LIGA INGGRIS

Tanda Tanya Sebelas Pertama Arsenal

Arteta dihadapkan dilema sebelas pertama Arsenal jelang menjamu Everton. Setelah rentetan penampilan kurang berkesan, sang manajer semestinya mencoba formula baru.

13 Mar 2026 19:19 WIB · Olahraga

AFP/INA FASSBENDER

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, JUMAT — Tren penurunan performa Arsenal berhubungan erat dengan masalah pada formula sebelas pertama tim. Manajer Mikel Arteta belum mampu menemukan kombinasi starter terbaik di seperempat akhir musim. Arsenal pun seperti dipaksa bereksperimen di tengah situasi yang memerlukan stabilitas.

Sudah terlalu lama sejak Arsenal tampil impresif dalam sebuah laga. Itu terjadi pada akhir Februari saat mereka menang 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam derbi London Utara. Sebagai konteks, Tottenham merupakan tim dengan tren hasil terburuk di Liga Inggris sejak pergantian tahun.

Arsenal tetap mampu mendapatkan hasil positif setelah itu, tetapi performa mereka jauh di bawah standar. Tim pemuncak klasemen liga itu bermain sangat pasif, minim intensitas, dan kurang efisien dalam empat laga terakhir. ”Jelas, eksekusi kami harus lebih baik lagi di lapangan,” kata Arteta.

Kekhawatiran semakin membesar terhadap Arsenal. Sebab, semua laga belakangan ini ditentukan dengan margin yang sangat tipis, terutama di laga terakhir. Mereka beruntung bisa membawa hasil imbang 1-1 dari markas Bayer Leverkusen dalam babak 16 besar Liga Champions. Itu pun dari hadiah gol penalti di pengujung laga.

Arsenal's Kai Havertz, center, celebrates reserved beside Arsenal's Declan Rice, right, and Arsenal's Martin Zubimendi, left, after scoring a penalty against his former club during the Champions League round of 16 first leg soccer match between Bayer Leverkusen and Arsenal FC in Leverkusen, Germany, Wednesday, March 11, 2026. (AP Photo/Martin Meissner)

Pendekatan pragmatis Arteta yang mengutamakan kontrol memang berpengaruh. Namun, Arsenal tidak semestinya bermain seburuk itu dengan kualitas skuad mentereng seperti saat ini. Masalah utama mereka adalah penurunan performa di level individu, contohnya penyerang sayap andalan Bukayo Saka.

Saka berkali-kali gagal mengeksekusi umpan mudah dan kehilangan bola saat menghadapi Leverkusen. Penampilan buruk itu yang membuat sang bintang tim nasional Inggris diganti tepat setelah satu jam berlalu. Penggantinya, Noni Madueke, justru mampu tampil impresif dan menjadi penyelamat tim di pengujung laga.

”Noni telah berkontribusi dan menjadi ancaman nyata (belakangan ini). Saya sama sekali tidak terkejut karena dia adalah pemain berkualitas. Dia sangat berani melakukan itu (penetrasi). Ketika dibutuhkan, dia selalu bisa memberikan pengaruh dengan kelebihannya,” kata Arteta.

Arteta pun dihadapkan dilema jelang menjamu Everton di Stadion Emirates, London, Minggu (15/3/2026) pukul 00.30 WIB. Sang manajer sepertinya perlu mencoba kombinasi starter baru. Banyak pemain di bangku cadangan yang bisa memberikan pengaruh instan saat ini, salah satunya Madueke.

Sejak awal musim, Arteta sangat sering memainkan Saka dan striker Viktor Gyokeres bersamaan sebagai starter. Padahal, mereka selalu terlihat kurang padu di lapangan. Kelebihan utama Saka adalah umpan silang dari sisi sayap, sementara Gyokeres bukanlah penyerang yang andal dalam duel udara.

Arsenal's English midfielder #20 Noni Madueke runs with the ball during the UEFA Champions League, Last 16, first-leg football match Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal in Leverkusen, western Germany, on March 11, 2026. (Photo by INA FASSBENDER / AFP)

Pilihannya hanya ada dua bagi Arteta, antara mencadangkan Saka atau Gyokeres. Jika ingin pilihan aman, Gyokeres bisa digantikan lebih dulu oleh Kai Havertz yang sudah pulih dari cedera. Kombinasi Saka dan Havertz sudah terbukti jitu pada beberapa musim sebelumnya, khususnya di musim 2023-2024.

Kombinasi di lini tengah ”Si Meriam” juga butuh penyegaran. Duet Declan Rice dan Martin Zubimendi sangat datar belakangan ini. Mereka kesulitan menghasilkan progresi ke sepertiga akhir ketika ditekan lawan. Zubimendi yang memberikan ketenangan di lini tengah tim pada paruh pertama musim, mulai sering membuat kesalahan dasar.

Penurunan itu dipengaruhi faktor kelelahan fisik dan mental. Zubimendi merupakan pemain selain kiper yang mencatat jumlah menit terbanyak dalam skuad Arsenal pada musim ini, 3.337 menit. Dengan jadwal padat sepekan ke depan, sangat bijak untuk memainkan gelandang pelapis Christian Norgaard.

Di sisi kiri, bek sayap Piero Hincapie mampu memberikan keseimbangan dalam bertahan. Namun, dia tidak terlalu berpengaruh di sepertiga akhir lawan, tidak seperti Riccardo Calafiori. Arsenal membutuhkan kreativitas di sisi kiri karena belakangan ini terlalu mengandalkan sisi kanan yang diisi Saka.

Banyak hal yang layak dicoba Arsenal. Mereka perlu segera memperbaiki performa karena sudah dinanti Everton di momen krusial perburuan juara liga. Seperti diketahui, Everton datang dengan rekor tandang terbaik keempat di liga. Everton juga sukses menahan imbang Arsenal dalam kunjungan terakhir ke Stadion Emirates, Desember 2024.

Gelandang Arsenal Kai Havertz mencetak gol kedua dalam pertandingan pekan terakhir Liga Inggris antara Arsenal dan Everton di Stadion Emirates, London, Minggu (19/5/2024). Arsenal mengalahkan Everton dengan skor, 2-1. **Arsenal's German midfielder #29 Kai Havertz (C) scores their secod goal during the English Premier League football match between Arsenal and Everton at the Emirates Stadium in London on May 19, 2024. (Photo by Adrian DENNIS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Terlepas dari tren menurun Arsenal, Pelatih Everton David Moyes tetap bertamu dengan rasa segan. ”Saya mendengar banyak kritik terhadap mereka, tetapi Mikel melakukan pekerjaan yang brilian. Mereka adalah tim terbaik atau dua teratas di Eropa saat ini. Itu akan menjadi laga yang sulit buat kami,” kata Moyes yang pernah melatih Arteta.

Fase sulit Arsenal tidak lepas dari rentetan delapan laga tandang dalam 12 pertandingan terakhir. Kini, mereka akan menghadapi lebih banyak laga kandang di sisa musim. Adapun rekor kandang Arsenal sangat cemerlang di seluruh kompetisi sepanjang musim ini, 19 kali menang dari 22 laga. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan