Suguhan Realitas dari Kekalahan Pertama Luka Doncic

Debut "playoff" Doncic di LA Lakers berakhir getir. Timberwolves yang berstatus "kuda hitam" sukses memberi kejutan. Namun, ada secercah pertanda baik untuk Lakers.

21 Apr 2025 00:51 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Megabintang Los Angeles Lakers Luka Doncic diprediksi akan bersinar dalam seri babak pertama playoff versus Minnesota Timberwolves. Perkiraan itu benar di gim satu, tetapi tidak sepenuhnya. Doncic menyudahi penampilan pertama bersama Lakers di playoff dengan kekalahan pahit.

Doncic sudah mencetak 16 poin pada kuarter pertama dan membuat Lakers unggul 38-20. Dia menyudahi laga dengan sumbangan 37 poin. Namun, itu tidak cukup. Lakers kalah telak 95-117 dan kehilangan gim pembuka di  Stadion Crypto.com Arena, pada Minggu (20/4/2025) pagi WIB.

Prediksi tentang Doncic didasarkan pada hasil final wilayah musim lalu. Ketika itu, dia memimpin Dallas Mavericks untuk menaklukkan Timberwolves 4-1. Aksi dari pemain berposisi guard itu tidak bisa dijawab oleh pertahanan lawan sepanjang seri.

Doncic masih sulit dibendung oleh Anthony Edwards dan rekan-rekan. Terbukti, dia tampil efisien dengan akurasi tembakan hingga 54,5 persen (12-22). Hanya saja, ada satu aspek permainannya yang tidak tercermin dalam statistik, yaitu asis. Dia hanya menyumbang satu asis selama 36 menit.

Angka itu tidak biasa untuk seorang pengatur serangan seperti Doncic. Hanya dua kali, termasuk di laga tadi, saat Doncic gagal menciptakan minimal dua asis dalam sejarah penampilan playoff. Sebelumnya paceklik itu terjadi dalam gim satu final versus Boston Celtics pada musim lalu.

LOS ANGELES, CALIFORNIA - APRIL 19: Anthony Edwards #5 of the Minnesota Timberwolves reacts in front of Luka Doncic #77 of the Los Angeles Lakers during the fourth quarter in Game One of the Western Conference First Round NBA Playoffs at Crypto.com Arena on April 19, 2025 in Los Angeles, California. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement.   Ronald Martinez/Getty Images/AFP (Photo by RONALD MARTINEZ / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Hal tersebut cukup menandakan, pemain Lakers lain tidak mampu mengonversi tembakan dengan baik. Dua eksekutor utama Lakers, LeBron James (19 poin) dan Austin Reaves (16 poin), kurang efisien. Timberwolves gagal memperlambat Doncic, tetapi mampu meredam rekan-rekannya.

Doncic berkata, mereka gagal mengimbangi duel fisik dengan Timberwolves yang punya banyak pemain atletis. Serangan Lakers pun tersendat. "Itu masalah fisik. Kami kurang baik dalam aspek itu. Kami bermain baik pada kuarter pertama, tetapi melepas semua begitu saja setelah itu," ujarnya.

Saat bersamaan, Timberwolves sedang "wangi". Mereka memecahkan rekor playoff klub dengan menciptakan 21 tembakan tiga angka. Dua pencetak poin ulung mereka memang dijaga ketat, Edwards dan Julius Randle, tetapi pemain lain mampu memanfaatkan lubang yang tercipta.

Pemain spesialis bertahan, Jaden McDaniels, justru menjadi pencetak terbanyak dengan 25 poin. Center pelapis Naz Reid menyumbang 23 poin dari bangku cadangan, termasuk mencetak enam kali tembakan tiga angka, saat seluruh pemain cadangan Lakers hanya menghasilkan total 13 poin. Edwards (22 poin dan 9 asis) lebih efektif sebagai fasilitator.

Kemenangan Timberwolves di kandang Lakers mungkin tidak diperkirakan banyak orang, tetapi itu sangat masuk akal. Tim asuhan pelatih Chris Finch itu sedang melaju dalam tren performa terbaik setelah berjuang untuk lolos langsung ke playoff dalam sebulan terakhir.

Los Angeles Lakers forward LeBron James dunks during the second half in Game 1 of an NBA first-round playoff series against the Minnesota Timberwolves, Saturday, April 19, 2025, in Los Angeles. (AP Photo/Mark J. Terrill)

Timberwolves beranjak dari musim reguler dengan tren 17 menang - 4 kalah sejak awal Maret. Dalam rentang itu, hanya Oklahoma City Thunder dan Boston Celtics yang mencatat rekor lebih baik. Saat bersamaan, Lakers sudah empat kali kalah dalam sepuluh laga terakhir di musim reguler.

Hasil itu semakin terasa wajar jika melihat klasemen akhir musim reguler. Lakers memang berada di peringkat ketiga, sementara Timberwolves keenam. Namun, jarak mereka hanya terpaut satu kemenangan. Status unggulan tersebut tidak lebih dari sekadar angka karena kedua tim selevel.

Keunggulan "palsu" Doncic dan rekan-rekan berhasil dimanfaatkan oleh tim lawan. "Kami tahu tidak banyak orang yang memilih kami (untuk memenangkan seri). Saya pikir para pemain kami sedikit bersandar terhadap itu (agar lebih siaga dan termotivasi)," ujar Finch, sang pelatih.

Kehilangan Lakers

Keuntungan finis lebih tinggi di musim reguler adalah mendapatkan jumlah laga kandang lebih banyak di playoff. Akibat hasil tadi, Lakers menghilangkan keuntungan kandang yang dimiliki. Artinya Timberwolves akan lolos ke babak selanjutnya jika menyapu bersih tiga laga di kandang sendiri.

Lalu, apakah Timberwolves akan menang mudah dalam seri berformat terbaik dalam tujuh laga itu? Tentu tidak. Seri itu kemungkinan besar berlangsung sengit. Banyak pertanda yang bisa memperlihatkan potensi peningkatan Lakers dan penurunan Timberwolves pada laga selanjutnya.

James sudah menemukan salah satu aspek terpenting yang bisa diperbaiki, yaitu membatasi tembakan tiga angka lawan. "Mereka punya banyak pemain dengan kemampuan menembak tiga angka. Kami harus bekerja lebih untuk menutup tembakan. Kami belum cukup baik dalam hal itu," ujarnya.

Pertanyaan tertuju kepada McDaniels dan Reid yang mencetak rerata di bawah 15 poin pada musim ini. Penampilan di gim satu akan sulit diulangi dalam setiap laga. Kemampuan Timberwolves memproduksi tiga angka sebanyak tadi, juga diragukan dengan persiapan lebih baik dari Lakers.

Los Angeles Lakers guard Luka Doncic (77) shoots as Minnesota Timberwolves guard Nickeil Alexander-Walker (9), guard Donte DiVincenzo (0) and center Naz Reid (11) defend during the second half in Game 1 of an NBA first-round playoff series Saturday, April 19, 2025, in Los Angeles. (AP Photo/Mark J. Terrill)

Di sisi lain, James dan Reaves belum mengeluarkan potensi terbaik. Kedua pemain itu total menyumbang rerata 44,2 poin selama musim reguler. Akurasi tembakan mereka juga berada di atas 45 persen. Tidak seperti di gim satu, James (44,4 persen) dan Reaves (38,5 persen) sedang "bau".

"Kami tahu ini akan menjadi seri yang panjang. Kami juga tidak berasumsi laga seperti tadi akan terulang di gim dua. Itu akan menjadi laga yang benar-benar berbeda, tetapi kami sudah siap. Tim ini masih punyak banyak (senjata) yang lain. Kami juga akan bertambah baik," pungkas Finch.

Gim satu tadi menyuguhkan realitas terbaru. Timberwolves yang dipimpin bintang muda, Edwards, dan unggul dari aspek fisik merupakan ancaman nyata. Namun, jangan pernah menilai Lakers hanya dari satu laga, sebab mereka memiliki sosok paling berpengalaman di playoff, yaitu "Raja James". (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto