Segalanya berjalan baik untuk Chelsea. Kemenangan atas Barcelona menjadi tolok ukur Chelsea untuk mengulang malam magis selanjutnya di Liga Champions.
26 Nov 2025 09:02 WIB · Olahraga
AP Photo/Kin Cheung
LONDON, RABU — Enam kali ribuan pendukung Chelsea bersorak merayakan gol ke gawang Barcelona di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB. Meskipun hanya tiga gol yang disahkan, hasil itu sudah cukup bagi ”Si Biru” untuk menegaskan superioritas atas duta asal Spanyol.
Berbekal skuad termuda di Liga Champions musim ini, Chelsea bermain jauh lebih dewasa dari rerata usia skuad 23,6 tahun. Eksekusi taktikal lebih matang dan kedewasaan mental adalah karakteristik yang ditampilkan anak asuhan Enzo Maresca untuk melibas Barca 3-0.
Sejak sepak mula, Chelsea sudah menggebu-gebu untuk memburu gol. Pada menit keempat, gelandang Enzo Fernandez sudah menjaringkan bola ke gawang Barca. Namun, gol itu dianulir karena Wesly Fofana melakukan handball sebelum memberikan asis untuk gol itu.
Fernandez kemudian merasakan gol kedua yang dinulir pada menit ke-23. Penyebabnya, sebelum gol tercipta terdapat situasi pemain Chelsea dalam posisi offside.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/26/0fbce522-78ff-4492-8d9d-7539ec62ead0_jpg.jpg)
Walaupun dua gol awal dianulir, skuad Chelsea pantang menyerah. Mereka menunjukkan kedewasaan mental untuk terus berjuang mengejar gol.
Hasilnya, Chelsea mencatatkan skor pertama yang dihasilkan berkat gol bunuh diri bek Barca, Jules Kounde, karena gagal menyapu sontekan dengan tumit penyerang Chelsea, Pedro Neto, pada menit ke-27.
Pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-51, gelandang pengganti Chelsea, Andrey Santos, giliran yang harus merasakan gol dianulir. Proses gol itu juga diawali offside yang dilakukan Alejandro Garnacho.
Sekali lagi, pembatalan gol tidak membuat psikologis pemain Chelsea runtuh. Bintang muda Chelsea, Estevao Willian, menghasilkan gol kedua dengan indah pada menit ke-55. Ia melewati tiga pemain Barca sebelum menaklukkan kiper Barca, Joan Garcia.
Si Biru menutup parade gol melalui sepakan penyerang Liam Delap pada menit ke-73. Awalnya, gol itu pun dianulir wasit akibat offside. Namun, video asisten wasit (VAR) mengesahkan gol itu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/26/71914f54-ee3d-4705-9220-1867a133278d_jpg.jpg)
Kemenangan atas Barca membantu Chelsea untuk sementara menembus zona delapan besar untuk lolos langsung ke babak 16 besar. Mereka mengemas 10 poin dari lima pertandingan.
Estevao bangga bisa mencetak gol indah ke gawang Barca. Ia sudah menghasilkan tiga gol di Liga Champions musim ini.
”Gol itu adalah momen terbaik dalam karier saya sejauh ini. Saya ingin mencetak lebih banyak gol di tahun-tahun mendatang,” ujar Estevao dilansir BBC.
Selain tiga gol yang disahkan, Chelsea benar-benar tampil superior atas Barca. Total, 15 tembakan diciptakan Si Biru dengan koleksi 55 persen penguasaan bola. Adapun Barca hanya bisa melepaskan lima tembakan di sepertiga akhir pertahanan tim tuan rumah.
Pressing ketat yang dilakukan pemain-pemain Chelsea terlihat dari pergerakan pemain yang lebih banyak bergerak selepas garis tengah zona mereka. Tekanan bertubi-tubi itu membuat pemain Barca frustrasi. Itu ditunjukkan dengan kartu kuning kedua yang didapatkan bek tengah Ronald Araujo pada menit ke-44.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/26/0229f97a-1b20-4bae-a2d5-dcd75ef895e6_jpg.jpg)
Unggul satu pemain tidak membuat Chelsea tampil gegabah. Mereka justru lebih cermat memanfaatkan kuantitas pemain berlebih.
Pada babak kedua, Chelsea bermain lebih sabar untuk memainkan bola dominan di lapangan tengah. Variasi direct pass yang mengarah ke kedua sisi sayap menjadi andalan Chelsea untuk membongkar pertahanan Barca yang bermain dengan zona rapat.
Fofana menyebut pemain-pemain Chelsea menjalankan instruksi Maresca dengan sempurna. Menurut bek asal Perancis itu, timnya mampu menjaga fokus selama pertandingan untuk mengantisipasi membuat kesalahan kecil yang dapat menguntungkan Barca.
”Kami bermain baik dengan mengikuti instruksi manajer karena kami percaya penuh kepadanya. Kami tahu Barca bermain dengan (garis pertahanan) sangat tinggi sehingga kami menyematkan itu di dalam pikiran kami untuk bisa meredam mereka,” kata Fofana kepada Amazon Prime seperti dikutip Football London.
Sementara itu, Barca menelan kekalahan kedua di Liga Champions musim ini. Dua kekalahan itu dihasilkan oleh Chelsea dan Paris Saint-Germain.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/26/b2f38eb7-4124-4ad3-bcfe-87a92be3695e_jpg.jpg)
Sorotan utama dari penampilan Barca adalah mandeknya sistem kolektif tim dan tidak keluarnya kemampuan individu pemain andalan, seperti Lamine Yamal dan Robert Lewandowski.
Yamal, khususnya, tak berdaya mendapat kawalan dari rekan setimnya di tim nasional Spanyol, Marc Cucurella. Hanya satu tembakan yang dihasilkan pemain bernomor punggung 10 itu selama 80 menit tampil.
Jumlah satu tembakan juga yang menjadi kenangan Lewandowski dari Stamford Bridge. Tanpa suplai layanan matang, Lewandowski tidak menjadi ancaman berarti bagi duet bek tengah Chelsea, Fofana dan Trevoh Chalobah.
Pelatih Barcelona Hans-Dieter Flick mengakui kehilangan satu pemain menyebabkan timnya sulit untuk mengimbangi permainan Chelsea. Ia pun mengungkap kelemahan yang menyebabkan timnya tidak berdaya di London.
”Kami kehilangan bola terlalu mudah dalam situasi di bawah tekanan, sementara Chelsea adalah tim yang sangat bagus dengan bola. Kami harus menerima kekalahan ini dan tetap berpikir positif,” kata Flick dilansir Marca.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/26/bc46d465-d650-48e7-8125-0264f51e5269_jpg.jpg)
Di sisi lain, ”Blaugrana” sudah nirmenang pada dua laga terakhir Liga Champions. Walaupun terdampar di peringkat ke-15 dengan tujuh poin, Barca masih berpeluang besar menembus zona delapan besar.
Mereka akan menghadapi tiga lawan yang lebih mudah, seperti Eintracht Frankfurt, Slavia Praha, dan Copenhagen. Namun, Barca tidak bisa menganggap remeh tiga tim yang berpeluang menyajikan kejutan.
Terkait kans timnya lolos langsung ke babak 16 besar, Flick berkata, ”Saya percaya diri kami bisa memenangi tiga laga tersisa. Kami harus belajar dari sejumlah kesalahan, baik secara tim maupun individu.”
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan