Tanpa Pemain Cetak Gol, Arsenal Tetap Menang dan Nyaman di Puncak Klasemen

Dua gol bunuh diri membantu Arsenal kembali ke jalur kemenangan di Liga Inggris. Tekanan diberikan ”Si Meriam” kepada Manchester City dan Aston Villa.

14 Des 2025 06:41 WIB · Olahraga

AP Photo/Richard Pelham

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LONDON, MINGGU — Laga unik tersaji di Stadion Emirates, Minggu (14/12/2025) dini hari WIB. Tiga pemain Wolverhampton Wanderes mencetak gol, tetapi tiga poin milik Arsenal.

Ya, Arsenal mengalahkan Wolves, tim juru kunci, dengan skor 2-1. Tidak ada pemain Arsenal yang mencatatkan nama di papan skor.

Serangan bertubi-tubi Arsenal berbuah hasil ketika laga memasuki menit ke-70. Eksekusi sepak pojok in-swing Bukayo Saka menyebabkan kiper Wolves, Sam Johnstone, melakukan blunder. Ia membelokkan bola dengan sentuhan jarinya sehingga menggetarkan jala gawang sendiri.

Wolves nyaris menyajikan salah satu kejutan terbesar di Liga Inggris musim ini. Pemain pengganti, Tolu Arokodore, menyamakan skor melalui serangan balik cepat di menit 90+1. Itu adalah peluang bersih satu-satunya tim tamu.

Namun, gol perdana Arokodore di Liga Inggris tidak mampu membantu Wolves membawa pulang satu poin dari kandang pemuncak klasemen. Bek Wolves, Yerson Mosquera, melenyapkan poin berharga timnya lewat gol bunuh diri di menit 90+4.

Lagi-lagi Saka menjadi auktor intelektualis blunder pemain bertahan Wolves. Alih-alih menyapu umpan silang Saka dan menghalau jangkauan Gabriel Jesus, Mosquera justru membelokkan arah bola dengan sundulan ke gawang sendiri.

Britain Premier League Soccer

Kemenangan unik itu membantu Arsenal kembali ke jalur kemenangan di kancah domestik. Pada pekan lalu, mereka menderita kekalahan dari Aston Villa.

Tiga poin dari duel menghadapi Wolves membantu ”Si Meriam” memberikan tekanan kepada pesaing terdekat, Manchester City. Arsenal kembali unggul lima poin atas City dan enam poin atas Villa. Kedua tim itu wajib menang, Minggu malam, demi merapatkan gap poin dengan anak asuhan Mikel Arteta.

”Terkadang kami butuh keberuntungan. Kali ini, hal itu berada di sisi kami,” ucap Saka menilai kemenangan timnya seperti dilansir Football London.

Saka mengungkapkan rasa frustrasi dirasakan skuad Arsenal terutama ketika tanpa hasil di babak pertama. Wolves menjadi tim kedua yang mampu menahan Arsenal imbang nirgol di Emirates pada musim ini. Catatan itu serupa dengan yang dilakukan Manchester City pada 21 September lalu.

”Pesan kepada teman-teman bahwa kami harus bersabar dan mencoba banyak variasi serangan. Akhirnya, kami mendapatkan ganjarannya,” kata Saka.

”Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di bulan Mei, tetapi kami aman menikmati hasil ini. Kami memiliki waktu satu pekan untuk beristirahat hingga pekan depan,” tambahnya.

Gelandang Arsenal, Martin Odegaard, menendang bola saat laga Liga Inggris lawan Wolverhampton Wanderers di London, Minggu (14/12/2025) dini hari WIB.

Kelelahan mental

Memasuki bulan Desember, skuad Si Meriam mulai terlihat mengalami kelelahan mental. Laga intens dalam waktu singkat membuat sejumlah pemain kehilangan sentuhan terbaik mereka meskipun telah berusaha tampil maksimal.

Koleksi 69 persen penguasaan bola gagal memberikan kemenangan meyakinkan untuk Arsenal. Sebanyak 16 tembakan yang dikreasikan hanya berbuah 1,02 expected goals (xG).

Itu menandakan buruknya kualitas serangan. Di sisi lain, pemain Arsenal juga tampil tidak kreatif seperti biasanya.

Mereka kehabisan akal untuk menembus pertahanan blok rendah Wolves. Arsenal hanya menghasilkan dua tembakan tepat sasaran dalam pertandingan yang sangat mereka dikuasai itu.

Padahal, Arteta telah mengerahkan seluruh pemain menyerang terbaiknya. Martin Odegaard, Leandro Trossard, dan Mikel Merino dimasukkan pada menit ke-68 untuk mengakhiri serangan nan buntu. Gabriel Jesus menyusul di menit ke-81 untuk menggantikan Viktor Gyokeres.

Striker Arsenal, Viktor Gyokeres (kiri), menyundul bola saat laga Liga Inggris lawan Wolverhampton Wanderers di London, Minggu (14/12/2025) dini hari WIB.

”Perjalanan pertandingan seperti kereta luncur. Semakin lama laga berjalan, mereka memiliki harapan sehingga kami perlu melakukan akselerasi dan mengambil risiko. Ada masa kami tampil pasif yang menyebabkan kemasukan,” kata Arteta kepada BBC.

”Kami terus menekan dan menemukan cara mencetak gol lewat koneksi Gabi (Jesus) dan Bukayo (Saka). Kami tentu senang karena itu cara bermain yang kami inginkan untuk membuahkan gol,” lanjut Arteta, juru taktik asal Spanyol.

Arteta bersyukur memiliki masa jeda satu pekan penuh untuk merenggangkan tekanan dan memberikan skuadnya istirahat. Selain itu, Arsenal juga akhirnya memiliki kesempatan lagi untuk berlatih secara intens. Dalam beberapa bulan terakhir, jeda antarlaga hanya berfungsi untuk pemulihan para pemain.

”Kami memiliki satu pekan bersih (dari laga). Lalu, kami akan berjuang di periode Natal. Kami tahu apa yang telah menanti kami,” tuturnya.

Laga terakhir sebelum Natal akan menghadapi Everton di Liga Inggris, lalu Si Meriam menjamu Crystal Palace di Piala Liga Inggris. Dua laga terakhir pada 2025 ditutup dengan gim kandang menghadapi dua tim tangguh, yaitu Brighton & Hove Albion dan Aston Villa.

Britain Premier League Soccer

Sementara itu, Manajer Wolves Rob Edwards menyebut hasil di Emirates membuat anak asuhannya terpukul. Mereka sangat kecewa hingga tidak percaya dengan hasil nirpoin dari London.

”Sangat sulit untuk membicarakan hasil saat ini. Kami menderita kekalahan akibat kesalahan kami sendiri. Anak-anak menerapkan rencana permainan dengan sangat baik,” ucap Edwards dilansir Sky Sports.

Arokodare mengatakan, banyak pembenahan yang harus dilakukan timnya untuk keluar dari posisi juru kunci. Satu hal yang menjadi perhatian Arokodare adalah lemahnya konsentrasi timnya di masa-masa akhir pertandingan.

”Itu hal yang harus kami perbaiki untuk tetap fokus hingga peluit akhir. Kami juga harus mencetak lebih banyak gol,” kata Arokodare, yang berpaspor Nigeria itu. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto