Indonesia lolos ke perempat final Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Beregu Campuran. Laga melawan Malaysia menjadi penentu juara grup.
12 Feb 2025 21:18 WIB · Olahraga
QINGDAO, RABU — Kemenangan pada semua nomor atas Hong Kong akhirnya menjadi kunci lolosnya Indonesia dari penyisihan grup Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Beregu Campuran di Qingdao, China, setelah Hong Kong mengalahkan Malaysia. Tak ingin lengah dengan status itu, skuad Indonesia mengincar posisi juara grup untuk menambah rasa percaya diri menjalani fase gugur.
Dengan kekuatan yang terbilang merata di antara tiga tim, persaingan Grup B pada ajang yang berlangsung 11-16 Februari ini berlangsung ketat. Setelah dikalahkan Indonesia dengan skor 0-5 pada hari pembuka kejuaraan, Hong Kong bangkit dan membuka peluang lolos ke perempat final usai mengalahkan Malaysia, 3-2, Rabu (12/2/2025).
Berdasarkan hasil dalam dua hari hasil tersebut, urutan sementara dari ketiga tim di Grup B adalah Indonesia, Hong Kong, dan Malaysia. Indonesia akan menjalani satu pertandingan lagi, yaitu melawan Malaysia, pada Kamis mulai pukul 09.30 waktu setempat atau pukul 08.30 WIB.
Posisi akhir sembilan tim lain yang terbagi dalam tiga grup juga akan ditentukan pada pertandingan Kamis. Pada pertandingan yang juga berlangsung Rabu, India mengalahkan Makau 5-0 di Grup D. India akan bersaing dengan Korea Selatan untuk menjadi juara grup.
Pada Grup C, persaingan menjadi juara grup akan terjadi antara Thailand dan Jepang setelah kedua tim menang 5-0 atas Kazakhstan. Adapun juara bertahan China akan melawan Taiwan untuk memperebutkan status juara Grup A. Keduanya mendapat perlawanan sulit dari Singapura.
Dari 12 peserta yang dibagi ke dalam empat grup tersebut, hanya dua tim berperingkat terbaik dari setiap grup yang berhak tampil pada perempat final. Babak yang mengawali fase gugur tersebut akan mempertemukan tim juara dan peringkat kedua dari grup berbeda yang ditentukan melalui undian.
Apa pun hasil pertandingan melawan Malaysia tidak akan mengubah status Indonesia yang telah lolos ke perempat final. Namun, pertandingan tersebut akan menentukan posisi akhir ketiga tim di Grup B.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/c87b4246dda7abd15257d45f70f6731e-RinovLisa2_Latihan2_BAMTC2025_PBSI_20250212.jpg)
Indonesia bisa bertahan di posisi teratas jika memenangi dua dari lima nomor. Kekalahan yang lebih buruk dari itu, 1-4 atau 0-5, akan menempatkan Indonesia pada peringkat kedua, di bawah Malaysia. Sementara itu, jika Indonesia menang, tim kedua yang lolos dari Grup B adalah Hong Kong.
Meski tiket perempat final sudah di tangan, skuad ”Merah Putih” tak ingin melepas kesempatan menjadi juara grup. Kemenangan setiap pemain akan bermakna penting karena bisa memunculkan rasa percaya diri mereka untuk menjalani fase yang lebih sulit. Apalagi, tekanan dalam persaingan beregu terasa lebih besar dibandingkan kejuaraan perseorangan.
”Indonesia sudah masuk perempat final, tetapi jangan dulu jemawa. Melawan Malaysia jangan lengah, harus tetap fokus karena kami mengejar kemenangan,” kata pemain ganda campuran, Rinov Rivaldy, di Qingdao, Selasa.
Rinov, sebagai kapten Tim Indonesia, pun mengingatkan rekan-rekannya untuk memberikan kemampuan terbaik. Apalagi, pemain Malaysia akan membawa motivasi besar karena memiliki misi wajib menang atas Indonesia.
Berdasarkan performa pemain dalam setiap tim, keunggulan Indonesia ada pada sektor tunggal dan ganda putri. Apalagi, Malaysia tak diperkuat ganda putri terbaik, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari atau Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari seharusnya bisa menang atas ganda putri nomor dua Malaysia, Go Pei Kee/Teoh Mei Xing.
”Lanny/Fadia dan Rachel/Trias siap diturunkan berdasarkan latihan hari ini. Di atas kertas, ganda putri memang unggul, tetapi situasi bisa berubah di lapangan. Apalagi, Malaysia membutuhkan kemenangan, jadi, kami harus tetap waspada,” kata pelatih ganda putri Prasetyo Restu Basuki.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/b61aa17d21971fa1b56774c7e004a4f5-RachelTrias_Latihan2_BAMTC2025_PBSI_20250212.jpg)
Pada nomor tunggal, Putri Kusuma Wardani atau Komang Ayu Cahya Dewi memiliki rekam jejak lebih baik dari Letshanaa Karupathevan. Putri memiliki dua gelar juara dari turnamen BWF World Tour Super 300, sementara Komang tampil di Qingdao setelah menjadi finalis Thailand Masters Super 300. Adapun Karupathevan, tunggal putri terbaik di tim Malaysia, baru menjuarai turnamen level international challenge.
Meski demikian, Karupathevan bermain baik saat Malaysia melawan Hong Kong. Saat timnya tertinggal 0-1, dia membuat kedudukan kedua tim berimbang melalui kemenangan dua gim 21-18, 21-18 atas Saloni Samirbhai.
”Kalau dipercaya, saya siap turun melawan Malaysia. Saya akan bermain ngotot dan harus punya keyakinan untuk bisa menyumbang poin. Rasa tegang pasti ada, tapi pengalaman ikut turnamen beregu membuat saya sudah tahu cara mengatasinya,” tutur Komang yang bermain dalam beregu putri SEA Games Kamboja 2023, Kejuaraan Asia Beregu Putra dan Putri 2024, serta turut membawa Indonesia menjadi finalis Kejuaraan Piala Uber 2024.
Jika Indonesia dan Malaysia bisa mendapat poin dari nomor andalan masing-masing, kemenangan salah satu tim bisa ditentukan melalui partai terakhir, apalagi jika urutan pertandingan sama seperti ketika Indonesia melawan Hong Kong dan Malaysia melawan Hong Kong. Laga dibuka oleh ganda campuran, diikuti tunggal putri, tunggal putra, ganda putri, dan ganda putra.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/f74c4bda45aca33ce0714ebc9e4dbfde-Saut_Latihan2_BAMTC2025_PBSI_20250212.jpg)
Itu menjadi salah satu dari tujuh order of play (urutan main) yang bisa diterapkan dalam kejuaraan beregu campuran. Skenario yang digunakan ditentukan oleh wasit turnamen setelah kedua tim memasukkan nama-nama atlet yang akan bertanding.
Malaysia akan mengandalkan ganda campuran karena diperkuat pasangan ranking keempat dunia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, selain Hoo Pang Ron/Cheng Yu Hsin. Goh/Lai mengalahkan Rinov/Lisa Ayu Kusumawati pada babak pertama India Terbuka, Januari.
Indonesia memiliki pilihan lain untuk menurunkan Dejan Ferdinansyah/Fadia. Akan tetapi, perlu perhitungan cermat untuk menetapkan strategi ini karena adanya kemungkinan Fadia diturunkan di ganda putri, nomor yang tak boleh lepas dari Indonesia.
Kalau dipercaya, saya siap turun melawan Malaysia.
Pada tunggal putra, Alwi Farhan unggul 3-2 atas Justin Hoh, sementara Yohanes Saut Marcellyno berbagi satu kemenangan dari dua pertemuan dengan pemain nomor tiga Malaysia itu. Namun, Malaysia masih memiliki tunggal putra nomor dua, Leong Jun Hao, yang disimpan saat melawan Hong Kong. Leong, yang berusia 25 tahun, memiliki lebih banyak pengalaman dibandingkan Alwi dan Saut dalam turnamen BWF World Tour, termasuk dalam ajang beregu.
Berdasarkan perbandingkan kekuatan dari empat sektor itu, ganda putra bisa menjadi nomor kunci untuk menentukan pemenang. Persaingan akan benar-benar ”panas” jika nomor ini dimainkan terakhir dan skor 2-2 dari empat laga sebelumnya.
Kedua tim mengandalkan pemain pelapis pada nomor ini karena Indonesia tak diperkuat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Malaysia pun tak membawa Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/eb18c756a1b49867ea25f7a1df361360-FikriDaniel_Latihan2_BAMTC2025_PBSI_20250212.jpg)
”Merah Putih” bisa menurunkan kembali Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin atau Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan untuk melawan Man Wei Chong/Tee Kai Wun. Pasangan Malaysia itu tampil baik pada awal 2025 dengan mencapai semifinal Malaysia Terbuka dan menjuarai Indonesia Masters.
Maka, siapa pun pasangan Indonesia yang diturunkan, harus bersiap menghadapi tekanan besar melawan Man/Tee. Apalagi, seperti dikatakan Fajar setelah dikalahkan Man/Tee pada final Indonesia Masters, ganda Malaysia ranking ke-12 dunia itu memiliki cara bermain yang lebih variatif dibandingkan dua seniornya.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar Alexey