Suramnya Prediksi Ekonomi Global di Tengah Ancaman Perang Tarif

Saat ini dunia dihantui kecemasan akan perang dagang AS-China yang lebih sengit dari 2018.

19 Nov 2024 18:02 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum

CEBU, SELASA — Sejumlah organisasi keuangan internasional memperingatkan, perang dagang lewat saling balas penerapan tarif barang antarnegara akan membuat ekonomi dunia semakin suram.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan, perang dagang itu dapat merusak prospek ekonomi Asia, meningkatkan biaya, dan mengganggu rantai pasok.

”Saling balas menerapkan tarif akan mengganggu prospek pertumbuhan di seluruh kawasan, yang mengarah pada rantai pasok yang lebih panjang dan kurang efisien,” kata Direktur IMF Asia-Pasifik Krishna Srinivasan dalam sebuah forum tentang risiko sistemik di Cebu, Filipina, Selasa (19/11/2024).

Pernyataan Srinivasan muncul di tengah kekhawatiran atas rencana presiden terpilih AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 60 persen pada barang-barang China dan setidaknya pungutan 10 persen pada semua impor lainnya.

(FILES) In this file photo taken on November 9, 2017 shows US President Donald Trump (L) and China's President Xi Jinping leaving a business leaders event at the Great Hall of the People in Beijing. - President Donald Trump on September 18, 2018 accused China of seeking to influence upcoming US elections by taking aim at his political support base in the countries' escalating trade war. "China has openly stated that they are actively trying to impact and change our election by attacking our farmers, ranchers and industrial workers because of their loyalty to me," Trump tweeted.Trump's comments came a day after he targeted another $200 billion in Chinese imports with tariffs starting next week, drawing an immediate vow of retaliation from Beijing. AFP/NICOLAS ASFOURI

Trump yang akan resmi memimpin AS pada Januari 2025 juga mengancam akan mengenakan tarif sebesar 25 persen atau lebih pada barang-barang yang berasal dari Meksiko jika negara itu tak menghentikan serangan kejahatan dan narkoba lintas perbatasan.

Tarif dapat menghambat perdagangan global dan menghambat pertumbuhan di negara-negara pengekspor. Untuk AS, perang tarif dapat meningkatkan inflasi yang bisa memaksa Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk memperketat kebijakan moneter.

Kondisi ini juga bakal berdampak buruk bagi ekonomi Asia. IMF memperkirakan Asia tetap menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi global kendati prospek pertumbuhan ekonomi global kurang menggembirakan.

Laporan Prospek Ekonomi Dunia terbaru IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,2 persen untuk tahun 2024 dan 2025. Sementara untuk kawasan Asia, IMF memperkirakan prospek ekonomi yang lebih optimistis, yaitu 4,6 persen untuk tahun 2024 dan 4,4 persen untuk 2025.

Direktur Departemen Asia dan Pasifik Dana Moneter Internasional (International Monetary Frund/IMF), Krishna Srinivasan, memberikan keteranga pers di kantor pusat IMF pada Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia di Washington, DC, Kamis (18/4/2024). (Photo by Mandel NGAN / AFP)

Menurut Srinivasan, Asia tengah berada di periode transisi penting ekonomi. Transisi ini akan menciptakan ketidakpastian yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini termasuk risiko akut akan meningkatnya ketegangan perdagangan di antara mitra dagang utama.

Ia menambahkan, ketidakpastian seputar kebijakan moneter di negara-negara maju dan ekspektasi pasar terkait dapat memengaruhi keputusan moneter di Asia. Kondisi itu pun memengaruhi arus modal global, nilai tukar, dan pasar keuangan lainnya.

Kecemasan global

Selain China dan AS, perang dagang dengan saling balas menerapkan tarif juga sudah terlihat semakin tajam di kawasan di luar dua negara. Pada Oktober 2024, Uni Eropa memutuskan untuk menaikkan tarif kendaraan listrik buatan China hingga 45,3 persen.

Quote

Saling balas menerapkan tarif mengancam akan mengganggu prospek pertumbuhan di seluruh kawasan, yang mengarah pada rantai pasokan yang lebih panjang dan kurang efisien.

Tak sampai sepekan kemudian, Beijing mengumumkan penerapan tarif sebesar 39 persen pada puluhan produk minuman beralkohol jenis brendi dari Uni Eropa.

Beijing menuding perusahaan-perusahaan produsen brendi itu melakukan dumping yang mengancam akan menimbulkan kerugian besar bagi produsen brendi dalam negeri China.

Foto yang diambil pada 11 September 2023 memperlihatkan ribuan kendaraan dari produsen otomotif China BYD yang akan diekspor melalui pelabuhan Suzhou, Provinsi Jiangsu, China. Uni Eropa memutuskan memberikan tarif bea masuk antara 7-45 persen pada produk kendaraan listrik asal China mulai akhir bulan Oktober 2024 dan berlaku selama lima tahun. (FILES) The file photo taken on September 11, 2023 shows BYD electric cars waiting to be loaded on a ship stacked at the international container terminal of Taicang Port at Suzhou Port, in China’s eastern Jiangsu Province. China's meteoric rise as the world's powerhouse of electric vehicle production makes Western efforts to curb their exports a tough sell -- and means they could even stifle the fight against climate change, analysts warn. (Photo by AFP) / - China OUT / To go with AFP story China-EU-US-auto-trade, ANALYSIS

Kebijakan sementara yang diterapkan pada pertengahan Oktober 2024 itu mewajibkan importir China untuk menyetor uang jaminan sejumlah tarif kepada badan bea cukai China. Beijing juga mempertimbangkan bea masuk atas daging babi dan produk susu Eropa serta mobil bertenaga bensin dengan mesin besar.

Beijing tak pernah tak secara langsung menghubungkan keputusan tersebut dengan kebijakan tarif dari Uni Eropa. Saat ini, aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melarang pembalasan perdagangan tanpa terlebih dahulu memperoleh izin dari badan tersebut. Kendati demikian, banyak pihak menilai penerapan tarif China itu sebagai balasan terhadap Uni Eropa.

Perang dagang China dan AS pernah terjadi pada 2018 saat Trump menjadi presiden periode pertama. Dikutip dari media South China Morning Post, perang dagang AS-China yang dimulai pada Juli 2018 pada akhirnya membebani tarif pada barang-barang China senilai 550 miliar dollar AS dan barang-barang AS senilai 185 miliar dollar AS.

Perang dagang dimulai dengan AS yang mengenakan bea masuk sebesar 25 persen pada impor China senilai sekitar 34 miliar dollar AS. Sejumlah barang itu, antara lain, mobil, cakram padat (hard disk), dan suku cadang pesawat.

Hal ini diikuti China dengan mengenakan bea masuk sebesar 25 persen pada 545 barang yang berasal dari AS senilai 34 miliar dollar AS. Di antara barang itu adalah produk pertanian, mobil, dan produk akuatik.

Seorang konsumen berdiri di depan sebuah toko resmi Huawei di Beijing, 25 September 2023. Akhir April, Huawei meluncurkan Huawei Pura 70 Ultra yang dikembangkan menggunakan berbagai komposen semikonduktor buatan dalam negeri. FILE - A customer carries his purchased Huawei product outside a Huawei store after he attended the Huawei new product launch conference in Beijing, on Sept. 25, 2023. Chinese telecoms gear company Huawei Technologies has reported its profit more than doubled last year as its cloud and digital businesses thrived in spite of U.S. sanctions. (AP Photo/Andy Wong, File)

Pada 2019, Washington menambahkan produk Huawei sebagai bagian dari perang dagang. Saat itu, Pemerintah AS melarang perusahaan AS menjual produk ke perusahaan teknologi terbesar China itu tanpa persetujuan pemerintah.

Sempat diwarnai jeda, saling balas tarif ini berlangsung beberapa gelombang selama 2018-2020. Perang dagang mulai mereda dengan disepakatinya perjanjian dagang AS-China.

Pada Januari 2020, China dan AS menandatangani perjanjian dagang tahap pertama, dengan ketentuan yang mencakup komitmen pembelian, akses pasar keuangan, perlindungan, dan penegakan hak kekayaan intelektual.

Perjanjian dagang tahap pertama ini difinalisasi oleh Trump dan kepala negosiator perdagangan China, Wakil Perdana Menteri Liu He. Namun, sejumlah tarif tetap dipertahankan hingga sekarang.

Kecemasan

Saat ini dunia dihantui kecemasan akan perang dagang AS-China yang lebih sengit dibanding tahun 2018. Pada 12 November 2024, para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan, kebijakan proteksionis dengan penerapan tarif dari pemerintahan AS yang baru akan menghambat pertumbuhan global. Untuk itu, Eropa harus lebih siap menghadapinya dibandingkan pada tahun 2018.

Gubernur Bank Sentral Finlandia Olli Rehn mengatakan, bea masuk impor yang signifikan dapat memiliki konsekuensi merugikan bagi ekonomi dunia.

”Perang dagang baru adalah hal terakhir yang kita butuhkan di tengah persaingan geopolitik saat ini, terutama di antara sekutu,” katanya di London, Inggris.

European Central Bank (ECB) President Christine Lagarde (L) and Governor of the Bank of Finland Olli Rehn attend the non-monetary policy meeting of the European Central Bank Governing Council in Inari, Finnish Lapland, on February 22, 2023. (Photo by Tarmo Lehtosalo / LEHTIKUVA / AFP) / Finland OUT

Menurut dia, ketegangan perdagangan antara AS dan Eropa mulai meningkat selama masa jabatan pertama Trump (2017-2021). Jika perang dagang dimulai lagi, Eropa tidak boleh tidak siap seperti pada tahun 2018.

”ECB harus, dalam mandatnya, bertindak sebagai jangkar bagi stabilitas ekonomi dan keuangan dalam lanskap tantangan besar ini. Tidak seorang pun boleh meragukan bahwa kami akan memikul tanggung jawab ini sepenuhnya,” kata Rehn.

Gubernur Bank Sentral Austria Robert Holzmann memperingatkan, jika diterapkan, perang dagang akan membuat suku bunga dan inflasi AS tetap tinggi. Hal ini akan berdampak sistemis pada lesunya ekonomi di seluruh dunia.

”Jika diterapkan, suku bunga akan tetap tinggi dan inflasi akan lebih tinggi,” kata Holzmann di Vienna. Ia menambahkan, hal itu akan memberikan tekanan pada dollar AS dan inflasi zona euro.

Holzmann berpendapat, menguatnya dollar AS akan berdampak pada naiknya biaya impor, terutama untuk energi. Kondisi ini akan membuat ECB sulit mencapai target inflasi 2 persen dan terpaksa menerapkan kebijakan suku bunga tinggi. (AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W