Dua tim pemuncak liga domestik unjuk kekuatan lini serang pada pertemuan pertama perempat final Liga Champions. Semifinal serasa terpaut jarak sejengkal dari mereka.
10 Apr 2025 12:36 WIB · Olahraga
BARCELONA, KAMIS — Barcelona dan Paris Saint-Germain menularkan keberhasilan memuncaki klasemen sementara liga domestik ke Liga Champions Eropa. Kedua tim itu tebar pesona dengan meraih kemenangan mencolok pada pertemuan pertama perempat final, Kamis (10/4/2025) dini hari WIB. Kemenangan itu menjadi modal berharga jelang menjalani laga tandang pada pertemuan kedua.
Barca berpesta empat gol tanpa balas ke gawang Borussia Dortmund, sementara Paris Saint-Germain bangkit dari ketertinggalan dan kemudian berbalik menang 3-1 atas Aston Villa. Hasil ini membuat jalan Barca dan PSG untuk melaju ke semifinal kian terbuka.
Kesuksesan mereka mencetak hasil positif di Liga Champions seakan merupakan cermin dari keberhasilan memuncaki liga domestik. ”Blaugrana” saat ini memimpin klasemen Liga Spanyol dengan keunggulan empat poin atas Real Madrid di peringkat kedua. Sementara itu, PSG bahkan sudah menyegel gelar juara di saat Liga Perancis masih menyisakan enam pekan.
Villa mengejutkan PSG melalui sontekan penyerang Morgan Rogers 10 menit menjelang babak pertama usai. Namun, PSG mempertontonkan mental juaranya. Mereka hanya perlu waktu empat menit untuk membalas lewat Desire Doue. Tim besutan pelatih Luis Enrique ini kemudian mengamuk dengan mencetak dua gol tambahan berkat aksi Khvicha Kvaratskhelia dan Nuno Mendes.
”Kami tahu akan sulit menghadapi tim ini. Kami telah menyaksikan beberapa pertandingan terakhir mereka dan tahu betapa mematikan dan tajamnya mereka. Mereka telah membuat dunia waspada sekarang,” kata Rogers seusai laga di Stadion Parc des Princes, Paris, Perancis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/10/bce896bc872b857a8180dba78e682a81-wires_photo_2025_04_10T122754.704.jpg)
Rogers berharap ada keajaiban tercipta pada pertemuan kedua di markas mereka, Stadion Villa Park. Dengan hasil tersebut, Villa setidaknya harus mencetak dua gol atau lebih untuk menjaga harapan melaju ke semifinal.
Pada pertandingan lainnya, Dortmund tidak kuasa menahan agresivitas lini serang Barca yang sedang menggebu-gebu. Empat gol Barca dilesakkan Raphinha, Robert Lewandowski (2 gol), dan Lamine Yamal.
Tambahan empat gol kian menegaskan Barca sebagai tim terproduktif di Eropa saat ini. ”Blaugrana” total telah mencetak 145 gol dalam 48 pertandingan di semua kompetisi. Tim asuhan pelatih Hansi Flick tersebut kini hanya berjarak 45 gol untuk menyamai rekor yang diukir Pep Guardiola pada 2011-2012. Kala itu, selama satu musim, Barca mencetak 190 gol dalam 64 pertandingan.
Trisula lini serang Barca, yakni Lewandowski, Raphinha, dan Yamal, disebut-sebut sebagai titisan trio penyerang legendaris Barca yang diisi oleh Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez atau yang akrab disebut sebagai trio MSN. Keberadaan Lewandowski, Raphinha, dan Yamal di lapangan merupakan teror bagi lawan-lawan Barca.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/10/76076328448fcd6bf6575e66c8dc79bf-wires_photo_32_.jpg)
Meski Dortmund berusaha membuat Barca kehilangan jati diri dengan menggiring mereka mendominasi penguasaan bola, kecepatan serangan Barca tidak luntur begitu saja. Raphinha, Yamal, dan Lewandowski seakan sudah memahami satu sama lain.
Ini terjadi pada proses gol kedua Barca oleh Lewandowski. Yamal dengan cerdik mengirim bola diagonal kepada Raphinha yang membuat pertahanan Dortmund sedikit melonggar. Bola kemudian dipantulkan kepada Lewandowski yang berlari di sisi sebaliknya.
”Dortmund adalah tim yang bagus. Kami sudah menyadari perlu melakukan perjalanan (tandang) ke sana dan melakukan kesalahan sesedikit mungkin. Tiga pemain kami di depan hari ini sangat hebat dan sangat penting,” ujar Flick.
Flick mengatakan bahwa timnya belum memastikan tiket ke semifinal. Untuk itu, ia meminta para pemainnya tetap memasang kewaspadaan tinggi pada pertemuan kedua. Meski belum dipastikan lolos, kemenangan telak empat gol tanpa balas setidaknya membuat perjuangan Barca menjadi lebih mudah.
Dortmund kini memanggul tekanan untuk bisa membalikkan defisit empat gol di markasnya sendiri. Dalam sejarahnya, sejumlah tim, termasuk Barca, pernah membalikkan keadaan secara fenomenal pada pertemuan kedua. Akan tetapi, defisit empat gol secara di atas kertas sangat sulit dikejar oleh Dortmund.
”Cukup memalukan melihat cara kami bermain hari ini, termasuk saya dan seluruh tim. Ini sama sekali bukan yang kami inginkan. Ini memang yang terjadi. Bagi saya, masih ada harapan bagi kami. Namun, ini akan sangat-sangat sulit,” kata penyerang Dortmund, Karim Adeyemi.
Barca dan PSG menyusul Arsenal serta Inter Milan yang juga meraih hasil manis pada laga lainnya. Arsenal membekap Real, 3-0, sedangkan Inter mengalahkan tuan rumah Bayern Muenchen, 2-1. Jika tidak terjadi keajaiban, keempat tim tersebut berpeluang besar mengunci tiket semifinal.
Situasi itu sangat ideal bagi Barca yang tengah mengincar gelar keempat musim ini seusai memenangi Piala Super Spanyol. Selain Liga Champions, Barca juga difavoritkan memenangi Liga Spanyol dan Piala Raja Spanyol. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .