WASHINGTON DC, MINGGU — Tarif bea masuk impor Amerika Serikat terus berubah. Kali ini, mayoritas tarif untuk aneka produk elektronika dibatalkan. Harga iPhone sampai kartu grafis dan alas kaki batal melonjak lebih mahal. Indonesia berpeluang ikut diuntungkan.
Perubahan terbaru diungkap Badan Perbatasan dan Cukai (CBP) AS pada Jumat (11/4/2025) malam waktu Washington DC atau Sabtu siang WIB. Informasi itu beredar luas pada Sabtu siang waktu Washington DC atau Minggu dini hari WIB.
”Trump berkedip (goyah) dengan pengecualian pada elektronika. Komputer jinjing, ponsel, dan lain-lain kini dikecualikan. Jadi, tarif Trump pada akhirnya akan terfokus pada sasaran tertentu. Mengapa? karena harganya terlalu tinggi dan hasilnya tidak jelas,” kata Trinh Nguyen, ekonom pada bank investasi Natixis.
Ekonom pada bank Perancis itu menggunakan istilah lazim dalam permainan saling gertak dengan cara melotot. Orang yang pertama berkedip lazimnya disebut pihak yang kalah.
Trinh menyebut, BMI sampai 145 persen bisa membuat ekspor China ke AS ambruk. Masalahnya, bukan cuma China akan terdampak. Perekonomian AS bisa terpukul parah karena rantai pasok terguncang hebat dan tidak ada periode peralihan untuk hal itu.
Harga aneka produk juga melonjak. Harga iPhone, misalnya, akan naik dari rata-rata di bawah 1.000 dollar AS per unit menjadi mendekati 2.000 dollar AS per unit. Demikian pula mobil listrik hingga pisau serta panci dapur.
Ada 20 komoditas dikembalikan tarifnya menjadi sesuai ketentuan 5 April 2025. Dengan demikian, bea masuk impor (BMI) untuk komoditas-komoditas itu antara 10 persen dan 20 persen.
Hal itu merujuk pada serangkaian pengumuman Presiden AS Donald Trump soal BMI. Per 5 April 2025, aneka produk itu dikenai BMI 20 persen bila diimpor dari China. Jika diimpor dari negara lain, komoditas-komoditas itu dikenai BMI 10 persen.
Merujuk data CBP, Washington DC membayar 167,3 miliar dollar AS Beijing untuk impor 20 komoditas itu pada 2024. China menguasai 74 persen pangsa pasar AS untuk 20 komoditas itu. Pada 2024, total impor AS untuk 20 komoditas itu bernilai 226 miliar dollar AS.
Dalam daftar 20 komoditas itu, setidaknya ada tiga jenis yang menjadi andalan ekspor RI ke AS. Produk itu adalah dua jenis alas kaki dan satu jenis tekstil. Bersama minyak sawit, alas kaki dan tekstil menjadi andalan eksportir Indonesia menembus pasar AS.
China mendominasi
Pada daftar baru, tiga peringkat teratas ditempati ponsel, komputer jinjing, dan baterai litium. Hingga 81 persen ponsel, 66 persen komputer jinjing, dan 69 persen baterai litium di pasar AS diimpor dari China.
Baterai litium menjadi komponen penting dalam produksi aneka produk elektronika dan kendaraan listrik. Pengusaha besar AS di sektor itu, termasuk bos Tesla Elon Musk, menjadi pendukung penting Trump.
Bukan cuma tiga produk itu saja yang pasarnya di AS didominasi China. Hingga 95 persen pasar termos AS mengandalkan produk China. Sementara di penutup kursi dan perlengkapan pesta, dominasi China masing-masing 90 persen dan 93 persen. China juga menguasai 87 persen pasar hiasan dan pernak-pernik Natal di AS.
Dengan ketentuan baru itu, harga berbagai produk di pasar AS batal melonjak drastis. Sebelumnya, sejumlah pihak khawatir harga aneka produk itu naik tinggi akibat BMI baru yang ditetapkan Trump. Kekhawatiran semakin besar seiring peningkatan BMI baru untuk China.
Kini, mayoritas ekspor China ke AS dikenai BMI 145 persen. Sementara ekspor AS ke China dikenai BMI 125 persen.
”Pengecualian tarif yang diumumkan pada 11 April mengurangi risiko keruntuhan pasar impor untuk sebagian besar kategori impor dari China dan AS amat bergantung pada pasokan itu. Sebagian besar yang tidak dikecualikan, dan dipasok China, adalah barang-barang kebutuhan konsumen sehari-hari,” kata Gerard Dippo.
Ekonom pada lembaga kajian pertahanan AS, RAND, itu mengingatkan bahwa terlalu dini menyimpulkan bahwa AS goyah menghadapi China. Perubahan tarif itu lebih karena pertimbangan konsumen domestik AS.
Namun, bagi Paul Ashworth, perubahan itu justru indikasi upaya Trump meredakan perang dagang dengan China. Fakta kebijakan baru berdampak pada ekspor 167 miliar AS dari Beijing ke Washington DC menunjukkan faktor China jadi pertimbangan pokok. ”Memang, beberapa negara Asia lain juga diuntungkan,” kata ekonom Kepala pada Capital Economics itu.
Dengan pengecualian itu, 64 persen impor dari Taiwan, 44 persen dari Malaysia, serta masing-masing 30 persen dari Vietnam dan Thailand dapat pengecualian. Kebetulan, tiga anggota ASEAN itu telah mengirimkan pejabat mereka untuk merundingkan tarif baru BMI selepas diumumkan Trump. Sementara Indonesia berencana mengutus pejabatnya pekan depan ke AS.
Pengecualian bagi 20 komoditas itu menjadi kelabilan terbaru tarif Trump. Saat mengumumkan kenaikan pada 2 April 2025, Trump mengindikasikan tidak akan goyah dan tidak akan berunding. Tak sampai sepekan, ia mengubah kebijakan dengan membatalkan sebagian besar tarif baru. Kini, ia membuat lagi perubahan.
Seorang pejabat AS yang menolak identitasnya diungkap mengatakan, keputusan itu demi menjaga kelancaran rantai pasok. Oleh karena itu, sasaran pengecualian diprioritaskan pada produk-produk yang penting bagi industri AS. Ia tidak berkomentar soal pengecualian untuk panci sampai hiasan Natal. (AP/AFP)
WASHINGTON DC, MINGGU — Tarif bea masuk impor Amerika Serikat terus berubah. Kali ini, mayoritas tarif untuk aneka produk elektronika dibatalkan. Harga iPhone sampai kartu grafis dan alas kaki batal melonjak lebih mahal. Indonesia berpeluang ikut diuntungkan.
Perubahan terbaru diungkap Badan Perbatasan dan Cukai (CBP) AS pada Jumat (11/4/2025) malam waktu Washington DC atau Sabtu siang WIB. Informasi itu beredar luas pada Sabtu siang waktu Washington DC atau Minggu dini hari WIB.
”Trump berkedip (goyah) dengan pengecualian pada elektronika. Komputer jinjing, ponsel, dan lain-lain kini dikecualikan. Jadi, tarif Trump pada akhirnya akan terfokus pada sasaran tertentu. Mengapa? karena harganya terlalu tinggi dan hasilnya tidak jelas,” kata Trinh Nguyen, ekonom pada bank investasi Natixis.
Serial Artikel
Perang Tarif dan Harga iPhone yang Makin Mencekik
Kebijakan tarif membuat Apple terjebak di tengah, antara China dan AS. Harga ikon Apple akan melejit dan semakin mencekik konsumen.
Ekonom pada bank Perancis itu menggunakan istilah lazim dalam permainan saling gertak dengan cara melotot. Orang yang pertama berkedip lazimnya disebut pihak yang kalah.
Trinh menyebut, BMI sampai 145 persen bisa membuat ekspor China ke AS ambruk. Masalahnya, bukan cuma China akan terdampak. Perekonomian AS bisa terpukul parah karena rantai pasok terguncang hebat dan tidak ada periode peralihan untuk hal itu.
Harga aneka produk juga melonjak. Harga iPhone, misalnya, akan naik dari rata-rata di bawah 1.000 dollar AS per unit menjadi mendekati 2.000 dollar AS per unit. Demikian pula mobil listrik hingga pisau serta panci dapur.
Ada 20 komoditas dikembalikan tarifnya menjadi sesuai ketentuan 5 April 2025. Dengan demikian, bea masuk impor (BMI) untuk komoditas-komoditas itu antara 10 persen dan 20 persen.
Hal itu merujuk pada serangkaian pengumuman Presiden AS Donald Trump soal BMI. Per 5 April 2025, aneka produk itu dikenai BMI 20 persen bila diimpor dari China. Jika diimpor dari negara lain, komoditas-komoditas itu dikenai BMI 10 persen.
Merujuk data CBP, Washington DC membayar 167,3 miliar dollar AS Beijing untuk impor 20 komoditas itu pada 2024. China menguasai 74 persen pangsa pasar AS untuk 20 komoditas itu. Pada 2024, total impor AS untuk 20 komoditas itu bernilai 226 miliar dollar AS.
Dalam daftar 20 komoditas itu, setidaknya ada tiga jenis yang menjadi andalan ekspor RI ke AS. Produk itu adalah dua jenis alas kaki dan satu jenis tekstil. Bersama minyak sawit, alas kaki dan tekstil menjadi andalan eksportir Indonesia menembus pasar AS.
Serial Artikel
Prabowo Utus Airlangga, Sri Mulyani, dan Sugiono untuk Negosiasi Tarif Trump
Presiden Prabowo akan menjelaskan respons Pemerintah Indonesia terhadap tarif Trump, Selasa (8/4/2025).
Pada daftar baru, tiga peringkat teratas ditempati ponsel, komputer jinjing, dan baterai litium. Hingga 81 persen ponsel, 66 persen komputer jinjing, dan 69 persen baterai litium di pasar AS diimpor dari China.
Baterai litium menjadi komponen penting dalam produksi aneka produk elektronika dan kendaraan listrik. Pengusaha besar AS di sektor itu, termasuk bos Tesla Elon Musk, menjadi pendukung penting Trump.
Bukan cuma tiga produk itu saja yang pasarnya di AS didominasi China. Hingga 95 persen pasar termos AS mengandalkan produk China. Sementara di penutup kursi dan perlengkapan pesta, dominasi China masing-masing 90 persen dan 93 persen. China juga menguasai 87 persen pasar hiasan dan pernak-pernik Natal di AS.
Dengan ketentuan baru itu, harga berbagai produk di pasar AS batal melonjak drastis. Sebelumnya, sejumlah pihak khawatir harga aneka produk itu naik tinggi akibat BMI baru yang ditetapkan Trump. Kekhawatiran semakin besar seiring peningkatan BMI baru untuk China.
Kini, mayoritas ekspor China ke AS dikenai BMI 145 persen. Sementara ekspor AS ke China dikenai BMI 125 persen.
”Pengecualian tarif yang diumumkan pada 11 April mengurangi risiko keruntuhan pasar impor untuk sebagian besar kategori impor dari China dan AS amat bergantung pada pasokan itu. Sebagian besar yang tidak dikecualikan, dan dipasok China, adalah barang-barang kebutuhan konsumen sehari-hari,” kata Gerard Dippo.
Ekonom pada lembaga kajian pertahanan AS, RAND, itu mengingatkan bahwa terlalu dini menyimpulkan bahwa AS goyah menghadapi China. Perubahan tarif itu lebih karena pertimbangan konsumen domestik AS.
Serial Artikel
Tarif Trump Picu ”Black Monday” Bursa Global
Musim dingin ekonomi akibat perang nuklir ekonomi yang dipicu tarif Trump mendekat. Masih ada waktu memperbaiki sebelum kesuraman melanda.
Namun, bagi Paul Ashworth, perubahan itu justru indikasi upaya Trump meredakan perang dagang dengan China. Fakta kebijakan baru berdampak pada ekspor 167 miliar AS dari Beijing ke Washington DC menunjukkan faktor China jadi pertimbangan pokok. ”Memang, beberapa negara Asia lain juga diuntungkan,” kata ekonom Kepala pada Capital Economics itu.
Dengan pengecualian itu, 64 persen impor dari Taiwan, 44 persen dari Malaysia, serta masing-masing 30 persen dari Vietnam dan Thailand dapat pengecualian. Kebetulan, tiga anggota ASEAN itu telah mengirimkan pejabat mereka untuk merundingkan tarif baru BMI selepas diumumkan Trump. Sementara Indonesia berencana mengutus pejabatnya pekan depan ke AS.
Pengecualian bagi 20 komoditas itu menjadi kelabilan terbaru tarif Trump. Saat mengumumkan kenaikan pada 2 April 2025, Trump mengindikasikan tidak akan goyah dan tidak akan berunding. Tak sampai sepekan, ia mengubah kebijakan dengan membatalkan sebagian besar tarif baru. Kini, ia membuat lagi perubahan.
Seorang pejabat AS yang menolak identitasnya diungkap mengatakan, keputusan itu demi menjaga kelancaran rantai pasok. Oleh karena itu, sasaran pengecualian diprioritaskan pada produk-produk yang penting bagi industri AS. Ia tidak berkomentar soal pengecualian untuk panci sampai hiasan Natal. (AP/AFP)