Tantangan AC Milan dari Tembok Pertahanan Muda Sassuolo

Jay Idzes, kapten timnas Indonesia, akan jadi andalan Sassuolo untuk bawa pulang poin di kandang AC Milan. Christian Pulisic andalan utama Milan jaga ”capolista”.

13 Des 2025 16:50 WIB · Olahraga

AP Photo/Antonio Calanni

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MILAN, SABTU — Posisi AC Milan di puncak klasemen akan diuji untuk menaklukkan kuartet pertahanan muda milik Sassuolo pada laga ke-15 Liga Italia, Minggu (14/12/2025) pukul 18.30 WIB, di Stadion San Siro. Jika teledor, ”I Rossoneri” berpeluang kehilangan poin penuh dan meruntuhkan mereka dari singgasana.

Sebanyak 14 laga telah berlalu di Liga Italia edisi 2025-2026. AC Milan konsisten menjaga persaingan di papan atas bersama Napoli, juara bertahan, dan Inter Milan, rival sekota. Milan adalah tim yang paling minim menderita kekalahan. Mereka baru satu kali mengakhiri pertandingan nirpoin.

Adapun Sassuolo adalah tim promosi dengan performa terbaik saat ini. Mereka duduk di peringkat kedelapan serta hanya terpaut empat poin dari zona antarklub Eropa di posisi keenam.

Milan dan Sassuolo terpaut 11 poin di klasemen sementara menjelang duel di San Siro. Meskipun ada disparitas besar dalam kualitas performa di musim ini, Milan tidak bisa menganggap remeh Sassuolo yang diasuh salah satu pahlawan tim nasional Italia di Piala Dunia 2006, Fabio Grosso.

Skuad Sassuolo tampil baik dalam bertahan yang menjadi poros utama permainan mereka. Mencatatkan expected goals against alias potensi kemasukan sebesar 19,7 gol. Nyatanya, mereka baru kebobolan 17 kali.

Kiper Arijanet Muric adalah sosok penting bagi pertahanan Sassuolo. Ia mengoleksi 3,6 penyelamatan per laga. Angka itu hanya kalah dari kiper Cremonese dan timnas Indonesia, Emil Audero (3,9 penyelamatan per laga), dan kiper Lazio, Ivan Provedel (3,8 penyelamatan per laga).

AC Milan's Rafael Leao celebrates after scoring the opening goal during the Serie A soccer match between AC Milan and Lazio, in Milan, Italy, Saturday, Nov. 29, 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Selain Muric, Sassuolo memiliki empat pemain belakang yang sudah 11 kali tampil bersama sejak sepak mula. Mereka adalah duet bek tengah, Tarik Muharemovic dan Jay Idzes, serta duo bek sayap, yakni Josh Doig di kiri dan Sebastian Walukiewicz di sisi kanan.

Jika dirata-rata, usia kuartet bek Sassuolo adalah yang termuda di Liga Italia musim ini. Usia tertua dari keempatnya ialah 25 tahun yang tersemat pada Idzes dan Walukiewicz. Doig berusia 23 tahun, sedangkan Muharemovic baru berumur 22 tahun.

Dengan usia muda, empat bek itu telah membuktikan kemampuan mereka bersaing di Liga Italia yang dikenal dengan permainan defensif brilian. Dalam sejumlah catatan statistik, Sassuolo memiliki performa yang apik.

Mereka masuk dalam 10 besar sejumlah catatan bertahan, seperti sapuan per gim (23,9) dan intersep per laga (7,6). Performa itu membantu Sassuolo telah mengoleksi empat laga tanpa kemasukan.

Namun, di sisi lain, kesalahan juga masih kerap dilakukan pemain belakang Sassuolo. Mereka sudah tiga kali melakukan pelanggaran berbuah penalti untuk tim lawan. Hanya Udinese yang mencatatkan hukuman penalti lebih banyak daripada mereka degan lima kali.

”Kami memiliki empat bek yang mampu menjalankan rencana permainan bertahan. Selain itu, mereka juga membantu tim untuk memulai serangan,” ujar Grosso, dilansir kantor berita Italia, ANSA, Sabtu (13/12/2025).

Lazio's Matteo Guendouzi, left, fights for the ball with Sassuolo's Nemanja Matic during the Serie A soccer match between Sassuolo and Lazio at the Mapei stadium in Reggio Emilia, Italy, Sunday, Sept. 14, 2025. (Michele Nucci/LaPresse via AP)

Grosso mengakui, laga menghadapi Milan akan menjadi salah satu laga tersulit bagi timnya di Liga Italia, musim ini. Meski begitu, ia optimistis Sassuolo akan memberikan perlawanan sengit dengan tujuan membawa pulang poin dari San Siro.

”Kami tahu akan menjalani tantangan berat. Namun, kami memiliki kartu yang akan kami keluarkan untuk meredam dan mengejutkan Milan”, ucap Grosso.

Potensi Sassuolo untuk hadirkan kejutan bukan hal yang mustahil. Dalam lima duel terakhir di San Siro pada ajang Liga Italia, Sassuolo mengemas tiga kemenangan, sekali seri, dan hanya satu kali menderita kekalahan dari tim tuan rumah.

Tren nirkalah

Milan menyambut Sassuolo dengan tren nirkalah terbaik sejak 2020-2021. Sudah 13 pertandingan dilalui AC Milan tanpa kehilangan poin. Mereka belum pernah tumbang sejak kalah 1-2 dari Cremonese pada gim pembuka musim ini.

Rafael Leao dan kawan-kawan juga telah membuktikan mental pemenang mereka berkat hasil positif menghadapi tim-tim besar, seperti Napoli (2-1), AS Roma (1-0), Inter Milan (1-0), dan Lazio (1-0).

AC Milan's Italian coach Massimiliano Allegri reacts during the Italian Serie A football match between AC Milan and Cremonese at San Siro stadium in Milan, on August 23, 2025. (Photo by PIERO CRUCIATTI / AFP)

Di tengah performa nirkalah itu, Pelatih Milan Massimiliano Allegri mengingatkan, kemenangan yang diraih anak asuhannya tidak diraih dengan mudah. Setiap koleksi tiga poin, lanjutnya, didasari kerja keras dan penampilan kolektif yang baik dari semua pemain.

”Kami membutuhkan kemenangan karena itu membawa kami melangkah lebih jauh dalam persaingan di papan klasemen. Kami harus melanjutkan performa sebagai sebuah tim dan memasuki lapangan dengan sikap respek kepada lawan”, ujar Allegri yang enggan meremehkan Sassuolo, seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.

AC Milan berpeluang tidak bisa memainkan Leao yang menderita cedera pada gim kontra Torino, akhir pekan lalu. Kondisi itu membuka kesempatan kepada Christian Pulisic untuk tampil sejak sepak mula.

Pulisic, penyerang asal Amerika Serikat, adalah pemuncak daftar pencetak gol terbanyak Liga Italia 2025-2026. Ia sudah mencetak tujuh gol dari sembilan penampilan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto