Alexander Zverev lolos ke semifinal tunggal putra turnamen tenis Perancis Terbuka. Dia bisa menjuarai Grand Slam untuk pertama kali jika bisa mengatasi tekanan.
03 Jun 2026 15:11 WIB · Olahraga
AFP
Setelah Jannik Sinner dan Novak Djokovic tersingkir, Alexander Zverev menjadi favorit juara tunggal putra Perancis Terbuka berdasarkan peringkat dan rekam jejak di Roland Garros, Paris. Zverev bisa melihat itu sebagai peluang atau tekanan.
Zverev melangkah ke semifinal setelah mengalahkan petenis 19 tahun asal Spanyol, Rafael Jodar, 7-6 (3), 6-1, 6-3 pada perempat final yang berlangsung di Lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Selasa (2/6/2026) malam waktu setempat.
Di semifinal, dia akan berhadapan dengan Jakub Mensik yang menang atas Joao Fonseca pada persaingan sesama petenis muda dengan skor 6-4, 6-3, 7-6 (3). Mensik menghentikan kejutan yang dibuat Fonseca, petenis Brasil berusia 19 tahun yang mengalahkan pemilik 24 gelar Grand Slam, Djokovic, pada babak ketiga dan finalis Perancis Terbuka, Casper Ruud, di babak keempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/03/255458dc8a57a109fe1dc6ffea689fe9-wires_photo_2_.jpg)
Laga melawan Mensik, Kamis, akan menjadi semifinal kelima dalam enam tahun terakhir bagi Zverev di Perancis Terbuka. Dia mencapai final pada 2024, tetapi Carlos Alcaraz mengalahkannya.
Tanpa Sinner dan Djokovic, bahkan, sejak babak keempat, sisa persaingan di Roland Garros seharusnya menjadi peluang bagi Zverev, petenis ranking ketiga dunia yang menjadi unggulan kedua. Sinner, petenis nomor satu dunia, kalah pada babak kedua dari Juan Manuel Cerundolo, sementara, Djokovic disingkirkan Fonseca pada babak ketiga setelah memenangi dua set awal. Adapun Alcaraz absen di Roland Garros karena cedera pergelangan tangan kanan.
Menjadi petenis NextGen terbaik di antara rekan-rekan seangkatannya pada 2018, Zverev menjadi petenis yang bisa mempersulit Djokovic dan Rafael Nadal, dua petenis terbaik pada masa itu. Potensinya seharusnya bisa membawa petenis Jerman tersebut ke podium juara level tertinggi dalam persaingan tenis profesional yang dikuasai Djokovic dan Nadal.
Zverev pun berulang kali mengatakan bahwa dia akan menjuarai Grand Slam. Ketika Roger Federer pensiun pada 2022, dia, bahkan, berani menyebut akan menjadi bagian dari ”Big Three” bersama Nadal dan Djokovic, untuk menggantikan Federer.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/03/a0e65ffd97b41333dc6213e83d70b907-wires_photo_1_.jpg)
Namun, alih-alih bisa bergabung dua nama besar itu dalam daftar juara Grand Slam, kekuatan baru datang, menyalip Zverev, Stefanos Tsitsipas, Andrey Rublev, dan petenis NextGen lainnya. Mereka adalah Sinner dan Alcaraz yang bergantian menjuarai sembilan Grand Slam terakhir sebelum Perancis Terbuka 2026. Masalah kehidupan pribadi, yaitu pelecehan pada kekasihnya, mengganggu perjalanan karier Zverev.
Persaingan di Roland Garros yang berlangsung 25 Mei-7 Juni pada 2026 pun menjadi kesempatan baik baginya untuk meraih gelar Grand Slam pertama setelah kalah di final Amerika Serikat Terbuka 2020, Perancis Terbuka 2024, dan Australia Terbuka 2025.
Sebelum tiba di Roland Garros, Zverev mencapai semifinal ATP Masters 1000 Monte Carlo dan final Madrid Masters sebagai hasil terbaik dalam turnamen pemanasan Perancis Terbuka. Dalam perjalanan menuju final di Madrid, Sinner mengalahkan Mensik pada babak keempat. Catatan bahwa Mensik akan menjalani semifinal pertama di panggung Grand Slam menjadi faktor lain yang bisa menguntungkan Zverev.
Namun, semua rangkaian kondisi ini, dinilai mantan petenis nomor satu dunia, John McEnroe, bisa menjadi tekanan bagi Zverev. ”Bisa saya katakan, saat ini, tekanan untuk menjuarai Grand Slam lebih besar untuk dia, bahkan, dibandingkan perjalanan di sepanjang kariernya,” kata McEnroe dalam laman resmi turnamen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/03/92aadbd05899b540a0c668ec78c91a4b-CORRECTION_French_Open_Tennis.jpeg)
Zverev, yang saat ini berusia 29 tahun, pernah gagal memanfaatkan peluang besar, yaitu ketika tampil dalam final AS Terbuka 2020. Saat berhadapan dengan Dominic Thiem, Zverev memenangi dua set pembuka, tetapi akhirnya kalah 6-2, 6-4, 4-6, 3-6, 6-7 (6).
Meski langkahnya semakin dekat ke podium juara dan menjadi tunggal putra dengan peringkat tertinggi yang tersisa, Zverev belum berbicara tentang peluang juara. ”Tentu saja, saya ingin terus bertahan, memenangi pertandingan yang belum pernah saya menangi. Saat ini, saya lolos ke semifinal, tetapi, hanya itu yang saya pikirkan sekarang,” katanya.
Jika bisa membawa trofi The Musketeers, lambang juara tunggal putra Perancis Terbuka, Zverev akan menjadi tunggal putra Jerman pertama yang menjuarai Grand Slam setelah Boris Becker juara di Australia Terbuka 1996. Adapun petenis Jerman terakhir yang menjadi juara Grand Slam adalah petenis putri, Angelique Kerber, saat menjuarai Wimbledon 2018. (AFP/AP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji