Presiden AS Donald Trump menunda kenaikan tarif bagi Meksiko dan Kanada setelah ada kesepakatan dengan pemimpin kedua negara.
04 Feb 2025 10:45 WIB · Internasional
WASHINGTON, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin (3/2/2025) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB, menangguhkan kenaikan tarif bagi Meksiko dan Kanada selama 30 hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah Meksiko dan Kanada disebut bersedia menegakkan aturan keimigrasian di perbatasan mereka dengan AS.
Penangguhan tarif balasan terhadap AS juga diumumkan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Namun, penangguhan ini tidak berlaku bagi China, yang akan tetap dikenakan kenaikan tarif tambahan 10 persen mulai Selasa ini.
Seperti diberitakan, pada Sabtu (1/2/2025) Trump menjatuhkan bea masuk (tarif) impor barang-barang dari Kanada dan Meksiko hingga 25 persen. Kanada membalas tindakan Trump dengan memberlakukan tarif 25 persen atas barang-barang dari AS senilai 155 miliar dollar Kanada atau setara 106,5 miliar dollar AS. Pembalasan serupa disiapkan Meksiko.
Keputusan penundaan kenaikan tarif diumumkan Trump setelah berturut-turut melakukan pembicaraan dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Senin (3/22025). Trump menyebut pembicaraannya dengan Sheinbaum ”sangat bersahabat”. Sedangkan dengan Trudeau, dia mengaku senang dengan perbincangannya yang produktif.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/30/8d53ca31c346dfe0ff8019a01b2e1b84-000_36NQ99J.jpg)
Dalam pembicaraan di antara mereka, tercapai titik temu cara mengatasi masalah imigran ilegal dan isu obat-obatan narkoba jenis fentanil yang disebut Trump menjadi dasar pemberlakuan tarif terhadap tiga negara itu (Kanada, Meksiko, dan China). Disepakati oleh mereka soal penambahan aparat keamanan di perbatasan yang diyakini akan membuat aliran migran dari Kanada dan Meksiko sangat terbatas.
”Sebagai Presiden, tanggung jawab saya untuk memastikan keselamatan semua warga Amerika, dan saya melakukan hal itu. Saya sangat senang dengan hasil awal ini,” kata Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Trudeau juga mengunggah hasil diskusinya dengan Trump tersebut ke media sosialnya. Dia menyatakan, kesepakatan awal yang membuka pintu kerja sama dengan Trump, antara lain, adalah memasukkan kartel narkoba Meksiko sebagai kelompok teror, termasuk nama pemimpinnya, serta membentuk pasukan gabungan Kanada-AS untuk memerangi kejahatan terorganisasi, fentanil, dan pencucian uang.
Adapun Meksiko bersedia mengirimkan tambahan 10.000 petugas keamanan di wilayah perbatasan dengan AS.
Penundaan pemberlakuan tarif itu, meski hanya hingga 30 hari ke depan, diyakini bisa mendinginkan hubungan ketiga negara yang sempat panas karena keinginan Trump menaikkan tarif barang komoditas dari kedua negara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/23/d3226599-555d-42e5-b321-c1f4ca008f79_jpg.jpg)
Bagi Meksiko, situasi terakhir ini menjadi sebuah hal yang baik. Akan tetapi, berbeda dengan Kanada.
Seorang pejabat senior Kanada mengatakan, Kanada tidak yakin dapat menghindari tarif seperti yang dilakukan Meksiko. Itu karena Kanada merasa seolah-olah pemerintahan Trump telah mengalihkan permintaannya kepada Kanada lebih banyak daripada yang dilakukannya kepada Meksiko.
Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, mengatakan menyesatkan menggolongkan pertikaian ini sebagai perang dagang meskipun ada rencana pembalasan dan risiko eskalasi. ”Ini bukan perang dagang, ini perang narkoba,” kata Hassett.
Dia mengeluhkan, para pengambil kebijakan di Kanada dan warga negara itu yang tampaknya salah memahami bahasa yang sederhana. Namun, data Pemerintah AS menunjukkan bahwa hanya sedikit obat fentanil yang datang melalui Kanada.
Pemerintah Kanada sendiri telah memutuskan akan menerapkan kebijakan yang sama bila Trump merealisasikan kenaikan tarif itu. Gayung bersambut.
Pemerintah Provinsi Ontario, Senin, telah melarang perusahaan AS menawar kontrak pemerintah senilai puluhan miliar dollar. Mereka juga membatalkan kesepakatan dengan Starlink, perusahaan milik sekutu Trump, Elon Musk.
Walau begitu, pengusaha Kanada menyambut baik penundaan kenaikan tarif. ”(Penangguhan tarif) itu berita yang sangat menggembirakan,” kata Chris Davison, kepala kelompok perdagangan produsen kanola Kanada. ”Kami memiliki industri yang sangat terintegrasi yang menguntungkan kedua negara.”
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/04/a6b22dd9483647ccd5f8d00ec5e17bf8-1000000153.jpg)
Penundaan perang dagang yang dikhawatirkan para investor, pebisnis dan pemimpin politik membuat tiga indeks utama Wall Street turun tajam di awal transaksi bangkit kembali setelah pengumuman penundaan.
Akan tetapi, bukan berarti drama berhenti. Pasar saham London, Paris, dan Frankfurt berakhir di zona merah karena Trump telah mengeluarkan ancaman bahwa Uni Eropa akan menjadi sasaran berikutnya dan tidak mengesampingkan tarif atas Inggris. Dengan China juga belum ada kesepakatan.
Semua itu membuat ekonomi global tidak yakin apakah krisis telah dihindari atau apakah kemungkinan bencana masih dapat terjadi dalam beberapa minggu mendatang.
Pasar keuangan, bisnis, dan konsumen pada hari Senin masih berusaha mempersiapkan diri untuk kemungkinan tarif baru. Stew Leonard Jr., Presiden dan CEO Stew Leonard's, jaringan supermarket besar di AS, mengatakan, pembelinya mempertimbangkan untuk menimbun tequila Casamigos Meksiko sebelum tarif diberlakukan dan beralih dari salmon Kanada ke salmon Norwegia.
Berbeda dengan Meksiko dan Kanada, Pemerintah AS tidak akan menunda kenaikan tarif bagi komoditas asal China. Menurut rencana, kenaikan tarif akan berlaku Selasa (4/2/2025) tepat pukul 12.01 waktu setempat.
Trump memperingatkan bahwa ia mungkin akan menaikkan tarif lebih lanjut terhadap Beijing. ”China diharapkan akan berhenti mengirim fentanil kepada kami, dan jika tidak, tarif akan naik jauh lebih tinggi,” katanya.
Dalam keputusan, Sabtu (1/2/2025), Trump menjatuhkan tarif tambahan 10 persen dari tarif yang sudah diterapkan sebelumnya terhadap China. China telah merespons dengan menyatakan akan mengadukan kebijakan tarif Trump ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Kementerian Perdagangan China menyebut tindakan Trump ”secara serius melanggar” aturan-aturan perdagangan internasional. Mereka menyerukan AS untuk ”terlibat dalam dialog jujur dan memperkuat kerja sama”.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/11/02/dae2f4f0-2232-45f3-a899-7e31e46fd2c4_jpg.jpg)
Terkait alasan isu fentanil yang disebut Trump, China memandang hal itu masalah AS. Kendati demikian, Beijing menyatakan terbuka untuk berunding.
Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP), Senin, telah mengumumkan rencana menerapkan tarif baru terhadap barang komoditas asal China. CBP mengeluarkan panduan tambahan bagi pengirim tentang cara mereka menangani pengiriman baru berdasarkan perintah eksekutif Trump.
Jubir Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Trump berharap bisa melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden China Xi Jinping dalam 24 jam ke depan. Pembicaraan itu diharapkan bisa mendinginkan tensi perang tarif antara kedua negara. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Mahdi MuhammadEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari