Diduga kuat rudal Tomahawk milik AS menghantam SD di Minab dan menewaskan 165 pelajar dan guru. AS tak bisa berkelit karena ada bukti rekaman videonya.
09 Mar 2026 20:00 WIB · Internasional
Raytheon
TEHERAN, MINGGU — Kian kuat dugaan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas kematian 165 pelajar dan guru SD Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran. Rekaman video yang memperlihatkan sebuah rudal jelajah Tomahawk menghantam fasilitas Garda Revolusi Iran yang berada di samping gedung sekolah dasar tersebut membuat AS sulit berkelit.
Dalam perang kali ini, Washington adalah satu-satunya aktor yang menggunakan Tomahawk. Kantor berita Mehr, Minggu, merilis rekaman video yang dilokalisasi secara geografis oleh kelompok riset Bellingcat.
Video ini telah diverifikasi oleh harian The New York Times (NYT), Senin (9/3/2026). Rudal Tomahawk AS itu menghantam pangkalan angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC) yang ada di samping sekolah itu.
Tim NYT telah mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk citra satelit, unggahan media sosial, dan video terverifikasi lainnya. Yang menarik, ada video yang menunjukkan gedung sekolah itu rusak parah akibat serangan presisi yang terjadi bersamaan dengan serangan terhadap fasilitas IRGC.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/6b994d72-33e6-4877-8989-a14d5beee067.jpg)
Analisis NYT menunjukkan sekolah itu sudah diserang sesaat sebelum serangan terhadap pangkalan IRGC. Ini bisa dilihat dari garis waktu dalam video itu. Analisis NYT juga jelas menunjukkan bentuk rudal Tomahawk.
Mereka membandingkan fitur-fitur yang terlihat dalam rekaman video dengan citra satelit baru yang diambil beberapa hari setelah serangan di Minab. Video itu diambil dari lokasi konstruksi di seberang pangkalan dan menunjukkan jalan setapak berdebu yang usang di area berumput.
Dari rekaman video tersebut tampak asap mengepul dari sekitar sekolah perempuan itu. Selain sekolah, ada juga klinik, gudang atau bunker yang tertutup tanah, dan bangunan lain yang rusak.
Trevor Ball, mantan teknisi penjinak bahan peledak Angkatan Darat AS yang bekerja dengan Bellingcat, juga mengidentifikasi rudal dalam video tersebut sebagai Tomahawk. Pakar senjata dan Direktur Chiron Resources, Chris Cobb-Smith, juga membenarkan itu rudal Tomahawk.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/09/64cf695e4dc1e4d209f8b1889d4d9b76-wires_photo_310.jpg)
Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine, Rabu lalu, mengatakan pasukan AS sedang menyerang Iran pada saat sekolah dan pangkalan IRGC diserang. Caine tidak menyebut kota Minab, tetapi dari peta yang dipresentasikan oleh Caine terlihat lokasi serangannya di Minab.
Kota itu dekat dengan Selat Hormuz. Caine beberapa kali menyebut AS menggunakan rudal Tomahawk pada awal-awal perang. ”Penembak pertama di laut adalah Tomahawk yang diluncurkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujarnya kepada wartawan, 2 Maret lalu.
Kapal perang Angkatan Laut AS sudah meluncurkan puluhan rudal Tomahawk ke Iran sejak 28 Februari 2026. AS juga merilis video saat beberapa rudal Tomahawk diluncurkan dan itu pada hari ketika sekolah dan IRGC diserang.
Namun, terkait serangan itu, Presiden AS Donald Trump justru menuding Iran sebagai pelakunya. ”Kami pikir itu dilakukan Iran. Saat menembakkan amunisi, mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda ketahui. Mereka sama sekali tidak akurat,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan AS, Air Force One.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/09/8a63e1c8a30b148389f194cf47a51434-Trump_Justice_Department_136727931.jpg)
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengaku sedang menyelidiki masalah ini. Namun, menurut dia, satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil itu adalah Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan AS tidak akan sengaja menyerang sekolah.
Iran berbalik menuduh AS pelakunya. IRGC menyatakan sudah menyerang pangkalan AS di Uni Emirat Arab, Al-Dhafa, dengan pesawat nirawak dan rudal presisi, Jumat lalu. Pangkalan itu diduga digunakan sebagai lokasi peluncuran rudal yang menghantam sekolah tersebut.
Rudal Tomahawk adalah rudal berpemandu jarak jauh dan sangat akurat yang bisa terbang dengan jarak 1.250-2.500 kilometer. Sebelum diluncurkan, rudal-rudal itu sudah diprogram dengan rencana penerbangan khusus terlebih dahulu. Setelah itu, mereka akan langsung menuju ke target tanpa perlu dipandu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/01/cdfd638b5a00d2ff079044b4442013d0-20260301_H02_DMS_Rudal_Tomahawk_mumed.png)
Menurut AL AS, setiap rudal Tomahawk panjangnya sekitar 6 meter dan bentang sayapnya sekitar 2,7 meter. Rudal Tomahawk yang paling umum digunakan punya hulu ledak yang mengandung daya ledak sekitar 136 kilogram bahan peledak.
Pada Juni 2025, ada kapal selam AL yang meluncurkan 20-an Tomahawk ke fasilitas nuklir di Isfahan, Iran, sebagai bagian dari Perang 12 Hari. (AFP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar