Dengan kelebihan yang serupa di kubu Chelsea dan Arsenal, semifinal kedua Piala Liga Inggris berpotensi ditentukan di babak kedua lewat pengaruh pemain pengganti.
03 Feb 2026 07:55 WIB · Olahraga
AP/Alastair Grant
LONDON, SENIN — Tertinggal lebih dulu bukan masalah besar bagi Chelsea. Pelatih Liam Rosenior memiliki para pemain pengganti yang bisa mengubah permainan dalam sekejap atau ”Supersub”. Arsenal tidak gentar karena punya banyak variasi pasukan sebelas pemain untuk mengakhiri laga, mereka dijuluki ”The Finisher”.
Satu tiket final Piala Liga Inggris akan diperebutkan di Stadion Emirates, London, Rabu (4/2/2026) pukul 03.00 WIB. Arsenal yang unggul agregat 3-2 akan menjamu Chelsea dalam laga semifinal kedua di kandang sendiri. Tekanan ada di sisi Chelsea, tetapi mereka datang dengan keyakinan penuh untuk membalikkan keadaan.
Chelsea tertinggal saat turun minum dalam dua laga terakhir, versus Napoli dan West Ham United. Namun, mereka selalu keluar sebagai pemenang saat peluit panjang. Semua itu berkat tepatnya pergantian pemain oleh Rosenior. Gelandang Cole Palmer dimasukkan di paruh kedua saat lawan Napoli, lalu langsung menyumbang dua asis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/03/059b9511aa19ec1db855b86a72895241-Britain_Premier_League_Soccer_40_.jpg)
Terbaru, akhir pekan lalu, giliran penyerang Joao Pedro (1 gol, 1 asis) dan bek sayap Marc Cucurella (1 gol) yang menjadi supersub dalam kemenangan 3-2 atas West Ham. ”Para pemain menunjukkan kepada saya bahwa mereka terlibat (walaupun tidak jadi starter). Semua pemain yang masuk bisa memberikan pengaruh,” kata Rosenior.
Arsenal bahkan sudah merasakan sendiri ancaman supersub Chelsea. Di semifinal pertama, pertengahan Januari lalu, mereka sebenarnya sudah nyaman dengan unggul 2-0 lebih dulu. Namun, pemain pengganti Chelsea, Alejandro Garnacho, berhasil menipiskan jarak lewat sumbangan dua gol.
Ada yang menarik dari fenomena supersub di kubu Chelsea. Semua pergantian yang berpengaruh itu dilakukan tepat atau beberapa menit setelah turun minum. Hal tersebut memperlihatkan reaksi cepat dan identifikasi masalah yang baik dari sang pelatih.
Arsenal patut waspada walaupun unggul satu gol. ”Kenyataannya adalah Arsenal masih favorit dalam pertemuan ini. Mereka unggul dan bermain di kandang. Mereka pasti mengincar untuk lolos. Kami harus membawa permainan sejauh mungkin, babak kedua akan sangat penting dan semoga bisa jadi titik balik kami,” ujar Rosenior.
Chelsea berpotensi memberikan perlawanan lebih terhadap tim tuan rumah. Mereka bisa menggunakan jasa beberapa pemain kunci, seperti Palmer, Moises Caicedo, dan Reece James, yang tidak tersedia pada semifinal pertama. ”Si Biru” juga sudah semakin nyaman bersama Rosenior setelah melewati tujuh laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/01/fcf80b0ad40c6849903cd09128224aa7-wires_photo_2026_02_01T023954.066.jpg)
Arsenal semestinya tidak gentar jika berurusan dengan penampilan di paruh kedua. Mereka merupakan tim dengan skuad paling dalam di Inggris. Saking banyak pemain yang bisa digunakan, Manajer Mikel Arteta sampai membedakan skuad jadi dua bagian, yaitu starter dan ”The Finisher”.
The Finisher merupakan sebutan Arteta untuk sebelas pemain yang berada di lapangan saat peluit panjang. Dia menggunakan sebutan itu untuk menyamaratakan peran dari pemain inti dan cadangan. Adapun rotasi pemain sudah menjadi hal lumrah bagi Arsenal, terutama di ajang piala domestik.
Menurut Arteta, rotasi pemain akan lebih banyak dilakukan di paruh kedua musim. ”Kami punya kedalaman lebih baik saat ini, tidak seperti tujuh bulan awal saat banyak pemain cedera. Kami tahu tuntutan dan standar yang dibutuhkan dan kami butuh semua pemain karena harus bertanding setiap dua atau tiga hari,” katanya.
Kapten Arsenal Martin Odegaard tidak lepas dari keputusan rotasi sang manajer. Dia sudah kehilangan posisi starter dalam dua laga terakhir, digantikan oleh Kai Havertz. Menariknya, Odegaard justru tampil sangat impresif ketika masuk dari bangku cadangan dan menjadi bagian The Finisher.
Odegaard langsung terlibat dalam dua gol terakhir Arsenal saat menang 4-0 atas Leeds pada akhir pekan lalu. Padahal, dia hanya bermain selama setengah jam terakhir. Standarnya meningkat drastis dibandingkan dalam rentetan tiga laga di pertengahan Januari ketika Odegaard berstatus starter.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/16/2d6be7f1a6cb4d708ad075b19aac2f31-Britain_League_Cup_Soccer_2_.jpg)
Arsenal hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke partai puncak. Sementara itu, tim tamu perlu menang dua gol jika ingin lolos langsung. Seandainya Chelsea hanya menang satu gol dan laga berakhir imbang di waktu normal, pertandingan akan dilanjutkan ke babak tambahan.
Hujan gol selalu terjadi dalam dua laga terakhir Arsenal dan Chelsea. Selalu ada setidaknya empat gol dalam setiap laga mereka dalam sepekan terakhir. Dengan catatan itu dan urgensi masing-masing tim di laga penentu, duel bertajuk derbi London nanti hampir dipastikan tidak akan sepi gol. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra