PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah kapasitas hingga 538.280 kursi sehingga total kapasitas yang tersedia selama periode Lebaran mencapai 4,57 juta kursi.
23 Feb 2025 12:16 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kembali membuka pemesanan tiket KA tambahan Lebaran mulai Minggu (23/2/2025) pukul 00.00 WIB. Jumlah perjalanan dan tiket yang tersedia pada masa Lebaran 2025 lebih tinggi sekitar 6 persen ketimbang tahun lalu dalam periode yang sama.
Selama masa angkutan Lebaran 2025 yang berlangsung 22 hari mulai 21 Maret hingga 11 April 2025, KAI mengoperasikan 9.572 perjalanan KA. Secara rinci, 8.492 perjalanan merupakan KA reguler, sedangkan 1.080 perjalanan lainnya adalah KA tambahan.
”KAI membuka pemesanan tiket KA tambahan Lebaran mulai Minggu, 23 Februari 2025, pukul 00.00 WIB. Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mendapatkan tiket mudik. Ini terlihat dari angka penjualan yang sudah mencapai 1,1 juta tiket dengan tanggal keberangkatan KA terbanyak dipesan pada 29 Maret 2025 atau H-2 yang mencapai 85.973 tiket,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (23/2/2025).
KA menambah kapasitas hingga 538.280 kursi sehingga total kapasitas yang tersedia selama periode Lebaran mencapai 4,57 juta kursi. Jumlah itu naik 6 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. KA tambahan tersedia, baik jarak jauh maupun lokal, dengan kelas komersial.
”Pada (masa) angkutan Lebaran 2025, jumlah KA yang beroperasi 9.572 kereta. Angka itu meningkat 8 persen dibandingkan angkutan Lebaran 2024 yang mengoperasionalkan 8.836 perjalanan KA,” ujar Anne.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/16/b02fd63b1a2adf4e4e92883ca90fbbc5-20250212_143609.jpg)
Masyarakat dapat mulai memesan tiket untuk keberangkatan sembilan hari setelah Lebaran atau H+9. Tiket tersedia mulai Senin (24/2/2025) pukul 00.00 WIB. Pola yang sama berlaku untuk keberangkatan 11 April 2025 yang dapat diakses sejak Selasa (25/2/2025) dan seterusnya.
Pemesanan tiket KA jarak jauh dapat dilakukan mulai 45 hari sebelum keberangkatan atau H-45. Tiket KA lokal dapat mulai dibeli H-30, sedangkan sejumlah KA lain baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan.
”KAI menambah kapasitas tempat duduk untuk memberikan lebih banyak pilihan perjalanan dan mengakomodasi tingginya permintaan pelanggan yang akan mudik ataupun berlibur pada saat Lebaran,” kata Anne.
Berdasarkan data terakhir per Jumat (21/2/2025), KA Airlangga relasi Stasiun Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi (pergi-pulang/pp) menjadi KA favorit masyarakat. Jumlahnya mencapai 47.419 tiket KA untuk masa keberangkatan 21 Maret 2025 atau H-10 Lebaran hingga 7 April 2025 atau H+6 Lebaran.
Selain KA Airlangga, angkutan Lebaran yang paling diminati adalah KA Bengawan relasi Pasar Senen-Purwosari (pp). Ada pula KA dengan tujuan akhir Jawa Timur, yakni KA Kahuripan relasi Kiaracondong-Blitar (pp) serta KA Sritanjung relasi Lempuyangan-Ketapang (pp).
PT KAI, Anne melanjutkan, telah menyediakan fitur kereta sambungan atau connecting train. Fasilitas ini memungkinkan pelanggan ke tujuan akhir dengan menghubungkan beberapa rute KA yang bersifat persambungan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/08/9f463a58-a975-4ec5-bd35-4c14daa37ee3_jpg.jpg)
Hingga saat ini, pemesanan tertinggi terjadi pada 29 Maret 2025 atau H-2 Lebaran dengan 78.449 tiket terjual. Angka itu diprediksi masih akan terus bertambah karena bertepatan dengan peringatan hari raya Nyepi.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan penerapan skema bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) bagi para aparatur sipil negara. Sebab, perayaan Idul Fitri yang jatuh pada 31 Maret 2025 hanya berselang dua hari sebelum hari raya Nyepi pada 29 Maret 2025.
”Berangkat dari hal ini, kami mengusulkan WFA mulai 24 Maret 2025. Asumsi kami, apabila dilaksanakan begitu, para pemudik akan melaksanakan perjalanan dari 21 Maret malam. Jadi kami punya waktu mengurai (pergerakan) para pemudik selama Lebaran,” ucap Menhub Dudy Purwagandhi.
Berkaca pada pelaksanaan angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, sebagian masyarakat memilih tidak beperjalanan. Sebab, mereka memilih melangsungkan perjalanan pada masa Lebaran. Walakin, pihaknya masih menghitung potensi pergerakan masyarakat pada momen libur panjang mendatang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/05/09/cf04a736-1d7b-4909-88ad-6f4b5e6387f0.jpg)
Pertimbangan lainnya, musim pancaroba diperkirakan masih akan berlangsung saat Lebaran. Cuaca yang kurang menentu akan memengaruhi pergerakan di pelabuhan. Ombak tinggi akan berisiko bagi mobilitas kapal.
”Jadi, pertimbangannya bukan karena kemacetan saja. Hal-hal di luar kendali kami ini yang coba diantisipasi. Jika cuaca tidak bagus, kami ada waktu mengurai pemudik,” kata Duddy.
Tiap tahun, Kemenhub selalu menyediakan mudik motor gratis sejak 2014. Namun, kapasitasnya tidak mengurangi kuantitas pemudik sepeda motor. Pemerintah perlu menambah kapasitas angkutan KA gratis dan bus guna mengakomodasi para pemudik tersebut.
Dalam data Kemenhub, kapasitas total mudik gratis sepeda motor mencapai 17.880 unit pada 2024. Angka itu terbagi atas 12.180 kuota KA, 4.800 kuota angkutan laut, serta 900 kuota angkutan darat.
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengemukakan, sepeda motor tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh. Namun, sebagian masyarakat Indonesia masih menjadikan moda tersebut sebagai salah satu transportasi utama bepergian.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/22/84c82432-19f6-4761-b4d5-261240bc2fb8_png.png)
Pada 2024, pesepeda motor saat mudik Lebaran mencapai 31,12 juta orang. Angka itu ada di peringkat keempat. Sebab, masyarakat sudah cenderung menggunakan KA dan bus antarkota.
Itu artinya, program mudik sepeda motor gratis tidak tembus 1 persen dari total pemudik sepeda motor. Kuota yang ada tidak signifikan menekan jumlah pemudik sepeda motor. Namun, kuota para pemudik di Jawa semestinya dapat lebih banyak dialokasikan bagi pelaku perjalanan di pulau lain. Sebab, jangkauan akses transportasi umum tergolong mudah di Jawa, ketimbang daerah lain.
”Rata-rata setiap rumah tangga sudah memiliki sepeda motor dan jarak dari stasiun atau terminal bus ke tujuan tidak begitu jauh, masih tersedia moda lanjutan cukup banyak di Pulau Jawa,” kata Djoko.
Kondisi tersebut belum terjadi di beragam provinsi lain di luar Pulau Jawa. Di Provinsi Lampung, misalnya, angkutan umum masih minim tersedia untuk mengantarkan mereka hingga ke tujuan akhir.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/02/f5671565-c4a2-41e4-a8ae-ca67dc286b9d_jpeg.jpg)
Ia merekomendasikan agar kapasitas mudik gratis menggunakan bus dan KA dapat ditingkatkan. Hal itu sekaligus ikhtiar mengurangi jumlah anak yang dibawa orangtua menggunakan sepeda motor. Apalagi, sepeda motor merupakan kendaraan paling rentan bagi kesehatan.
”Membawa anak-anak menggunakan sepeda motor sangat rawan terhadap kecelakaan dan kesehatan anak. Hingga sekarang, pemerintah belum berani melarang secara resmi agar tidak membawa anak mudik naik sepeda motor,” ujar Djoko.
Penulis:
Yosepha Debrina Ratih PusparisaEditor:
Aris PrasetyoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari