PSG harus bermain tanpa dua penyerang terbaiknya, Ousmane Dembele dan Desire Doue, saat menjamu Atalanta pada laga perdana Liga Champions.
17 Sep 2025 12:20 WIB · Olahraga
PARIS, RABU — Juara bertahan Paris St Germain dihantam badai cedera terhadap sejumlah pemain bintangnya jelang laga perdana Liga Champions musim ini. Pasukan Luis Enrique akan mengawali upaya mempertahankan trofi ”Si Kuping Lebar” dengan menjamu Atalanta di Parc des Princes, Paris, Kamis (18/9/2025) pukul 02.00 WIB.
Cedera dialami dua penyerang utama PSG, yaitu Ousmane Dembele dan Desire Doue, saat memperkuat tim nasional Perancis pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Dembele harus absen sekitar enam pekan karena cedera hamstring, sedangkan Doue harus menjalani perawatan empat pekan karena cedera otot betis.
Meski demikian, Pelatih Enrique menyatakan timnya tetap yakin mampu mempertahankan gelar. ”Saat ini kami lebih percaya diri dibanding tahun lalu di Liga Champions,” kata Enrique.
Tanpa dua penyerang yang menjadi kunci saat mereka merebut gelar treble musim 2024-2025 itu, PSG tetap berbahaya. Mereka masih memiliki Bradley Barcola yang juga tajam sebagai ujung tombak. Selain itu, Enrique juga bisa mengandalkan Goncalo Ramos di lini depan.
PSG mengawali kompetisi Ligue 1 dengan sempurna, meraih empat kemenangan dari empat laga. Terakhir, mereka mengalahkan Lens, 2-0, berkat dua gol dari Barcola.
Cedera dua pemain utama itu adalah pukulan telak bagi PSG. Mereka pun geram dengan Federasi Sepak Bola Perancis (FFP) karena mengabaikan kesehatan dua pemain mereka saat bertanding melawan Ukraina. Padahal, cedera tersebut bisa dihindari jika timnas lebih peka terhadap kondisi sang pemain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/12/bf997dc8492935dbace2c2a383eb24c0-cropped_image.jpg)
PSG sampai mengirim surat kepada FFP yang isinya meminta agar lebih ”transparan dan kolaboratif” terkait protokol medis antara klub dan tim nasional. ”Klub menyesalkan bahwa rekomendasi medis tidak dipertimbangkan oleh staf medis timnas Perancis dan tidak adanya konsultasi dengan tim medis klub.”
Selain Dembele dan Doue, PSG juga dipastikan tidak akan diperkuat oleh bek Lucas Beraldo karena masalah pergelangan kaki.
PSG juga terancam kehilangan penyerang sayap Khvicha Kvaratskhelia karena cedera. Pemain asal Georgia itu menjalani latihan secara terpisah dengan rekan-rekannya jelang laga Liga Champions. Kvaratskhelia mengalami cedera saat laga Ligue 1 melawan Lens.
Tiga kekalahan dan satu kali imbang pada fase liga musim lalu membuat PSG menempati posisi di luar delapan besar. Mereka harus menjalani partai playoff demi masuk ke fase gugur.
Berbanding terbalik dengan fase liga, Dembele dan kawan-kawan tampil brilian sepanjang babak gugur sehingga berhasil mencapai final. Pada laga puncak, mereka mengalahkan Inter Milan dengan skor telak, 5-0.
”Tahun lalu momennya pelik karena kurangnya efisiensi. Tapi, itu proses normal tim yang ingin berkembang. Bagi saya, lebih sulit memenangkan yang pertama daripada yang kedua atau ketiga,” ujar Enrique.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/ec4ed3106bd9f8e0c32f321c31d09733-wires_photo_2025_09_17T113745.551.jpg)
Menurut Enrique, meraih gelar pertama selalu sangt sulit karena para pemain berpikir mereka tidak akan mampu memenanginya. ”Tapi, kami menunjukkan jalannya. Sekarang, seluruh PSG dan para pemain muda ingin menang, mereka tahu mereka mampu,” ujar Enrique.
Selain menjadi juara Liga Champions, PSG juga berhasil mencapai final Piala Dunia Antarklub, Juli lalu. Akan tetapi, mereka kalah 0-3 dari Chelsea.
”Mentalitas saya adalah terus berkembang, untuk menunjukkan kepada para pemain bahwa tidak ada ketenangan, atau rasa puas diri, kita harus terus berpikir untuk menjadi lebih baik,” kata sang pelatih.
”Tujuan kami adalah mencetak sejarah lagi dan memenangi gelar Liga Champions dua kali beruntun. Kami harus ambisius,” ujar pelatih asal Spanyol ini.
Sementara itu, Atalanta akan berupaya membendung juara bertahan dengan pelatih baru yang untuk pertama kalinya menjalani laga Liga Champions. Atalanta menunjuk Pelatih Ivan Juric setelah kepergian Guan Piero Gasperini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/d7b9de5b6c67bcacfc6b692032773e20-wires_photo_2025_09_17T113802.842.jpg)
”Pelatih mereka berubah, jadi akan sulit untuk memprediksi bagaimana mereka akan bermain. Tapi, seperti musim lalu, kita bicara soal tim kuat dan pemain berkualitas,” ujar Enrique.
Juric mengatakan, mereka membutuhkan keberanian untuk bermain saat menghadapi PSG. ”Kami mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi mereka dan berharap bisa tampil bagus. Kami butuh keberanian, kami tahu kekuatan mereka terletak pada umpan dan kecepatan dalam menyerang,” kata Juric. (AP/AFP)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Antonius Tomy TrinugrohoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto