Tak Ada Ostapenko, Swiatek Ditantang Rybakina di Perancis Terbuka

Rute berat Iga Swiatek untuk juara lagi di Perancis Terbuka semakin terjal. Dia dinanti salah satu rival beratnya, Rybakina, pada babak keempat.

31 Mei 2025 20:04 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

PARIS, JUMAT — Iga Swiatek sedikit lega ketika melaju ke babak keempat turnamen tenis Perancis Terbuka 2025 dan terhindar dari persaingan dengan Jelena Ostapenko. Namun, dia harus bersiap untuk tancap gas lagi karena Elena Rybakina, pesaing pada babak keempat, tidak kalah sulit dari Ostapenko.

”Saya tak punya pilihan. Siapa pun lawannya, tak ada masalah,” kata Swiatek. Setelah berhenti berbicara sejenak, sambil tersenyum, dia berkata lagi, ”ya, Tuhan, apakah saya bisa menjadi pembohong yang baik?”

Petenis putri Polandia itu mengatakan hal tersebut sambil ketika wartawan bertanya siapa yang lebih dipilihnya untuk menjadi lawan pada babak keempat. Swiatek mendapat pertanyaan tersebut saat konferensi pers seusai mengalahkan Jaqueline Christian dengan skor 6-2, 7-5 pada babak ketiga Perancis Terbuka di Lapangan Suzanne Lenglen, Roland Garros, Paris, Perancis, Jumat (30/5/2025).

Saat dia melayani pertanyaan wartawan, di lapangan yang sama setelah penampilannya, dua petenis lainnya berhadapan untuk menjadi lawan Swiatek pada babak keempat. Mereka adalah Rybakina dan Ostapenko.

Meskipun terkesan samar, wartawan yang mengikuti konferensi itu paham makna jawaban Swiatek. Dia lebih senang jika bisa bertemu Rybakina.

Petenis Polandia, Iga Swiatek, merayakan kemenangannya atas Jaqueline Cristian (Romania) pada laga babak ketiga tunggal putri Grand Slam Perancis Terbuka 2025 di Lapangan Court Suzanne-Lenglen, Kompleks Roland-Garros, Paris, Perancis, Jumat (30/5/2025). Swiatek menang, 6-2, 7-5.

Maklum, Swiatek selalu kalah pada semua dari enam pertemuan dengan Ostapenko di semua jenis lapangan. Kekalahan terakhir terjadi di lapangan tanah liat yang paling dikuasai Swiatek, yaitu pada perempat final WTA Stuttgart, April, salah satu turnamen pemanasan Perancis Terbuka.

Keinginan Swiatek akhirnya terwujud karena Ostapenko kalah dari Rybakina 2-6, 2-6. Hanya untuk ketiga kali dari tujuh partisipasi sejak debut pada 2019, Rybakina akan tampil pada pekan kedua Perancis Terbuka.

Namun, mendapat tiket perempat final dengan mengalahkan Rybakina, pada pertandingan yang akan berlangsung Minggu, bukan pekerjaan yang lebih mudah bagi Swiatek dibandingkan berhadapan dengan Ostapenko. Rybakina tiba di Roland Garros dengan gelar juara dari turnamen lapangan tanah liat WTA Starsbourg. Capaian itu menjadi gelar pertamanya dalam rentang 13 bulan setelah menjuarai WTA Stuttgart 2024.

Quote

Iga bermain sangat nyaman di sini. Pukulan spin dan pergerakannya sangat baik. Pertandingan melawan dia akan sangat sulit. (Elena Rybakina)

Dalam rentang waktu tersebut, Rybakina menjalani masa sulit yang mengganggu performanya. Posisinya dalam peringkat dunia turun, yaitu dari ketiga menjadi ke-11. Dia berkali-kali sakit dan terganggu masalah lain terkait pelatihnya, Stefano Vukov.

Vukov mendapat hukuman dari WTA karena bertindak kasar secara verbal pada Rybakina meskipun hal itu disangkal sang petenis. Selama setahun, Vukov tak bisa mendapatkan akreditasi untuk mendampingi atlet dalam turnamen WTA dan Grand Slam. Meskipun demikian, Rybakina mengatakan bahwa dia dan Vukov tetap berlatih, yaitu di antara turnamen.

Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, membidik bola saat menghadapi Jelena Ostapenko (Latvia) pada laga babak ketiga tunggal putri Grand Slam Perancis Terbuka 2025 di Lapangan Court Suzanne-Lenglen, Kompleks Roland-Garros, Paris, Perancis, Jumat (30/5/2025). Rybakina menang, 6-2, 6-2.

Selain gelar juara dari WTA Starsbourg, Rybakina bisa menyulitkan Swiatek jika bercermin pada perjalanan persaingan mereka. Pada musim kompetisi 2023, Rybakina, Swiatek, dan Aryna Sabalenka menjadi tiga tunggal putri terbaik karena gelar mereka dari turnamen level tinggi, yaitu WTA 1000 dan Grand Slam.

Rybakina bahkan menjadi kompetitor yang lebih menyulitkan bagi Swiatek dibandingkan Sabalenka. Pada 2023, Swiatek tak pernah menang dalam tiga pertemuan dengan Rybakina.

Persaingan mereka telah berlangsung delapan kali dengan skor imbang 4-4. Swiatek memenangi dua pertemuan terakhir, tetapi dia kalah dalam pertandingan di lapangan tanah liat, yaitu di perempat final WTA 1000 Roma 2023 dan semifinal WTA 500 Stuttgart 2024.

Catatan lain, Swiatek memiliki melalui perjalanan buruk sebelum Perancis Terbuka tahun ini. Dia sembilan kali kalah dari 36 pertandingan (75 persen kemenangan). Statistik itu menurun dibandingkan 39 kemenangan dari 43 pertandingan (90,6 persen kemenangan) sejak awal tahun hingga sebelum Perancis Terbuka 2024.

Dari delapan turnamen yang telah dijalani pada 2025, Swiatek gagal mempertahankan empat gelar juara. Dia bahkan tak pernah mencapai final sejak menjuarai Perancis Terbuka 2024.

Rekor pertemuan Elena Rybakina (Kazakhstan) versus Iga Swiatek (Polandia).

Gelar juara pada 2024 menjadi yang keempat dari Perancis Terbuka bagi Swiatek setelah 2020, 2022, dan 2023. Jika juara lagi, Swiatek akan menjadi tunggal putri pertama yang menjadi juara di Roland Garros empat kali beruntun setelah Suzanne Lenglen pada 1920-1923.

Atas dasar itulah, Rybakina tetap menilai Swiatek sebagai kompetitor tangguh di Roland Garros meski banyak yang menilai dia bukan favorit juara pada 2025. ”Iga bermain sangat nyaman di sini. Pukulan spin dan pergerakannya sangat baik. Pertandingan melawan dia akan sangat sulit. Saya akan fokus pada diri sendiri,” tutur Rybakina dalam laman resmi WTA.

Mantan petenis Australia, Sam Stosur, menilai, Swiatek akan mendapat ujian yang berat dari Rybakina. Stosur mengatakan, kondisi lapangan Roland Garros serupa seperti yang digunakan di WTA Starsbourg, turnamen yang dijuarai Rybakina.

Laga berat babak keempat

Selain Swiatek melawan Rybakina, babak keempat diwarnai pertandingan-pertandingan lain yang diperkirakan berlangsung ketat karena terjadi antara sesama unggulan. Babak keempat, yang juga akan berlangsung pada Minggu, mempertemukan Jasmine Paolini dan Elina Svitolina. Paolini, yang menjadi unggulan keempat, adalah finalis Perancis Terbuka 2024, sedangkan Svitolina (13) adalah empat kali perempat finalis Perancis Terbuka.

Sabalenka, sebagai unggulan teratas, akan berhadapan dengan Amanda Anisimova (16). Sementara Zheng Qin Wen (8) melawan Liudmila Samsonova (19). Zheng menghentikan langkah petenis 18 tahun yang lolos dari babak kualifikasi, Victoria Mboko, pada babak ketiga dengan kemenangan 6-3, 6-4.

Petenis Belarus, Aryna Sabalenka, melayangkan pukulan servis ke bidang permainan lawannya, Olga Danilovic (Serbia) pada laga babak ketiga tunggal putri Grand Slam Perancis Terbuka 2025 di Stadion Roland-Garros, Paris, Perancis, Jumat (30/5/2025).

Pada persaingan tunggal putra, juara bertahan Carlos Alcaraz (2) akan bertemu Ben Shelton (13). Dari tiga babak yang dimenangi, Alcaraz bermain empat set dalam dua babak terakhir. Dia pun harus meningkatkan level permainan melawan Shelton.

Dalam laga babak ketiga yang berlangsung pada Sabtu, Mirra Andreeva tampil semakin solid dibandingkan dua babak sebelumnya. Atlet berusia 18 tahun unggulan keenam itu menang atas Yulia Putintseva 6-3, 6-1. Dengan kemenangan itu, Andreeva menjadi tunggal putri termuda yang lima kali mencapai pekan kedua Grand Slam sejak Nicole Vaidisova lolos ke babak keempat Australia Terbuka 2007, pada usia 17 tahun.

Andreeva mengalahkan Putintseva dengan memenangi sembilan dari sepuluh gim terakhir. ”Pukulan Yulia membuat saya tidak nyaman. Dia bisa mengubah ritme permainan dengan cepat. Saya tahu itu karena pernah berlatih dengannya. Saya pun selalu berusaha maksimal mengembalikan setiap pukulannya,” kata Andreeva.

Pada babak keempat, semifinalis Perancis Terbuka 2024 itu akan berhadapan dengan Daria Kasatkina (17) yang menghentikan langkah unggulan kesepuluh, Paula Badosa. Kasatkina menang 6-1, 7-5.

Unggulan teratas tunggal putra, Jannik Sinner, mempertahankan diri di jalur juara dengan melaju ke babak keempat. Dia mengalahkan Jiri Lehecka 6-0, 6-1, 6-2 pada babak ketiga dan akan melawan Andrey Rublev di tantangan berikutnya. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto