Tahun Piala Dunia, Tahun Kylian Mbappe Juga

Kylian Mbappe menuju Piala Dunia ketiga dengan awal musim cemerlang di klub dan timnas. Dia mengemban tugas lebih besar dalam petualangan baru bersama Perancis.

06 Sep 2025 05:20 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

WROCLAW, JUMAT — Kemenangan tim nasional Perancis di laga pertama kualifikasi Piala Dunia 2026 dipersembahkan oleh sang megabintang Kylian Mbappe. Mbappe datang dengan motivasi tertinggi untuk bisa segera kembali tampil di turnamen favoritnya, yaitu Piala Dunia.

Sehari sebelum laga, Mbappe baru saja mengkritik jadwal pertandingan yang terlalu padat dalam kalender setahun. Namun, tidak terlihat sama sekali gestur negatif darinya saat Perancis menang 2-0 atas tuan rumah Ukraina dalam laga Grup D di Stadion Miejski, Wroclaw, Polandia, Sabtu (6/9/2025).

Mbappe justru tampil cemerlang dengan keluar sebagai pemain terbaik. Dia terlibat dalam sepasang gol Perancis dengan dan tanpa menyentuh bola. Tim tamu sudah unggul berkat gelandang serang Michael Olise pada menit ke-10. Olise memanfaatkan umpan pemain sayap Bradley Barcola di kotak penalti.

Mbappe memang tidak menyentuh bola sama sekali dalam proses gol tersebut, tetapi perannya sangat besar. Pemain Real Madrid itu berhasil menarik gravitasi dari para pemain bertahan Ukraina. Sebanyak tiga pemain Ukraina fokus menjaga Mbappe sehingga Olise bisa terbebas.

Saat Ukraina mulai mengancam di pengujung laga, Mbappe kembali beraksi. Sang penyerang mencetak gol lewat transisi serangan balik kilat. Dia mengalahkan bek Paris Saint-Germain Illya Zabarnyi dalam duel satu lawan satu, lalu mengeksekusi bola dengan tendangan datar ke sudut gawang.

Perancis mengakhiri perlawanan Ukraina dengan meyakinkan. Saat bersamaan, Mbappe mencatatkan gol ke-51 untuk timnas. Catatan itu membuatnya sejajar dengan striker legendaris Thierry Henry sebagai pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah ”Si Biru”.

France's forward #10 Kylian Mbappe shoots to score his team's second goal against Ukraine's defender #13 Illia Zabarnyi during the 2026 World Cup qualifiers Europe zone group D football match between Ukraine and France, on September 5, 2025 in Wroclaw, Poland. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)

Mbappe datang ke kamp timnas kali ini dengan ambisi begitu besar untuk mengantar Perancis lolos langsung ke Piala Dunia. Ambisi itu bisa dirasakan lewat komentarnya seusai laga. Alih-alih puas dengan sumbangan gol dan kemenangan pertama, dia justru ingin lebih.

”Kami seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak. Termasuk saya yang melewatkan beberapa peluang. Jadi, masih ada ruang untuk berkembang. Namun, untuk permulaan, ini cukup baik,” kata Mbappe yang gagal menambah keunggulan jadi 3-0 karena tembakannya terlalu pelan.

Tidak hanya di timnas, berkat momentum tahun Piala Dunia, ”api” dalam diri Mbappe juga sudah terasa bersama Madrid. Dia sudah menghasilkan tiga gol dalam tiga pertandingan awal Liga Spanyol. Penyerang 26 tahun itu langsung tancap gas sejak awal musim.

”Saya sangat senang bisa memulai musim baru lagi. Saya datang dengan determinasi yang banyak. Awalan ini sudah bagus, tetapi masih bisa lebih baik. Ini tahun yang hebat untuk klub, timnas, dan saya sendiri. Saya akan fokus ke laga demi laga, tidak ingin terlalu jauh,” ucap Mbappe sebelum laga kepada L’Equipe.

Belakangan ini nama Mbappe sudah identik dengan Piala Dunia. Dia merupakan sosok yang paling melekat dengan turnamen paling bergengsi di bumi tersebut. Wajar saja, Mbappe sudah mengantar Perancis ke final dalam dua edisi terakhir. Salah satunya berakhir dengan gelar juara.

Mbappe total mencetak 12 gol dalam dua edisi tersebut. Tidak ada satu pemain pun yang mampu menandingi catatan itu. Penampilan terhebatnya terjadi di Piala Dunia Qatar 2022. Mbappe menghasilkan delapan gol dalam satu edisi, termasuk hattrick di final, walaupun gagal juara.

France's forward #11 Michael Olise celebrates scoring his team's first goal during the 2026 World Cup qualifiers Europe zone group D football match between Ukraine and France, on September 5, 2025 in Wroclaw, Poland. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)

Peran Mbappe lebih besar dalam perjalanan menuju Piala Dunia ketiga. Dari pemain debutan di 2018 dan megabintang di 2022, dia menjadi pemimpin utama tim. Mbappe menjadi salah satu pemain senior karena sudah tidak ada lagi sosok veteran seperti Olivier Giroud atau Antoine Griezmann.

Bek Perancis Jules Kounde berkata, Mbappe sangat membantu sebagai pemimpin. ”Dia sangat memperhatikan rekan satu timnya, sangat terbuka untuk berdiskusi, dan berbagi tanggung jawab. Dia menciptakan rasa saling hormat di dalam tim. Peran itu sangat alami baginya,” ujarnya.

Di sisi lain, Perancis memperlihatkan banyak formasi potensial untuk memfasilitasi Mbappe di Piala Dunia. Pelatih Didier Deschamps memainkan formasi 4-2-3-1 pada awal laga. Mbappe didukung oleh Barcola, Olise, dan Doue di lini kedua. Serangan mereka tampak cair dengan kombinasi umpan-umpan pendek di sekitar kotak penalti.

Doue digantikan rekan setimnya di PSG, Ousmane Dembele, pada paruh kedua. Dembele tidak banyak beraksi sampai akhirnya ditarik keluar karena cedera. Momen itu cukup menarik karena pemain yang masuk adalah penyerang Liverpool, Hugo Ekitike. Formasi Perancis berubah jadi 4-4-2. Hanya semenit setelah Ekitike masuk, gol kedua Perancis tercipta.

Deschamps cukup puas dengan penampilan tim asuhannya, terutama pada paruh pertama. ”Kami mendominasi paruh pertama dan seharusnya bisa unggul lebih banyak. Kami sedikit kesulitan setelah itu, tetapi beruntung kami punya begitu banyak kualitas di lini serang,” kata sang pelatih. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji