Penyedia internet satelit, Starlink milik SpaceX, menawarkan layanan internet gratis di Iran.
15 Jan 2026 06:01 WIB · Internasional
AFP/ATTA KENARE
Pemadaman internet secara nasional oleh pihak berwenang di Iran kini telah berlangsung lebih dari 132 jam. Kalangan aktivis menduga pemutusan akses komunikasi ini bertujuan untuk menutupi skala sebenarnya dari penindakan terhadap protes.
Protes nasional di Iran yang dipicu oleh perekonomian yang sedang terpuruk memberikan tekanan baru pada rezim teokrasi. Pemerintah Iran merespons dengan tindakan keras yang mematikan dan juga mematikan akses internet. Sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disebabkan program nuklir negara itu pada September tahun lalu memperberat situasi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/01/14/9ba75670-d59a-4e2c-adf3-64a946469acf_jpg.jpg)
Lebih dari 600 protes telah terjadi di 31 provinsi Iran, lapor kantor berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS pada hari Selasa (13/1/2026). Jumlah korban tewas telah mencapai setidaknya 2.571 orang, dengan lebih dari 16.700 demonstran ditangkap.
Angka tersebut jauh melampaui jumlah korban tewas dari aksi protes atau kerusuhan lainnya di Iran dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini mengingatkan pada kekacauan yang terjadi pada tahun 1979. Kelompok ini bergantung pada jaringan aktivis di Iran untuk pelaporannya.
Pemerintah Iran belum memberikan angka korban jiwa secara keseluruhan akibat demonstrasi tersebut. Media Pemerintah Iran hanya memberikan sedikit informasi tentang demonstrasi tersebut. Video daring hanya memberikan cuplikan singkat dan buram tentang orang-orang di jalanan atau suara tembakan.
Jurnalis di Iran juga menghadapi batasan dalam pelaporan berita, seperti memerlukan izin untuk bepergian ke seluruh negeri, serta ancaman pelecehan atau penangkapan oleh pihak berwenang. Pemadaman internet semakin memperumit situasi.
Menanggapi banyaknya perhatian dunia internasional akan pembungkaman akses komunikasi, pada Selasa (13/1/2026), pemerintah merespons membuka sedikit akses yang tadinya ditutup. Telepon seluler di Iran dapat digunakan untuk melakukan panggilan ke luar negeri, tetapi akses internet masih terputus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/14/8056968d-8e5c-4f5b-9ffa-13e92e3427f3.jpg)
Melihat situasi di Iran, terutama berkaitan dengan pemutusan akses komunikasi oleh Pemerintah Iran, penyedia internet satelit, Starlink milik SpaceX, menawarkan layanan gratis di Iran, Rabu (14/1/2026). Mehdi Yahyanejad, seorang aktivis yang organisasi nirlaba, Net Freedom Pioneers yang berbasis di Los Angeles, mengatakan telah membantu memasukkan unit-unit tersebut ke Iran.
SpaceX belum secara resmi mengumumkan keputusan tersebut, tetapi aktivis lain juga mengonfirmasi dalam pesan daring bahwa layanan tersebut gratis. Langkah yang diambil oleh perusahaan kedirgantaraan Amerika yang dipimpin oleh Elon Musk ini membuat para demonstran Iran menyampaikan detail protes berdarah di seluruh negeri kepada dunia.
Starlink dilarang di Iran oleh peraturan telekomunikasi karena negara tersebut tidak pernah mengizinkan impor, penjualan, atau penggunaan perangkat tersebut. Unit pertama diselundupkan ke Iran pada tahun 2022 saat protes terhadap undang-undang wajib berjilbab di negara itu.
Sejak saat itu, diperkirakan lebih dari 50.000 unit telah diselundupkan. Hal ini dibarengi dengan berbagai upaya untuk menyembunyikannya, menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) saat terhubung ke sistem untuk menyembunyikan alamat IP dan mengambil tindakan pencegahan lainnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/14/34a1ea75-336d-468c-b7db-fa79ef84e197.jpg)
Para aktivis khawatir mereka dapat dituduh membantu Amerika Serikat atau Israel jika ketahuan menggunakan Starlink dan didakwa dengan spionase. Sebuah perbuatan yang dapat berujung pada hukuman mati. Aparat militer juga kerap merazia apartemen dan perumahan penduduk untuk mencari perangkat Starlink yang dimiliki warganya. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan