Gempa Bumi

Tak Ada Malam di Venezuela

Sukarelawan dan tim penyelamat internasional bekerja 24 jam untuk mencari dan menyelamatkan korban dari balik puing-puing,

04 Jul 2026 09:09 WIB · Internasional

AP/Matias Delacroix

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Bagi masyarakat pada umumnya, malam adalah waktu untuk beristirahat, sejenak rehat setelah seharian bekerja keras. Namun, situasi ini tidak berlaku di Venezuela, negara yang baru dilanda gempa bumi dahsyat yang memorakporandakan hampir semua bangunan bertingkatnya.

Dua gempa besar pada Rabu (24/7/2026) dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang hanya berselang 39 detik menyebabkan kerusakan di seantero negeri. Warga yang selamat, dibantu sukarelawan dan petugas penyelamat setempat, segera melakukan pertolongan.

Luasnya area kerusakan membuat negara ini kewalahan dalam menolong korban. Ribuan sukarelawan dan petugas penyelamat internasional dari sejumlah negara segera berdatangan.

Tim penyelamat bekerja di puing-puing bangunan yang runtuh di Caraballeda, negara bagian La Guaira, Venezuela, pada Kamis (2/7/2026). AFP/MARTIN BERNETTI

Mereka bekerja siang dan malam, berpacu dengan waktu untuk menemukan dan menyelamatkan korban yang masih hidup. Dengan bantuan anjing terlatih dan peralatan canggih, mereka berjibaku menyelamatkan penduduk yang terperangkap bangunan.

Memasuki hari kedelapan, jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat di Venezuela telah meningkat menjadi 2.645 orang. Lebih dari 12.600 orang terluka dan puluhan ribu masih dinyatakan hilang, menurut angka resmi terbaru yang dirilis pada Jumat (3/7/2026).

Daerah pesisir La Guaira di utara ibu kota Caracas luluh lantak. Ribuan korban masih terjebak di antara reruntuhan apartemen yang rata dengan tanah. Sejak awal gempa, keluarga yang selamat menghabiskan waktu berhari-hari mencoba menggali tanah untuk menemukan orang-orang terkasih mereka dengan tangan kosong, sekop, dan beliung.

<p>Dengan bantuan lampu, petugas penyelamat mencari korban di La Guaira, Venezuela, Senin (29/6/2026). <strong>(AP/MATIAS DELACROIX)</strong></p><p>Tim penyelamat mencari korban diantara puing-puing bangunan di La Guaira, Venezuela, Rabu (1/7/2026). <strong>(AP/FERNANDO VERGARA)</strong></p><p>Petugas penyelamat berdiri di atas puing-puing bangunan yang runtuh selama gempa bumi yang melanda La Guaira, Venezuela, Selasa (30/6/2026). <strong>(AP/MATIAS DELACROIX)</strong></p><p>Seorang petugas penyelamat menggunakan senter di ponselnya untuk berjalan di tengah reruntuhan di lokasi bangunan di Caraballeda, Negara Bagian La Guaira, pada Sabtu (27/6/2026). <strong>(AFP/FEDERICO PARRA)</strong></p><p>Petugas penyelamat dan sukarelawan melalui area yang rusak akibat gempa bumi yang melanda La Guaira, Venezuela, Senin (29/6/2026). <strong>(AP/MATIAS DELACROIX)</strong></p><p>Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan sebuah bangunan di La Guaira, Venezuela, Rabu (1/7/2026). <strong>(AP/FERNANDO VERGARA)</strong></p>

Dengan bantuan lampu, petugas penyelamat mencari korban di La Guaira, Venezuela, Senin (29/6/2026). (AP/MATIAS DELACROIX)

Tim penyelamat mencari korban diantara puing-puing bangunan di La Guaira, Venezuela, Rabu (1/7/2026). (AP/FERNANDO VERGARA)

Petugas penyelamat berdiri di atas puing-puing bangunan yang runtuh selama gempa bumi yang melanda La Guaira, Venezuela, Selasa (30/6/2026). (AP/MATIAS DELACROIX)

Seorang petugas penyelamat menggunakan senter di ponselnya untuk berjalan di tengah reruntuhan di lokasi bangunan di Caraballeda, Negara Bagian La Guaira, pada Sabtu (27/6/2026). (AFP/FEDERICO PARRA)

Petugas penyelamat dan sukarelawan melalui area yang rusak akibat gempa bumi yang melanda La Guaira, Venezuela, Senin (29/6/2026). (AP/MATIAS DELACROIX)

Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan sebuah bangunan di La Guaira, Venezuela, Rabu (1/7/2026). (AP/FERNANDO VERGARA)

Makin menipisnya harapan hidup bagi korban gempa yang terjebak di reruntuhan membuat tim penyelamat berkejaran dengan waktu. Mereka membagi tim untuk bisa melakukan penyelamatan dan pencarian selama 24 jam. 

Menjelang malam, mereka bekerja dengan penerangan lampu. Di beberapa tempat yang tidak ada aliran listrik, mereka menggunakan cahaya lampu mobil dan sepeda motor untuk membantu penerangan. Situasi ini membuat Venezuela seakan tidak ada malam, tidak ada waktu beristirahat, terutama bagi para petugas penyelamat.

Warga menyaksikan upaya penyelamat untuk menjangkau korban selamat di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh dalam gempa bumi di La Guaira, Venezuela, Selasa (30/6/2026). AP/Matias Delacroix
Di kegelapan malam, tim penyelamat dari Argentina mencari korban di sebuah bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Catia La Mar, Venezuela, Rabu (1/7/2026). AP/Fernanando Vergara
Suasana saat petugas penyelamat mencari korban dengan penerangan seadanya di Caracas, Venezuela, Senin (29/6/2026). AP/Pedro Mattey

Keajaiban gempa

Di tengah kehancuran, momen-momen bertahan hidup memberikan secercah harapan bagi keluarga yang masih mencari orang-orang terkasih. Tim penyelamat Meksiko yang bekerja di La Guaira berhasil menyelamatkan seekor anjing bernama ”Sarita” hidup-hidup dari reruntuhan bangunan. 

Penyelamatan ini terjadi setelah pemiliknya memberi tahu petugas tentang suara-suara di bawah puing-puing. Anjing itu akhirnya ditemukan dan berhasil diselamatkan oleh tim pencari yang dibantu seekor anjing penyelamat bernama Kai. Saat Sarita dipertemukan kembali dengan pemiliknya, banyak warga mengatakan penyelamatan itu memberinya harapan bahwa putri serta saudara-saudara mereka yang hilang masih mungkin ditemukan hidup-hidup.

<p>Anggota Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles berdiri di atas puing-puing bangunan yang runtuh seusai gempa bumi yang melanda La Guaira, Venezuela, Selasa (30/6/2026). <strong>(AP/MATIAS DELACROIX)</strong></p><p>Petugas penyelamat mencari dan penyelamatan penyintas pada hari Selasa (30/6/2026) setelah gempa bumi melanda La Guaira, Venezuela. <strong>(AP/MATIAS DELACROIX)</strong></p><p>Petugas penyelamat memeriksa sebuah bangunan yang runtuh akibat gempa bumi kembar di La Guaira, Venezuela, Rabu (1/7/2026). <strong>(AP/MATIAS DELACROIX)</strong></p>

Anggota Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles berdiri di atas puing-puing bangunan yang runtuh seusai gempa bumi yang melanda La Guaira, Venezuela, Selasa (30/6/2026). (AP/MATIAS DELACROIX)

Petugas penyelamat mencari dan penyelamatan penyintas pada hari Selasa (30/6/2026) setelah gempa bumi melanda La Guaira, Venezuela. (AP/MATIAS DELACROIX)

Petugas penyelamat memeriksa sebuah bangunan yang runtuh akibat gempa bumi kembar di La Guaira, Venezuela, Rabu (1/7/2026). (AP/MATIAS DELACROIX)

Kabar tentang keajaiban penyelamatan juga terjadi di kota yang sama. Tim penyelamat berhasil menyelamatkan seorang pria berusia 44 tahun yang terjebak di reruntuhan pusat perbelanjaan tempat ia bekerja setelah lebih dari seminggu.

Upaya penyelamatan petugas keamanan Hernan Alberto Gil dari reruntuhan pusat perbelanjaan Galerias Playa Grande berlantai sembilan dimulai pada Senin. Operasi tersebut juga melibatkan tim dari Chile, Amerika Serikat, Portugal, Meksiko, Kosta Rika, dan Venezuela.

Selama upaya penyelamatan, tim penyelamat memberinya cairan dan makanan melalui selang setelah berhasil menggali dua terowongan terpisah untuk menjangkaunya karena reruntuhan yang tidak stabil. Gil diangkat dari reruntuhan menggunakan tandu pada Kamis pagi dan dimasukkan ke dalam ambulans.

Tangkapan layar dari video yang dirilis pada 2 Juli 2026 oleh Bomberos de Chile menunjukkan penjaga keamanan berusia 43 tahun Hernan Gil terjebak di reruntuhan di Catia La Mar.

AFP/ARMED POLICE FORCE, NEPAL
Sebuah tim penyelamat internasional membawa Hernan Gil, seorang penyintas gempa bumi kembar Venezuela, di Catia La Mar, Negara Bagian La Guaira, Venezuela pada Kamis (2/7/2026).

AFP/Federico PARRA / AFP)
Tim penyelamat mencari korban melalui puing-puing bangunan yang runtuh dalam gempa bumi di La Guaira, Venezuela, Selasa (30/6/2026). AP/Ariana Cubillos

Warga, tim penyelamat, dan wartawan bersorak gembira menyaksikan momen ini. ”Saya bersyukur kepada Tuhan karena telah menjaga agar dia tetap hidup selama berhari-hari,” kata Gusbimar Gonzalez, istri Gil.

Pembersihan jenazah

Seiring menurunnya harapan hidup korban gempa yang masih terkubur di reruntuhan, sebagian tim penolong dan Pemerintah Venezuela mulai melakukan pembersihan dengan alat berat. Beberapa bangunan yang telah diberi tanda tulisan huruf ”D”, yang menjadi tanda bahwa di tempat itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan, dibongkar dengan alat berat.

Bau busuk mayat yang membusuk menyelimuti Venezuela. Misi tim penolong kini beralih ke pencarian jenazah. Di La Guaira yang paling parah terkena dampak, tempat ribuan orang masih hilang, suasana putus asa mulai menyelimuti. 

<p>Tim penyelamat mencari kemungkinan korban di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi kembar di Los Corales, Negara Bagian La Guaira, Sabtu (27/6/2026). AFP/Federico PARRA</p><p>Tim penyelamat mencari kemungkinan korban di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi kembar, di Caraballeda, Sabtu ( 27/6/2026). AFP/Federico PARRA</p><p>Petugas penyelamat dan sukarelawan melakukan perjalanan dengan kendaraan melalui area yang rusak akibat gempa bumi yang melanda La Guaira, Venezuela, Senin (29/6/2026). AP/Matias Delacroix</p><p>Tim penyelamat mencari kemungkinan korban di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi kembar, di Caraballeda, Negara Bagian La Guaira, pada Sabtu (27/6/2026). AFP/Federico PARRA</p>

Tim penyelamat mencari kemungkinan korban di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi kembar di Los Corales, Negara Bagian La Guaira, Sabtu (27/6/2026). AFP/Federico PARRA

Tim penyelamat mencari kemungkinan korban di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi kembar, di Caraballeda, Sabtu ( 27/6/2026). AFP/Federico PARRA

Petugas penyelamat dan sukarelawan melakukan perjalanan dengan kendaraan melalui area yang rusak akibat gempa bumi yang melanda La Guaira, Venezuela, Senin (29/6/2026). AP/Matias Delacroix

Tim penyelamat mencari kemungkinan korban di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi kembar, di Caraballeda, Negara Bagian La Guaira, pada Sabtu (27/6/2026). AFP/Federico PARRA

Kota pelabuhan Catia La Mar dipenuhi warga yang membawa kantong jenazah dan menumpuk peti mati. Sepanjang hari, warga mengerumuni tim penyelamat internasional saat mereka menyisir bangunan-bangunan yang runtuh sebagai respons terhadap informasi tentang kemungkinan adanya korban selamat.

Namun, mereka mundur dengan kecewa ketika sensor seismik tidak mendeteksi tanda-tanda kehidupan. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar