Tanggapi Konflik Thailand-Kamboja, Ramos-Horta Ingatkan Pentingnya Persatuan ASEAN

Presiden Timor Leste Ramos-Horta menyebut, persatuan negara-negara anggota ASEAN penting untuk menguatkan ASEAN sekaligus menjaga kepentingan bersama anggotanya.

31 Jul 2025 15:43 WIB · Internasional

Oleh Haris Firdaus

SLEMAN, KOMPAS — Di tengah konflik antara Thailand dan Kamboja, Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di antara negara-negara anggota ASEAN. Persatuan tersebut penting untuk menguatkan ASEAN sekaligus menjaga kepentingan bersama negara-negara anggotanya.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Ramos-Horta seusai menjadi pembicara dalam kuliah umum di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (31/7/2025).

Saat ditanya soal konflik Thailand-Kamboja, Ramos-Horta mengapresiasi Perdana Menteri Anwar Ibrahim, selaku Ketua ASEAN, yang telah mengambil inisiatif cepat untuk mendorong kedua pihak berdialog. Apalagi, dalam pertemuan yang difasilitasi Anwar itu, Thailand-Kamboja telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata.

”Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih dan memberi selamat kepada Perdana Menteri Anwar, Ketua ASEAN, atas inisiatif cepatnya dalam mendorong kedua pihak untuk berdialog. Dan secara cepat menyepakati penghentian permusuhan serta memulai dialog untuk menangani akar permasalahan situasi ini,” tuturnya.

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menyampaikan kuliah umum di Ruang Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (31/7/2025). Penerima Nobel Perdamaian tersebut menyampaikan kuliah umum tentang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kewirausahaan sosial, dan perdamaian, dalam kunjungan keempatnya ke Yogyakarta itu.

Ramos-Horta juga menyebut, ASEAN memiliki peran sentral di dunia internasional. Oleh karena itu, dia menyatakan, negara-negara anggota ASEAN harus bersama-sama menjaga kesatuan di kawasan itu.

”ASEAN tetap sangat sentral, bahwa kita semua bekerja keras untuk menjaga kesatuan demi kepentingan kawasan dan demi kepentingan semua anggota,” ujarnya.

Dia menambahkan, ASEAN merupakan kawasan yang sangat strategis, baik dari sisi maritim maupun wilayah udara. Apalagi, ASEAN juga memiliki sumber daya yang melimpah serta penduduk dengan jumlah besar, sekitar 700 juta orang.

Oleh karena itu, negara-negara anggota ASEAN merupakan partner penting bagi negara dari kawasan lain. Dengan kondisi itu, negara-negara ASEAN mesti bersatu agar bisa menjadi lebih kuat.

”ASEAN adalah mitra internasional yang sangat penting dan kita hanya bisa menjadi kuat jika kita bersatu. Itu sangat penting, semua orang harus mengingat hal itu,” kata Ramos-Horta.

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta (tengah) menggelar jumpa pers setelah menyampaikan kuliah umum di Ruang Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (31/7/2025). Ramos-Horta Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno (kanan) dan Rektor UGM Ova Emilia. Penerima Nobel Perdamaian Jose Ramos-Horta menyampaikan kuliah umum tentang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kewirausahaan sosial, dan perdamaian, dalam kunjungan keempatnya ke Yogyakarta itu.

Hubungan dengan Indonesia

Dalam kesempatan itu, Ramos-Horta juga menyinggung ihwal kerja sama dengan Indonesia. Dia menyebut, Timor Leste berkomitmen meningkatkan dan memperluas kemitraan dengan Indonesia.

Menurut dia, Timor Leste dan Indonesia telah memiliki hubungan yang sangat kuat dalam bidang perdagangan. Bahkan, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar Timor Leste.

”Sekitar 70 persen dari perdagangan kami adalah dengan Indonesia dan sebagian besar bersifat satu arah. Artinya, kami mengimpor. Sementara, kami hampir tidak mengekspor apa pun ke Indonesia,” paparnya.

Ramos-Horta memaparkan, Timor Leste juga ingin mengundang lebih banyak investor Indonesia untuk berinvestasi di negara tersebut, terutama dalam bidang pariwisata, pertanian, dan perikanan.

Dia menyebut, sudah ada kelompok investor asal Indonesia yang mendapat izin untuk membangun hotel bintang lima dan pusat konvensi di Dili, ibu kota Timor Leste. Selain itu, ada juga investor lain yang mendapat izin untuk mengembangkan peternakan sapi di Kota Suai, Timor Leste, untuk diekspor ke Indonesia.

Kantor Bank Rakyat Indonesia di Dili, Timor Leste, pada Rabu (11/9/2024).

Di tingkat internasional, kata Ramos-Horta, Timor Leste selalu berupaya untuk berkoordinasi atau mengikuti isu-isu regional dan internasional bersama Indonesia.

”Dan sekarang, ketika kami bergabung dengan ASEAN, kami akan terus berupaya berkoordinasi dan menyelaraskan pandangan serta posisi kami dengan ASEAN,” tuturnya.

Ramos-Horta menambahkan, kerja sama bidang pendidikan juga menjadi salah satu elemen terpenting dalam hubungan Timor Leste dan Indonesia. Hubungan dalam bidang pendidikan itu, antara lain, terjalin dengan UGM karena banyak mahasiswa Timor Leste yang kuliah di universitas tersebut.

Quote

Ada hubungan yang sangat kuat antara Indonesia dan Timor Leste melalui pendidikan

Menurut dia, saat ini, ada lebih dari 200 mahasiswa asal Timor Leste yang kuliah di UGM. Selain itu, ada sedikitnya 3.000 orang dari Timor Leste yang merupakan alumni UGM.

”Jadi, UGM menjadi universitas yang istimewa bagi Timor Leste dan kami bisa memperluas kerja sama ini di masa depan,” ungkapnya.

Lebih dari 700.000 umat Katolik Timor Leste memadati lapangan Tasitolu, Dili, Timor Leste pada Selasa (10/9/2024). Mereka hadir untuk menghadiri misa akbar bersama Paus Fransiskus. KOMPAS/B Josie Susilo Hardianto

Ramos-Horta mengatakan, dia sendiri ingin mengambil keputusan untuk meningkatkan kerja sama bidang pendidikan itu. Namun, dalam sistem politik di Timor Leste, perdana menteri yang berhak mengambil keputusan semacam itu.

Meski begitu, Ramos-Horta menyebut, dirinya dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao hampir selalu sepakat dalam segala hal, baik urusan dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, kerja sama bidang pendidikan antara Timor Leste dan Indonesia pun diharapkan bisa dikuatkan.

”Jadi, kerja sama dengan Indonesia adalah prioritas utama dan kerja sama di bidang pendidikan dengan Indonesia juga merupakan salah satu elemen terpenting dalam hubungan kami,” ujarnya.

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, dan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia tahun 2018-2023 Todung Mulya Lubis (dari kiri) mendengarkan paparan dari Rektor UGM Ova Emilia menjelang  penyampaian  kuliah umum oleh Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta di Ruang Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (31/7/2025). Penerima Nobel Perdamaian tersebut menyampaikan kuliah umum tentang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kewirausahaan sosial, dan perdamaian, dalam kunjungan keempatnya ke Yogyakarta itu.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menyatakan, Indonesia dan Timor Leste memiliki hubungan yang sangat kuat dalam beragam bidang. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Hal ini karena banyak mahasiswa Timor Leste yang kuliah di Indonesia, termasuk UGM.

”Ada hubungan yang sangat kuat antara Indonesia dan Timor Leste melalui pendidikan,” tuturnya.

Arif menambahkan, Indonesia dan Timor Leste juga memiliki hubungan kuat dalam upaya membangun perdamaian. Menurut dia, Indonesia dan Timor Leste bisa berbagi kisah mengenai sejarah kedua negara, komitmen untuk mewujudkan perdamaian di kawasan, serta pelajaran terkait rekonsiliasi.

Arif juga menyebut, kedua negara juga mempunyai hubungan kuat dalam bidang kerja sama perekonomian. Kerja sama itu pun sama-sama menguntungkan Indonesia dan Timor Leste.

Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia mengatakan, pihaknya telah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan para alumni kampus tersebut di Timor Leste. Salah satu yang dibahas adalah kemungkinan UGM melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) internasional di Timor Leste.

”Program KKN UGM secara konsisten ditujukan untuk menangani permasalahan masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan nasional,” ujar Ova.


Kerabat Kerja

Penulis:

Haris Firdaus
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul