Ademola Lookman buka suara setelah Atalanta dinilai mengingkari janji dengan menolak tawaran transfer Inter Milan. Dia pun mengirim surat cinta menguak isi hatinya.
04 Agt 2025 13:10 WIB · Olahraga
BERGAMO, MINGGU — Ademola Lookman, yang selama ini diam dan membiarkan proses transfer dirinya dari Atalanta berjalan semestinya, akhirnya buka suara. Penyerang sayap itu merasa Atalanta menghalangi langkahnya pindah ke klub lain dengan menolak tawaran yang nilainya sudah pantas. Pemain Nigeria itu pun menilai Atalanta telah mengingkari janji. Namun, di sisi lain, Atalanta baru bersedia melepas Lookman ke klub di luar Liga Serie A Italia.
Lookman merupakan incaran utama Inter Milan untuk memenuhi permintaan Pelatih Cristian Chivu. Kecepatan, ketajaman, dan kemampuan dribel Lookman diharapkan meningkatkan dinamika permainan yang diharapkan oleh Chivu, yaitu agresif, vertikal, dan seimbang.
Inter pun mengajukan beberapa kali penawaran mulai dari 40 juta euro, dan terakhir 42 juta euro ditambah bonus 3 juta euro. Inter juga dikabarkan sudah mencapai kesepakatan personal dengan Lookman terkait gaji 4,5 juta euro hingga 2030.
Namun, semua tawaran Inter itu ditolak oleh Atalanta yang kukuh dengan permintaan 50 juta euro. Media Italia, La Gazetta dello Sport, menguak alasan penolakan Atalanta. Klub asal Bergamo itu hanya akan melepas Lookman ke klub di luar Serie A. Jika ada klub Italia yang ingin mendapatkan Lookman, mereka harus membayar transfer tak kurang dari 50 juta euro (sekitar Rp 948,2 miliar).
Selain alasan itu, Atalanta juga sudah melepas striker Mateo Retegui ke klub Arab Saudi, Al-Qadsiah, dengan nilai transfer diyakini mencapai 67 juta euro (sekitar Rp 1,2 triliun). Atalanta pun tidak ingin kehilangan sang penyerang yang memperkuat tim pada musim lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/18/e2ce63df9ff6a5d9be10701f6356f8b8-cropped_image.jpg)
Kondisi ini membuat Inter mulai mengalihkan perburuan ke pemain lain karena nilai transfer yang diminta Atalanta dinilai terlalu tinggi. Ademola pun kemudian mengambil langkah untuk mengungkapkan keinginannya pergi dan merasakan petualangan baru dalam surat cinta kepada Atalanta melalui unggahan di akun Intagramnya, Minggu (3/8/2025).
”Selama tiga tahun terakhir di Atalanta, saya telah memberikan segalanya. Bukan hanya sebagai pemain sepak bola, melainkan juga sebagai pribadi. Saya selalu mengenakan kostum dengan bangga dan berusaha mewakili tim ini serta kota Bergamo dengan hati, gairah dan dedikasi,” tulis Lookman mengawali suratnya.
Pemain Nigeria itu kemudian mengenang kembali momen final Liga Europa 2024 di Dublin, yaitu saat dia mencetak tiga gol ke gawang Bayer Leverkusen. Hattrick Lookman itu menjadi tonggak sejarah baru bagi Atalanta di kancah level Benua Eropa.
”Saya datang ke sini dengan harapan membantu klub istimewa ini berkembang bersama-sama. Kami telah menciptakan kenangan-kenangan yang akan bersama saya selamanya. Memenangi Liga Europa dan berdiri bahu-membahu bersama rekan-rekan setim saya malam itu di Dublin dan merayakan bersama para penggemar kami merupakan salah satu momen paling membanggakan dalam karier saya sejauh ini. Memikirkan itu masih membuat saya merinding,” kenang Lookman.
”Atalanta dan khususnya para suporternya telah menjadi bagian dari saya. Tempat ini terasa seperti rumah sejak pertama saya datang dan saya selalu berusaha membalas cinta itu—bahkan dalam momen-momen di mana situasi tidak mudah di belakang layar,” ucap Lookman kemudian.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/23/41da7954-335e-4c34-9c25-9b06d0e2cc27_jpg.jpg)
”Itulah yang membuat sulit untuk menuliskan ini. Saya mencintai setiap momen, tetapi merasa saat ini, setelah tiga tahun yang luar biasa di Bergamo. Ini saat yang tepat untuk melangkah dan merasakan petualangan baru. Ada sejumlah klub yang mendekati Atalanta dahulu dan sebelum ini saya selalu loyal,” ungkap pemain berusia 27 tahun itu.
Pemain yang sering disapa Mola itu kemudian menguak keinginannya untuk meninggalkan Atalanta ternyata mendapat halangan dari klub. Bahkan, dia menilai Atalanta memperlakukan dirinya dengan buruk dan mengingkari janji.
”Meskipun demikian, saya dan pemilik klub telah sepakat bahwa sekarang adalah saat yang tepat dan klub sudah menjelaskan kepada saya jika ada tawaran yang pantas mereka akan mengizinkan saya pergi,” ungkap Lookman.
”Meskipun sekarang menerima tawaran yang sesuai dengan apa yang saya yakini telah didiskusikan, sayangnya klub menghalangi kesempatan itu dengan alasan yang tidak saya pahami,” kata Lookman.
”Sebagai hasilnya dan setelah berbulan-bulan janji-janji yang diingkari dan yang saya rasakan merupakan perlakuan buruk kepada saya, baik sebagai manusia dan sebagai pemain sepak bola profesional, dengan sedih saya merasa tidak memiliki pilihan selain berbicara tentang apa yang saya yakini benar dan saya merasa itu sudah cukup,” tutur Lookman yang biasanya menyimpan dengan rapat dinamika di balik layar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/03/1f6df315-8ed6-4085-a229-51346fe79c33_jpg.jpg)
”Saya bisa mengonfirmasi bahwa sekarang saya mengajukan permintaan transfer resmi,” ujar Lookman.
Lookman menilai, ini merupakan pilihan sulit, tetapi dirinya tidak memiliki banyak opsi untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan. Namun, dia tetap menghormati klub, tim, dan para penggemar, serta berharap segera tercapai solusi yang bisa diterima semua pihak.
”Bahkan, selama momen-momen sangat sulit yang telah saya alami, banyak di antaranya yang tetap pribadi dan rahasia, saya selalu berusaha menempatkan klub, para pedukung, dan tim, di posisi utama dan berharap itu tidak menjadi seperti ini, tetapi sayangnya saya merasa sekarang pilihannya sedikit,” ujar Lookman.
”Kepada para peggemar—detak jantung klub ini—saya ingin mengatakan ini: saya benar-benar minta maaf ini menjadi seperti ini. Saya berharap Anda bisa memahami situasi yang luar biasa sulit ini. Ini hanya tentang membela apa yang saya yakini fair dan benar. Dukungan yang selalu kalian berikan kepada saya sungguh luar biasa dan ikatan yang telah kita ciptakan bersama sesuatu yang istimewa,” kata Lookman.
”Saya berharap kembali bekerja sama dengan klub untuk menemukan solusi damai untuk semua pihak sesegera mungkin,” ujar penyerang sayap kiri lincah itu kemudian.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji