Meksiko, Kanada, Uni Eropa, dan negara lain menganggap kenaikan tarif impor AS tidak adil. Beberapa negara berencana membalas.
12 Feb 2025 10:35 WIB · Internasional
WASHINGTON, RABU — Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa mengecam penetapan tarif pada baja dan aluminium oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (11/2/2025). Negara-negara di seluruh dunia pun bersiap mendengar lebih banyak pengumuman soal bea impor baru dari Trump. Di AS, banyak bisnis terdampak oleh tarif.
Trump mengumumkan kenaikan tarif impor baja dan aluminium sebesar 25 persen dari sebelumnya 10 persen, Senin (10/2/2025). Australia, Argentina, Brasil, Inggris, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, dan Uni Eropa menjadi sasaran kebijakan ini. Tarif akan berlaku efektif pada 12 Maret 2025.
Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard menyebut keputusan tarif itu ”tidak dapat dibenarkan” dan ”tidak adil”. AS tercatat memiliki surplus perdagangan dengan Meksiko untuk baja dan alumunium, yaitu hampir 6,9 miliar dollar AS pada 2024. Belum jelas apakah Meksiko akan balik mengenakan tarif balasan pada baja atau aluminium yang diimpor dari AS.
”Tarif itu tidak dapat dibenarkan. Tarif itu tidak adil menurut argumen Presiden Trump sendiri. Karena, saya ulangi, Meksiko memiliki lebih banyak impor baja daripada ekspor,” kata Ebrard.
Senada, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan kebijakan tarif itu ”tidak dapat diterima”. Kanada, jika diperlukan, akan memberi tanggapan tegas dan jelas.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut mengecam dan menyesalkan keputusan Trump. Sebab, tarif adalah pajak yang buruk bagi bisnis dan lebih buruk bagi konsumen. Ekspor baja UE ke AS rata-rata sekitar 3,1 miliar dollar AS per tahun selama satu dekade terakhir.
Sejauh ini, UE berencana mengambil tindakan balasan. UE bisa mengaktifkan kembali tarif tahun 2018 pada produk-produk AS, seperti bourbon, sepeda motor, dan jus jeruk. Tarif ini ditangguhkan di masa pendahulunya, Presiden Joe Biden, sampai akhir Maret nanti. ”Tarif tersebut akan memicu tindakan balasan yang tegas dan proporsional,” ucap Von der Leyen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/67694d1a-6635-4820-b488-5155221b1a6f_jpg.jpg)
Kamar Dagang Amerika untuk UE (AmCham EU), yang mewakili perusahaan-perusahaan AS yang aktif di Eropa, juga mengkritik tarif Trump. ”Kerusakan akan meluas melampaui sektor baja dan aluminium, yang berdampak pada semua bisnis yang bergantung pada bahan-bahan ini di seluruh rantai pasokan,” bunyi pernyataan AmCham EU.
Badan industri baja Inggris menyebut, rencana tarif tersebut sebagai ”pukulan telak”. Juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, London sedang berkomunikasi dengan Washington untuk membahas detail tarif tersebut.
Sementara itu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berjanji akan membalas jika Trump mengenakan tarif, walau tidak ingin terlibat perang dagang melawan AS. Dari Korsel, penjabat Presiden Choi Sang-mok berusaha mengurangi ketidakpastian ”dengan membangun hubungan dekat dengan pemerintahan Trump dan memperluas opsi diplomatik”.
Tarif 25 persen untuk baja dan aluminium adalah lanjutan dari tarif lain sebesar 25 persen oleh Trump kepada barang dari Meksiko dan Kanada. Namun, tarif ini ditunda selama 30 hari setelah Meksiko dan Kanada akan membalas, pekan lalu. Adapun barang-barang China tetap mendapat kenaikan tarif 10 persen.
Trump telah memberi isyarat untuk mengenakan tarif tambahan pada mobil, farmasi, dan cip komputer. Dia juga berjanji mengumumkan ”tarif balasan” guna menyesuaikan tarif pemerintah lain pada Selasa (11/2/2025) atau Rabu (12/2/2025), waktu setempat.
Selain itu, Trump berencana akan memberlakukan standar Amerika Utara yang baru yang mengharuskan impor baja untuk ”dilelehkan dan dituang” dan aluminium untuk ”dilebur dan dicetak”. Langkah ini bertujuan untuk mengekang impor logam China dan Rusia yang diproses secara minimal guna menghindari tarif lainnya.
Meski China mengekspor baja dalam jumlah kecil ke AS, AS menganggap China ikut bertanggung jawab atas kelebihan kapasitas baja dunia. Menurut AS, produksi bersubsidi di China memaksa negara lain untuk mengekspor lebih banyak yang menyebabkan transhipment baja China melalui negara lain ke AS guna menghindari tarif dan berbagai pembatasan perdagangan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/8bb74ca7-83eb-4de4-80f4-32c9d299d419_jpg.jpg)
Kanada menyumbang hampir 80 persen impor aluminium AS pada 2024. Sementara itu, impor baja menyumbang sekitar 23 persen dari konsumsi baja Amerika pada 2023, menurut data American Iron and Steel Institute. Kanada, Brasil, dan Meksiko adalah pemasok baja terbesar
Perusahaan, seperti Coca-Cola, Stellantis, dan Ford, serta perusahaan aluminium, kedirgantaraan, dan peralatan rumah tangga yang lebih kecil diperkirakan akan terpengaruh oleh tindakan Trump. CEO Ford Jim Farley mengatakan, tarif itu telah menambah ”banyak biaya dan banyak kekacauan” bagi bisnis Amerika.
Ford telah berinvestasi besar-besaran di pabrik-pabrik untuk memproduksi baterai dan kendaraan listrik di Ohio, Michigan, Kentucky, dan Tennessee. Namun, perusahaan ini dapat terpaksa memberhentikan karyawan jika subsidi dan dukungan finansial lain dari pemerintah senilai miliaran dollar AS untuk manufaktur kendaraan listrik berakhir.
Farley juga mengkritik ancaman tarif sebesar 25 persen yang akan menyasar mobil dan komponen dari Meksiko dan Kanada, tetapi ditunda pekan lalu. Ford membuat beberapa kendaraan di Meksiko, termasuk truk pikap Maverick dan mesin di Kanada.
”Tarif 25 persen akan membuat lubang di industri AS. Hal ini memberikan keleluasaan bagi perusahaan Korea Selatan, Jepang, dan Eropa yang membawa satu setengah hingga dua juta kendaraan ke AS yang tidak akan dikenakan tarif Meksiko dan Kanada,” kata Farley kepada The New York Times.
Koalisi Produsen dan Pengguna Logam Amerika (CAMMU) mengatakan, kegagalan untuk menyertakan proses pengecualian akan merugikan produsen AS. Bisnis kecil dan menengah harus membayar lebih untuk input produksi mereka.
”Pelanggan asing mengalihkan rantai pasokan mereka dari produsen AS. Setelah disingkirkan, terutama untuk bisnis kecil milik keluarga, sulit untuk mendapatkan kembali bisnis yang hilang itu,” ujar CAMMU.
Menurut CAMMU, ancaman tarif balasan dari negara mitra dagang akan semakin mengancam ekspor dan lapangan kerja manufaktur AS dan menghambat rencana ekspansi. Bisnis AS harus memilih antara investasi, retensi, dan pertumbuhan jangka panjang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/861bf386-c7dd-46a6-8611-15f4789c3f2a_jpg.jpg)
Di AS, dampak penerapan tarif impor mulai terasa. Pemilik usaha kecil dan menengah harus menelan margin keuntungan tipis. Sandra Payne, pemilik Denver Concrete Vibrator, mengimpor baja dan bahan baku lain.
Perusahannya membuat peralatan untuk memadatkan beton dan sejumlah peralatan industri. Sebagian besar baja berasal dari China, Kanada, dan Meksiko.
”Usaha kecil beroperasi dengan margin yang sangat kecil. Jadi, kenaikan sebesar 25 persen untuk produk apa pun akan merugikan. Dan kami tidak bisa menaikkan harga setiap kali biaya naik. Jadi, kami kehilangan banyak uang,” tutur Payne.
Pebisnis lainnya juga mesti memutar otak untuk mengurangi ongkos operasional apabila tarif 25 persen untuk barang-barang Meksiko dan Kanada berlaku nanti. Salah satunya adalah Julie Bednarski-Malik, pemilik perusahaan makanan Healthy Crunch yang berkantor di Ontario, Kanada.
Healthy Crunch memasarkan produk di toko-toko ritel di Kanada dan AS. Bednarski-Malik mungkin akan menaikkan harga bergantung pada bagaimana tarif itu berlaku.
”Saya tahu tarif ini akan berlaku, tetapi belum jelas kapan tepatnya dan persentasenya serta jenis komoditas apa yang akan terkena dampak. Kami berharap, AS dan Kanada dapat bekerja sama untuk menemukan semacam penyelesaian karena kami adalah sekutu dan mitra dagang yang sangat dekat,” ujar Bednarski-Malik. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari