Suram, Upaya Liverpool Pertahankan Gelar Liga Inggris

Arne Slot mengaku kesulitan menemukan solusi agar Liverpool keluar dari tren buruk. Sinyal awal misi terjal ”Si Merah” mempertahankan gelar liga.

26 Okt 2025 08:26 WIB · Olahraga

AP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LONDON, MINGGU — Hasil positif ketika mengalahkan Eintracht Frankfurt rupanya belum bisa jadi momentum kebangkitan Liverpool di kancah domestik. ”Si Merah” kembali terpuruk usai takluk 2-3 dari Brentford dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Gtech Community, London, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. Kalimat bernada pesimis dari Manajer Arne Slot meneguhkan kesan upaya Liverpool mempertahankan gelar akan kian suram.

Ini menjadi kekalahan keempat beruntun Liverpool di Liga Inggris. Terakhir kali Liverpool mengalami empat kekalahan beruntun dari sembilan pertandingan awal di era Liga Primer adalah pada musim 1993-1994. Kala itu Liverpool mengakhiri musim di peringkat kedelapan.

Kehilangan poin selama empat laga beruntun mengakibatkan Si Merah tercecer di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 15 poin. Liverpool tertinggal empat poin dari Arsenal di puncak. 

Ketertinggalan poin Liverpool bisa semakin melebar menjadi tujuh poin jika Arsenal mampu menaklukkan Crystal Palace pada laga lainnya. Menilik performa Arsenal yang tengah konsisten, sisa 29 laga hingga musim usai tidak begitu bisa meredakan kepanikan. Liverpool setidaknya harus menjaga jarak serapat mungkin untuk mengejar ketertinggalan hingga akhir musim. Dalam situasi seperti ini, setiap poin akan menjadi amat berarti.

Britain Soccer

Slot bukannya berpangku tangan melihat timnya senantiasa berada dalam tren negatif. Ia mengaku sudah melakukan berbagai cara mengangkat performa timnya. Hanya saja, lawan selalu bisa menemukan formula untuk meredam upaya Slot. Manajer asal Belanda itu pun tidak sungkan menyebut laga melawan Brentford merupakan salah satu penampilan terburuk Liverpool selama masa jabatannya.

”Tim-tim lawan memiliki gaya bermain tertentu melawan kami, yang merupakan strategi yang sangat bagus, dan kami belum menemukan solusinya. Ketinggalan 1-0 setelah lima menit selalu tidak membantu,” ujar Slot.

Brentford membuka keunggulan melalui sontekan Dango Ouattara yang memanfaatkan situasi bola mati lemparan ke dalam. Mengantisipasi situasi bola mati telah menjadi masalah Liverpool yang belum terselesaikan musim ini. Selain itu, mayoritas pemain Liverpool masih tampil di bawah performa terbaiknya. 

Awal mula Liverpool kecolongan lemparan ke dalam bermula dari sapuan kiper Giorgi Mamardashvili yang justru mengarah ke tepi lapangan. Bola coba diamankan oleh bek kanan Conor Bradley, tetapi kontrolnya sangat buruk hingga terlepas dan berbuah lemparan ke dalam untuk Brentford. Bek kiri Milos Kerkez juga belum tampil bagus semenjak didatangkan awal musim ini. Dia kalah cepat dalam merespons Ouattara yang dengan sigap menyontek bola. 

Quote

Mereka memenangi lebih banyak duel daripada kami. Mereka memenangi lebih banyak bola kedua daripada kami. Jika Anda datang ke sini dan Anda tahu akan kebobolan gol, salah satunya mungkin dari bola mati.

Britain Soccer

Bermain ”direct”

Pendekatan yang diusung Brentford pada laga ini adalah bermain direct. Para pemain Brentford sebisa mungkin langsung mengirim bola ke depan untuk mengancam pertahanan Liverpool. Di sisi lain, Manajer Keith Andrews menginstruksikan para pemainnya untuk mengawal pergerakan setiap pemain Liverpool. Hal itu membuat ruang di lini tengah menjadi sangat terbatas.

Untuk mengatasinya, Slot merespons dengan memerintahkan dua bek sayap Liverpool, Bradley dan Kerkez, naik membantu serangan sekaligus mengeksploitasi sisi sayap. Namun, langkah itu justru menjadi bumerang. Dengan bermain direct, pertahanan Liverpool sudah sangat terekspos lantaran hanya ada Ibrahima Konate dan Virgil van Dijk yang tersisa di belakang. Situasi ini dimanfaatkan Kevin Schade untuk membobol gawang Liverpool lewat serangan balik cepat di pengujung babak pertama.

”Mereka memenangi lebih banyak duel daripada kami. Mereka memenangi lebih banyak bola kedua daripada kami. Jika Anda datang ke sini dan Anda tahu akan kebobolan gol, salah satunya mungkin dari bola mati. Serangan balik juga merupakan salah satu kekuatan terbesar mereka dan itulah mengapa kami kebobolan dua gol,” kata Slot.

Kontroversi muncul saat Brentford mendapatkan hadiah penalti setelah Van Dijk menjatuhkan Ouattara tepat di atas garis. Pelanggaran itu awalnya berbuah tendangan bebas. Namun, setelah meninjau tayangan video asisten wasit (VAR), wasit mengubah keputusannya menjadi penalti. Igor Thiago sukses menjalankan tugasnya mencetak gol ketiga Brentford.

Pelatih Liverpool Arne Slot meninggalkan lapangan setelah peluit panjang berbunyi pada pertandingan Liga Inggris antara Brentford dan Liverpool di Stadion Gtech Community, London, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB.

Liverpool hanya mampu membalas lewat sepakan Kerkez dan Mohamed Salah. Namun, itu semua sudah terlambat untuk mencegah kemenangan Brentford. 

”Para pemain bermain dengan penuh keberanian, kepribadian, dan ketahanan. Mereka melakukan semua yang Anda butuhkan untuk mendapatkan hasil seperti ini dan menghentikan mereka (Liverpool) memainkan permainan yang ingin mereka ingin mainkan,” kata Andrews. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan