penerimaan mahasiswa baru. Sistem seperti ini dinilai tidak efisien seiring terus bertambahnya peserta ujian masuk PTN dari tahun ke tahun.

Sejarah seleksi penerimaan mahasiswa secara terpadu di Indonesia diawali dengan munculnya sistem Sekretariat Kerja Sama Antar-Lima Universitas (SKALU) pada tahun 1976. Sebanyak lima PTN yang paling diminati calon mahasiswa pada waktu itu ialah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Airlangga (Unair), menggunakan sistem pionir tersebut secara serentak untuk menjaring calon mahasiswa mereka.

Pengumuman Hasil Tes Masuk UI

SKALU mempermudah mahasiswa daerah yang ingin mencoba seleksi masuk universitas dari luar daerahnya. Mereka pun tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk menempuh beberapa ujian masuk perguruan tinggi negeri favorit pilihannya.

Sistem SKALU diperbaiki pada tahun 1977 dengan mewajibkan calon mahasiswa untuk membuat pilihan jurusan atau program studi. Pada tahun 1979, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) menyempurnakan sistem penerimaan mahasiswa dengan nama Proyek Perintis.

Calon Mahasiswa Mengikuti Ujian Masuk UI

Salah satu kategori dalam sistem terbaru tersebut dinamai Proyek Perintis I. Proyek tersebut berwujud ujian tertulis yang melibatkan 10 perguruan tinggi atau lebih dikenal dengan nama Sekretariat Kerja Sama Antar-Sepuluh Universitas (SKASU).

Kesepuluh PTN yang tergabung dalam SKASU ialah UI Jakarta, IPB Bogor, ITB Bandung, UGM Yogyakarta, Unair Surabaya, Unpad Bandung, Undip Semarang, Unibraw Malang, ITS Surabaya, dan UNSU Medan. Selain dikenal dengan nama Perintis I, sistem penerimaan calon mahasiswa baru PTN pada pengujung era tahun 1970-an tersebut lantas dikenal dengan sebutan SKASU.

Calon Mahasiswa
Peserta Ujian

Selain menggunakan jalur SKASU, empat PTN, yakni IPB, UI, ITB, dan UGM, menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian yang dikenal dengan nama Proyek Perintis II. Siswa yang lolos melalui proyek ini adalah mereka yang terpandai di sekolahnya. Mereka diterima tanpa tes melalui penelusuran prestasinya selama di sekolah tertentu.

Sebanyak 23 perguruan tinggi negeri lain di luar lingkup SKASU mengembangkan sistem seleksi Proyek Perintis III yang mirip dengan Proyek Perintis I. Pada saat yang sama, 10 institut keguruan dan ilmu pendidikan (IKIP) mengembangkan sistem penerimaan mahasiswa baru dengan nama Proyek Perintis IV. (Kompas.id, 30 Juli 2020)

 

Alat Pemeriksaan Sipenmaru

Sistem seleksi PTN dalam format proyek perintis itu bertahan selama lima tahun. Pada tahun 1983, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan mulai menggunakan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru).

Sistem tersebut mengadopsi Proyek Perintis I dan II. Pemerintah juga mulai menerapkan sistem penerimaan tanpa ujian yang dikenal dengan nama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).

Pengumuman Hasil Ujian HUMPT
Pengumuman Hasil PP I

Hari pengumuman hasil seleksi SKALU, SKASU, ataupun Sipenmaru selalu berlangsung meriah. Pengumuman hasil seleksi biasanya digelar terpusat di salah satu lokasi tertentu melalui koran edisi khusus.

Ekspresi muka cemas banyak terlihat pada muka calon mahasiswa yang sibuk membuka lembaran koran pengumuman seleksi tersebut. Mereka berharap nama mereka tercantum di dalam daftar calon mahasiswa yang sukses melenggang ke PTN.

Ujian Tertulis Sipenmaru
Pengumuman Sipenmaru

Sipenmaru hanya bertahan selama enam tahun. Sistem itu berubah nama menjadi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) pada tahun 1989.

Kelompok ujian masuk pada UMPTN terbagi menjadi tiga, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC) yang berdasarkan program studi yang dipilih. Pelaksanaan UMPTN juga dibagi dalam sejumlah rayon berdasarkan letak geografisnya.

Pengumuman Hasil UMPTN dan PGSD di Jakarta
Pengumuman UMPTN
Murid Penyandang Tunanetra Mengikuti UMPTN

UMPTN bertahan selama tiga belas tahun hingga terbit Surat Keputusan (SK) Mendiknas Nomor 173/U/2001 tanggal 1 November 2001, yang mencabut ketentuan yang mengatur tentang UMPTN. Berdasarkan SK tersebut, Mendiknas memberikan kewenangan dan tanggung jawab pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru kepada pimpinan PTN masing-masing.

Pada tahun 2002, Paguyuban 45 Rektor PTN Se-Indonesia sepakat tetap melaksanakan seleksi masuk secara bersama-sama. Paguyuban ini mengubah nama UMPTN menjadi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Mekanisme pelaksanaan SPMB tetap menggunakan pola UMPTN.

SPMB Di Maluku
Pengumuman SPMB

   

Pengumuman SPMB
Pengumuman SPMB
Pengumuman SPMB

Sistem SPMB dengan menggunakan pola UMPTN itu berakhir pada tahun 2008 dan berganti nama menjadi Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sistem SNMPTN pun disempurnakan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan Pemerintah.

Memasuki tahun 2013, SNMPTN kembali direvisi menjadi jalur undangan yang dulunya bernama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Seleksi tertulis yang sebelumnya bernama SNMPTN ikut berubah menjadi Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN). Pendaftaran SBMPTN pun dilakukan secara daring yang dilakukan oleh individu dengan pilihan kelompok IPA, IPS, dan IPC.

Flandria Agia Arlium
SBMPTN
Ujian Praktik SBMPTN Seni Tari
Peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2017

SBMPTN  tahun 2018 diikuti 860.001 peserta atau meningkat 8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mereka mengikuti ujian tertulis, baik ujian tulis berbasis cetak (UTBC) maupun ujian tulis berbasis komputer (UTBK). UTBC diikuti 833.820 peserta dan UTBK 26.181 peserta.

Selain ujiannya menggunakan komputer, pengumuman hasil seleksi masuk PTN juga telah dilakukan secara daring. Pemandangan tradisi tahunan tatkala ribuan calon mahasiswa beramai-ramai memelototi lembaran koran pengumuman hasil seleksi PTN untuk mencari nama mereka pun berangsur sirna. 

Pengumuman UTBK SNBT
Seleksi Masuk PTN Jalur UTBK di UI Depok

 

Penerimaan mahasiswa mulai tahun 2019 tidak lagi menggunakan ujian tulis berbasis kertas dan komputer yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Tes tertulis dilakukan lewat ujian tulis berbasis komputer (UTBK) yang dapat diikuti calon mahasiswa kapan saja selama periode ujian, maksimal dua kali tes.

Sistem penerimaan calon mahasiswa PTN kini dikenal dengan sebutan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Sistem tersebut mulai diterapkan pada tahun 2023 untuk menggantikan sistem seleksi sebelumnya.

Calon mahasiswa bersiap mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer - Seleksi Nasional Berdasar Tes (UTBK-SNBT) di Gedung Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Kecamatan Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (30/4/2024). UTBK merupakan ujian atau tes seleksi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. ISI Yogyakarta adalah salah satu perguruan tinggi yang dipercaya untuk tempat penyelenggaraan UTBK. Sebanyak 4.037 peserta dijadwalkan mengikuti UTBK-SNBT 2023 di Kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang berlangsung hingga 7 Mei 2024. Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer - Seleksi Nasional Berdasar Tes (UTBK-SNBT) menjalani pemeriksaan identitas dan barang bawaan sebelum memasuki ruang ujian di Gedung Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Kecamatan Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (30/4/2024). Pemeriksaan barang bawaan peserta UTBK diperketat untuk mengurangi risiko praktik perjokian. UTBK merupakan ujian atau tes seleksi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. ISI Yogyakarta adalah salah satu perguruan tinggi yang dipercaya untuk tempat penyelenggaraan UTBK. Sebanyak 4.037 peserta dijadwalkan mengikuti UTBK-SNBT 2023 di Kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang berlangsung hingga 7 Mei 2024. Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Penyempurnaan terus dilakukan oleh pemerintah dari tahun ke tahun dengan harapan mendapatkan sistem seleksi calon mahasiswa PTN yang ideal sekaligus adil bagi semua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ferganata Indra Riatmoko
 | 

Editor:

Billy Khaerudin