Sumbar dan Lampung Paling Siap Membentuk Koperasi Merah Putih

Sebanyak 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang terbentuk akan diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Juli 2025 yang bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.

29 Mei 2025 19:11 WIB · Nusantara

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Sumatera Barat dan Lampung menjadi dua provinsi yang telah menuntaskan musyawarah desa khusus (musdesus) pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Satuan tugas pun menargetkan musdesus di seluruh Indonesia tuntas akhir Mei ini dan dilanjutkan dengan pembentukan badan hukum pada Juni 2025.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto di Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/5/2025), mengatakan, sejauh ini, baru Sumbar dan Lampung yang menuntaskan musdesus. Lampung tuntas pada Rabu (28/5/2025), sedangkan Sumbar tuntas pada Kamis.

”Sumbar hari ini 98,58 persen. Insya Allah sore ini sudah 100 persen,” kata Bima di sela-sela acara peluncuran dan dialog ”Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih” di Auditorium Gubernur Sumbar, Kota Padang, Kamis.

Musdesus merupakan tahap awal dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Setelah musdesus, selanjutnya adalah proses pengurusan badan hukum koperasi. Setelah berbadan hukum, koperasi akan diluncurkan Presiden.

Bima tidak heran Sumbar menjadi salah satu yang terdepan dalam pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih. Sebab, gagasan besar koperasi ini diluncurkan Mohammad Hatta, Bapak Proklamator, mantan wakil presiden, dan Pahlawan Nasional asal Sumbar.

Menurut Bima, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur struktur satuan tugas (satgas) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Di tingkat provinsi, satgas dipimpin oleh gubernur, kemudian sekretaris daerah sebagai wakil, dan kepala dinas koperasi sebagai sekretaris. Hal serupa berlaku di kabupaten/kota.

”Di sini, tugasnya (satgas), tidak hanya memastikan penganggaran awal melalui BTT (belanja tidak terduga) untuk akta notaris, tetapi kemudian juga mengawal pembentukan sampai terdaftar di notaris,” kata Bima. 

Suasana acara peluncuran dan dialog ”Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih” di Auditorium Gubernur Sumbar, Kota Padang, Kamis (29/5/2025).

Menurut Bima, setelah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih akan memfokuskan pendampingan. Pendampingan ini sebagai jawaban atas harapan dan kekhawatirkan yang mengemuka di desa dan kelurahan.

”Jadi, nanti, kami akan bimbing sama-sama agar bisa pastikan unit usahanya tepat. Karena tidak semua bisa sama. Di desa-desa, tentu bidang tani, kebun, dan laut, bisa. Kalau di perkotaan, kelurahan, mungkin sembako dan sebagainya,” ujarnya.

Wakil Menteri Koperasi Ferry Joko Yuliantono mengatakan, secara nasional, musdesus sudah dilaksanakan di 65.000 desa/kelurahan. Satgas menargetkan musdesus tuntas di 80.000 desa/kelurahan pada 31 Mei 2025.

”Selanjutnya, Juni, kami genjot percepatan penyelesaian pembentukan badan hukumnya,” katanya.

Ferry menyebut, setelah semuanya berbadan hukum, Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia itu pada 12 Juli 2025 bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional. Adapun pengoperasian koperasi dimulai pada Oktober 2025.

”Dari Juli sampai Oktober, kami akan matangkan konsepnya, skema pembiayaannya, skema penyalurannya, pelatihan SDM, dan uji coba-uji coba. Oktober akan kami sempurnakan,” ujar Ferry.

Data realisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Sumatera Barat ditampilkan dalam acara peluncuran dan dialog ”Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih” di Auditorium Gubernur Sumbar, Kota Padang, Kamis (29/5/2025).

Ferry menambahkan, di desa masih banyak angka kemiskinan ekstrem, kemiskinan absolut, dan kemiskinan lainnya. Desa merupakan tempat tumbuh suburnya praktik rentenir dan pinjaman daring, mahalnya obat-obatan akibat panjangnya rantai distribusi, dan ditinggalkan angkatan kerja produktif.

Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, kata Ferry, akan terjadi perputaran uang dan pertumbuhan ekonomi di desa. ”Insya Allah, dalam waktu tidak terlalu lama, kami bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem dan kemiskinan lainnya yang ada di desa-desa,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, pemerintah provinsi sangat mendukung pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Sebab, program ini sejalan dengan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) membentuk creative hub di nagari-nagari.

Di Sumbar, kata Mahyeldi, Koperasi Desa Merah Putih akan dibentuk di 1.265 nagari/desa/kelurahan. Hingga Rabu, musdesus telah dilaksanakan di 1.247 desa/nagari. Sisanya dituntaskan pada Kamis. ”Insya Allah, Kamis sore, sudah 100 persen,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan