Liverpool kembali ke jalur kemenangan di Frankfurt dengan formasi dua striker dan tanpa Salah. Ekitike memberikan ultimatum kepada sang pelatih lewat penampilannya.
23 Okt 2025 05:36 WIB · Olahraga
FRANKFURT, RABU — Striker Liverpool, Hugo Ekitike, mempertegas kualitasnya saat bertemu dengan mantan timnya, Eintracht Frankfurt. Liverpool bangkit dari tren buruk berkat dia. Laga itu menunjukkan, Ekitike adalah penyerang paling berbahaya di kubu ”Si Merah” saat ini dan tidak seharusnya berada di bangku cadangan lagi.
Tren empat kekalahan beruntun Liverpool telah berakhir di Stadion Deutsche Bank Park, Frankfurt, Jerman, Kamis (23/10/2025) dini hari WIB. Tim asuhan Pelatih Arne Slot itu menang atas tim tuan rumah 5-1 dalam laga fase liga Liga Champions dengan menggunakan formasi unik dan tanpa penyerang sayap andalan Mohamed Salah sejak awal laga.
Ekitike kembali untuk pertama kali ke bekas rumahnya setelah hengkang dari Frankfurt pada musim panas lalu. Namun, dia datang tanpa rasa sungkan. Pemain tim nasional Perancis itu ingin membuktikan diri usai dipercaya lagi jadi starter. Tidak seperti biasa, Ekitike berduet dengan Alexander Isak di lini depan dalam formasi 4-4-2.
Liverpool terlihat menang mudah dari hasil akhir. Meskipun begitu, mereka sempat kesulitan dan tertinggal lebih dulu pada menit ke-26 lewat serangan balik yang dieksekusi pemain sayap Rasmus Kristensen. Di tengah keraguan, Ekitike mengembalikan kepercayaan diri tim tamu dengan gol penyeimbang.
Ekitike memanfaatkan garis tinggi pertahanan lawan. Setelah menerima umpan dari bek Andy Robertson, dia berlari sendirian dari tengah lapangan. Tidak ada yang bisa mengejar langkah kaki pemain setinggi 190 sentimeter itu. Ekitike dengan mudah menaklukkan kiper Michael Zetterer lalu menunjukkan gestur tidak ingin selebrasi.
”Rasanya luar biasa (kembali ke Frankfurt). Pulang ke rumah itu istimewa. Menang dan mencetak gol Liga Champions pertama saya di sini sangat penting. Saya hanya berusaha tetap tenang dan kalem,” kata Ekitike yang dipercaya bermain selama 74 menit, sebelum digantikan Salah, kepada TNT Sports.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/23/5e19e2dd-d943-4286-aeed-6948ae80f727_jpg.jpg)
Momentum berbalik setelah gol itu. Kepercayaan diri Liverpool mendadak bangkit. Dalam sembilan menit, mereka berbalik unggul dengan menghasilkan dua gol lewat tendangan sudut yang dicetak dua bek tengah, yaitu Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate. Unggul 3-1 saat turun minum, kemenangan sudah di genggaman Liverpool.
Ekitike mencetak gol dengan tendangan pertamanya di laga. Itu merupakan gol ke-6 darinya di seluruh kompetisi musim ini, terbanyak di antara seluruh pemain Si Merah. Sementara itu, Isak gagal memanfaatkan peluang besar pada paruh pertama. Tanpa kontribusi nyata, dia diganti usai turun minum karena cedera.
Adapun Ekitike mulai kehilangan posisi di starter belakangan ini karena kehadiran Isak yang merupakan pembelian termahal Liverpool. Ekitike dicadangkan, termasuk dua laga terakhir di Liga Inggris versus Chelsea dan Manchester United. Padahal, kontribusi mantan pemain Frankfurt itu tampak lebih nyata sejak awal musim.
”Hugo punya peluang emas dan mencetak gol. Alex mendapat beberapa peluang. Sayangnya dia belum mencetak gol, tetapi dia harus keluar lapangan saat jeda karena sedikit merasakan nyeri di pangkal pahanya,” kata Slot yang cukup puas dengan keputusan memasang dua penyerang tengah itu bersamaan untuk pertama kali.
Menariknya, setelah Isak keluar, Slot tidak langsung kembali ke formasi andalan 4-2-3-1. Alih-alih memasukkan Salah, sang pelatih justru memainkan Federico Chiesa. Peran Chiesa menggantikan Isak sebagai penyerang tengah yang bebas bergerak dan bertukar posisi dengan pemain lain. Liverpool tetap menggunakan 4-4-2.
Serangan Si Merah semakin terlihat berbahaya, terutama dalam situasi transisi. Mereka sangat cair di sepertiga akhir. Ekitike dan Chiesa, serta sayap kiri Cody Gakpo bisa berganti posisi setiap saat. Di sisi kanan, gelandang serang Florian Wirtz dan bek sayap Conor Bradley bergantian mengisi lubang yang ditinggalkan Salah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/23/0a8d5319-21cc-48a2-a9e2-7bfdab8a39a6_jpg.jpg)
Fleksibilitas di lini serang itu menghasilkan tambahan dua gol pada paruh kedua, lewat Gakpo dan gelandang Dominik Szoboszlai. Sepasang gol itu diinspirasi umpan Wirtz. Bukan kebetulan, Wirtz yang belum berkontribusi gol ataupun asis bisa bersinar di laga tadi. Itu karena serangan Liverpool lebih cepat dan cair dengan pendekatan baru.
Berkaca dari laga itu, kata Ekitike, Isak bukanlah kompetitornya. Mereka berdua terbukti bisa bermain bersama dalam formasi 4-4-2. ”Saya pikir itu cukup bagus. Kami masih bisa berkembang dan dia adalah pemain yang sangat bagus. Kami hanya perlu bekerja bersama lagi dan menemukan kekompakan,” ujarnya.
Tentunya jika formasi dua striker itu dipatenkan oleh Slot, Salah bisa menjadi korban. Keberadaan Salah akan membuat keseimbangan tim tertanggu karena terlalu banyak penyerang di lapangan. Adapun peran Salah dalam laga tadi digantikan oleh Wirtz yang lebih condong beroperasi di lini tengah.
Dengan cederanya Isak, Slot sangat mungkin kembali ke formasi 4-2-3-1. Ekitike akan kembali menjadi penyerang tunggal, seperti saat di awal musim. Terlepas dari itu, apa pun formasi Liverpool nanti, Ekitike perlu jaminan posisi starter. Dia merupakan penyerang terbaik tim saat ini, melebihi Isak dan Salah.
”Saya tidak akan bilang dia yang paling cepat menemukan ritme permainannya, tetapi dia selalu bermain bagus untuk kami setiap kali bermain. Fokus utamanya adalah gol dan asis, di mana dia bermain bagus untuk kami,” kata Slot tentang musim debut Ekitike yang cemerlang sejauh ini. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan