Tenis Italia dalam Periode Terbaik

Musim kompetisi 2024 menjadi periode terbaik untuk tenis Italia. Mereka menjuarai Piala Davis, Piala Billie Jean King, dan mempunyai petenis nomor satu dunia.

25 Nov 2024 07:38 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

Tim tenis putra Italia sempat hanya memiliki satu gelar juara Piala Davis (pada 1976) dari tujuh penampilan di final. Namun, setelah final terakhir pada 1998, Italia kalah bersaing dengan kekuatan negara lain, terutama dari Eropa, seperti Perancis, Rusia, Serbia, dan Spanyol.

Situasi itu berbeda sejak Italia memiliki Jannik Sinner yang menjadi bagian dari petenis elite dunia dalam dua tahun terakhir. Italia menjuarai Piala Davis 2023 dan 2024.

Petenis-petenis putra seolah tak mau kalah dari tim putri yang tujuh kali lolos ke final kejuaraan Piala Billie Jean King (BJK) sejak 2013. Lima gelar juara diraih, yaitu pada 2006, 2009, 2010, 2013, dan 2024.

Italia pun menjadi tim tenis terbaik dari kejuaraan beregu putra dan putri yang pada tahun ini diselenggarakan di satu kota, yaitu Malaga, Spanyol. Pada Piala BJK, yang digelar 14-20 November, Jasmine Paolini dan kawan-kawan mengalahkan Slowakia, 2-0, di final. Adapun di Piala Davis, 19-24 November, tim putra Italia menang atas Belanda, 2-0, pada laga puncak.

Kemenangan Italia pada final yang berlangsung pada Minggu (24/11/2024) ditentukan melalui dua petenis tunggal, Matteo Berrettini dan Sinner. Berrettini menang atas Botic van de Zandschulp dengan skor 6-4, 6-2, sementara Sinner mengalahkan Tallon Griekspoor, 7-6 (2), 6-2. Dengan kemenangan pada dua laga beruntun, nomor ganda di partai ketiga pun tak dimainkan.

Matteo Berrettini menyumbangkan kemenangan bagi Italia saat melawan Belanda dalam final Piala Davis di Malaga, Spanyol, Minggu (24/11/2024). Italia menang 2-0.

”Datang ke sini sebagai juara bertahan dan bisa juara lagi adalah momen terbaik bagi kami,” ujar Sinner.

Bagi Berrettini, momen di Malaga selama sepekan merupakan momen yang begitu emosional. Dia menerima tanggung jawab bermain tiga kali dan memenangi semuanya.

Berrettini melakukan itu setelah melalui periode sulit karena cedera pergelangan tangan kanan, kaki, dan perut selama 1,5 tahun terakhir. Pada putaran final Piala Davis 2023, dia datang hanya untuk memberi dukungan pada rekan-rekannya karena tak bisa bertanding.

”Jika mengingat momen tahun lalu, saya akan berkata kepada diri sendiri bahwa saya tidak boleh menyerah. Bukan kemenangan atau kekalahan yang saya rindukan, tetapi momen ini, bermain bersama tim,” ujar finalis Wimbledon 2021 itu dalam laman resmi Piala Davis.

Walaupun faktor terpenting dalam kejuaraan beregu adalah kekompakan anggota tim, keberadaan Sinner menjadi kunci kemenangan Italia. Petenis berusia 23 tahun itu tak terkalahkan dalam empat pertandingan di Malaga. Dia memenangi tiga partai tunggal, yaitu saat melawan Argentina pada perempat final, Australia (semifinal), dan Belanda (final).

Jannik Sinner digendong kapten tim Italia, Filippo Volandri, setelah membawa Italia menang 2-0 atas Belanda pada final Piala Davis di Malaga, Spanyol, Minggu (24/11/2024). Italia pun mempertahankan gelar juara.

Sinner juga menyumbangkan kemenangan dari nomor ganda ketika berduet dengan Berrettini saat berhadapan dengan Argentina. Mereka menentukan langkah Italia ke semifinal setelah Italia dan Argentina berbagi satu kemenangan dari dua partai tunggal.

Sinner bermain di Malaga tanpa memiliki waktu untuk berlatih di lapangan pertandingan. Dia bergabung bersama rekan-rekannya setelah tampil dalam turnamen Final ATP di Turin, Italia, 10-17 November, dan menjadi juara.

Gelar itu menjadi salah satu dari delapan gelar juara yang didapat Sinner pada 2024. Dia membuka musim kompetisi ini dengan meraih gelar pertama di ajang Grand Slam, yaitu di Australia Terbuka. Menjelang akhir musim, gelar Grand Slam-nya bertambah dari Amerika Serikat Terbuka. Dia juga menjuarai empat turnamen berlevel ATP Masters 1000.

Quote

Mereka (petenis tim Davis dan BJK Italia) membuat kami bangga.

Konsistensi performa di level tinggi membuat Sinner menempati puncak peringkat dunia untuk pertama kalinya, pada 10 Juni, dan dipertahankan setidaknya hingga awal musim 2025. Sinner menjadi petenis Italia pertama yang menempati posisi tersebut.

Bintang baru

Di putri, Italia memiliki bintang baru meskipun bukan wajah baru. Paolini, yang berusia 28 tahun, bersaing di arena profesional sejak 2011, tetapi baru mencapai momen terbaik berselang 13 tahun kemudian.

Italy's Jasmine Paolini (L) celebrates with Team Italy teammates after defeating Slovakia's Rebecca Sramkova during their singles final tennis match between Slovakia and Italy at the Billie Jean King Cup Finals at the Palacio de Deportes Jose Maria Martin Carpena arena in Malaga, southern Spain, on November 20, 2024. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Atlet bertubuh mungil yang selalu energik saat bertanding ini menempati peringkat keempat dunia setelah menjuarai turnamen WTA 1000 (di Dubai) untuk pertama kalinya. Dia mendapatkan hasil terbaik di semua Grand Slam setelah tak pernah bisa melewati babak kedua sejak debut pada 2017.

Paolini bertahan hingga babak keempat di Australia dan AS Terbuka, serta mencapai final Perancis Terbuka dan Wimbledon secara beruntun.

Filippo Volandri, mantan petenis yang menjadi kapten tim Piala Davis Italia, bahkan kesulitan mengungkapkan perasaannya. ”Mereka (petenis tim Davis dan BJK) membuat kami bangga,” katanya.

Sinner berharap pencapaian Italia pada 2024, khususnya gelar juara Piala Davis dan Piala BJK, menambah rasa percaya diri setiap pemain untuk menjalani musim kompetisi berikutnya. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .