Tanah Longsor Itu Kembali dan Merenggut Nyawa di Banjarnegara

Rekahan tanah di lokasi longsor Banjarnegara, Jateng, sudah muncul sejak 2017. Namun, hal itu tidak disadari. Kini, petaka muncul tanpa disangka-sangka.

18 Nov 2025 18:33 WIB · Lingkungan

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Oleh Ambrosius Harto

Duka dan ketakutan masih terpancar dari wajah para korban tanah longsor yang mengungsi ke Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025) petang. Di gedung itu, ada sekitar 120 warga yang mengungsi.

Mereka berasal dari Desa Pandanarum dan Desa Pringamba, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Para pengungsi itu merupakan warga terdampak tanah longsor yang terjadi pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

”Kejadiannya cepat banget, Mas. Tiba-tiba tanah longsor datang. Saya sedang di luar dekat rumah,” ujar Ruswanto (51), warga Dusun Situkung, Desa Pandanarum, saat ditemui pada Selasa.

Begitu mengetahui ada tanah longsor, Ruswanto bergegas kembali ke rumah untuk mencari anggota keluarganya. Mereka kemudian menyelamatkan diri ke kawasan hutan di perbukitan.

Tim SAR gabungan dan warga Sukarelawan mendatangi lokasi longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). Akses warga dan relawan menuju titik utama lokasi bencana dibatasi karena pergerakan tanah masih terus terjadi dan berisiko. Longsor yang terjadi pada 16 November 2025 mengakibatkan  2 warga meninggal dunia, sekitar 27 warga masih dalam pencarian, dan sedikitnya 823 jiwa mengungsi . 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Ruswanto termasuk dalam 10 warga yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR pada Minggu malam. Sebelum diselamatkan, mereka bertahan dari gempuran dingin kabut malam dan kengerian dalam ketidaktahuan. ”Saya enggak tahu nasib warga lainnya bagaimana,” ujarnya.

Oleh tim SAR, mereka dibawa ke lokasi pengungsian di Kantor Camat Pandanarum, lalu dipindahkan ke Gedung IPHI. Pada Senin (17/11/2025) petang, jumlah pengungsi di Gedung IPHI bertambah dengan kedatangan 41 warga lainnya yang dievakuasi dari hutan.

”Kalau enggak salah, tahun 2017 pernah longsor, tetapi cuma sampai lapangan, enggak kena rumah-rumah. Sekarang mengerikan, ada yang meninggal dan belum ketemu,” tutur Ruswanto.

Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Tanah Longsor Kecamatan Pandanarum, total warga yang terdampak bencana itu mencapai 937 orang. Hingga Selasa, terdapat dua korban meninggal, sedangkan 26 orang lainnya berstatus dalam pencarian. Sebanyak 15 sapi dan 125 kambing turut terdampak.

Tim SAR gabungan dan warga Sukarelawan mendatangi lokasi longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). Akses warga dan relawan menuju titik utama lokasi bencana dibatasi karena pergerakan tanah masih terus terjadi dan berisiko. Longsor yang terjadi pada 16 November 2025 mengakibatkan  2 warga meninggal dunia, sekitar 27 warga masih dalam pencarian, dan sedikitnya 823 jiwa mengungsi . 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Bencana tanah longsor itu juga mengakibatkan 48 rumah rusak berat. Adapun 134 rumah, 3 warung, dan 2 mushala mengalami rusak ringan. Longsoran tanah juga menimbun 800 meter jalan desa dan 670 meter saluran air.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memperkirakan, nilai kerusakan akibat bencana itu mencapai Rp 13,702 miliar. Adapun kerugian yang ditimbulkan senilai Rp 17,421 miliar sehingga total kerusakan dan kerugian mencapai Rp 31,123 miliar.

Komandan Tanggap Darurat Tanah Longsor Kecamatan Pandanarum Letnan Kolonel (CZI) Teguh Prasetyanto mengungkapkan, sampai Selasa, ada dua warga yang ditemukan meninggal akibat bencana itu. Dua korban tersebut merupakan perempuan.

Korban pertama ialah Darti, warga RT 004 RW 003 Dusun Situkung, yang ditemukan dalam kondisi meninggal di Sektor C Operasi SAR pada Senin (17/11/2025). Korban kedua adalah Lewih, warga RT 002 RW 003 Dusun Situkung, yang dievakuasi dari Sektor C, tetapi meninggal dalam penanganan di Rumah Sakit Umum Daerah Hj Anna Lasmanah, Banjarnegara.

Tim SAR gabungan dan warga Sukarelawan mendatangi lokasi longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). Akses warga dan relawan menuju titik utama lokasi bencana dibatasi karena pergerakan tanah masih terus terjadi dan berisiko. Longsor yang terjadi pada 16 November 2025 mengakibatkan  2 warga meninggal dunia, sekitar 27 warga masih dalam pencarian, dan sedikitnya 823 jiwa mengungsi . 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

”Sebanyak 26 jiwa berstatus dalam pencarian atau belum diketahui nasibnya,” ujar Teguh yang merupakan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0704/Banjarnegara.

Sementara itu, 931 warga Pandanarum mengungsi di lima lokasi, antara lain di Gedung IPHI dan Gedung Olahraga Desa Pringamba.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana selaku Penanggung Jawab Pos Komando Tanggap Darurat mengatakan, petugas menerjunkan setidaknya empat ekskavator untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang Budiono, lokasi bencana dibagi dalam sektor A, B, dan C untuk operasi SAR. ”Hari ini operasi SAR belum dapat mengevakuasi korban. Kami menghadapi kendala tanah longsor sewaktu-waktu,” ujarnya.

Pemandangan dari udara lokasi longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). Akses warga dan relawan menuju titik utama lokasi bencana dibatasi karena pergerakan tanah masih terus terjadi dan berisiko. Longsor yang terjadi pada 16 November 2025 mengakibatkan  2 warga meninggal dunia, sekitar 27 warga masih dalam pencarian, dan sedikitnya 823 jiwa mengungsi . 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

10,7 hektar

Berdasarkan laporan asesmen kebencanaan di Pos Komando Tanggap Darurat, cakupan tanah longsor seluas 10,7 hektar. Bentang tanah longsor dari mahkota di Bukit Guntur sampai lokasi terjauh sepanjang 1 kilometer.

Lokasi tanah longsor berada dalam kemiringan sedang sampai ekstrem. Di bagian mahkota atau puncak longsoran, kemiringannya 80 derajat. Di dekatnya berupa persawahan dengan sistem terasering dan satuan-satuan permukiman atau hunian berkelompok.

Asesmen itu juga menyatakan, kondisi geologi lokasi tanah longsor ialah batu pasir, batu lempung, dan breksi andesit. Lapisan tanah ini terbentuk amat lama dari sedimentasi di mana bagian tanah longsor mengalami pelapukan amat tinggi.

Sesuai data geologi Banjarnegara-Pemalang, lokasi tanah longsor itu tidak masuk dalam sesar atau zona patahan aktif. Namun, diketahui ada rekahan atau patahan baru dan terus berkembang. Di musim hujan, rekahan menjadi jenuh air dan rentan bergerak, yakni debris slide menjadi debris flow yang bercampur pelbagai material dengan volume air tinggi.

Sukarelawan membantu warga mengevakuasi barang berharga dari lokasi longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). Akses warga dan relawan menuju titik utama lokasi bencana dibatasi karena pergerakan tanah masih terus terjadi dan berisiko. Longsor yang terjadi pada 16 November 2025 mengakibatkan  2 warga meninggal dunia, sekitar 27 warga masih dalam pencarian, dan sedikitnya 823 jiwa mengungsi . 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara Junaedi mengatakan, retakan atau rekahan tanah di lokasi itu sudah muncul sejak 2017. ”Tetapi, tidak disadari dan tidak dilaporkan oleh masyarakat,” katanya.

Pada tahun itu, tanah longsor pernah menerjang Dusun Situkung, tetapi material tak sampai menerjang permukiman. Namun, hujan yang rutin turun bertahun-tahun mengakibatkan tanah menjadi amat jenuh air, rentan longsor, dan membahayakan keselamatan.

”Situasi ini kurang disadari dan memang di sini belum terpasang alat EWS (early warning system/sistem peringatan dini),” ujar Junaidi.

Quote

Kalau enggak salah, tahun 2017 pernah longsor, tetapi cuma sampai lapangan, enggak kena rumah-rumah. Sekarang mengerikan, ada yang meninggal dan belum ketemu.

Tim SAR gabungan dan warga Sukarelawan mendatangi lokasi longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). Akses warga dan relawan menuju titik utama lokasi bencana dibatasi karena pergerakan tanah masih terus terjadi dan berisiko. Longsor yang terjadi pada 16 November 2025 mengakibatkan  2 warga meninggal dunia, sekitar 27 warga masih dalam pencarian, dan sedikitnya 823 jiwa mengungsi . 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Bencana tanah longsor yang berdampak fatal beberapa kali terjadi di Banjarnegara. Pada 12 Desember 2014, Bukit Telaga Lele di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, runtuh sekitar pukul 17.30.

Bencana tanah longsor tersebut menerjang dusun yang dihuni sekitar 300 orang dari 53 keluarga. Bencana mengakibatkan kematian 95 orang yang ditemukan dan 13 korban dinyatakan hilang.

Kini, bencana tanah longsor kembali terjadi di Banjarnegara hingga membawa duka dan kematian....


Kerabat Kerja

Penulis:

Ambrosius Harto
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati