Menjalankan gaya hidup sehat dan berpikiran postif menjadi rahasia bugar kakek dari Yunani.
11 Nov 2024 21:05 WIB · Internasional
Oleh Laraswati Ariadne Anwar - [email protected]
Umur hanyalah angka. Warga Athena, Yunani, Ploutarchos Pourliakas (88) membuktikannya. Kakek ini menuntaskan maraton di kota tersebut dalam waktu 6 jam dan 31 menit pada Senin (11/11/2024).
”Saya berlatih sejak tahun lalu untuk memperbaiki waktu tempuh,” kata Pourliakas setelah menyelesaikan lari.
Keluarganya berdiri di sepanjang jalan untuk menyemangati. Pada maraton ini, Pourliakas selesai 18 menit lebih cepat dibandingkan waktu tempuh tahun 2023.
Pourliakas lahir di Kastoria, Yunani sebelah utara. Di dunia maraton, ia bisa dibilang telat mekar. Ia mulai mencoba-coba berlari ketika menginjak umur 73 tahun karena terilhami putranya yang gemar berlari maraton.
Ternyata, berlari membuat Pourliakas kepincut. Selama 15 tahun menekuni olahraga lari, ia sudah 12 kali mengikuti maraton.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/10/18/9829e7ce8afc7fe7aaf3a29a341c9e2d-MRT_RUN_SPO_2024_CHICAGO_MARATHON_124692479.jpg)
Yunani menyelenggarakan ajang Maraton Otentik. Ajang ini memperingati sejarah Pertempuran Maraton yang terjadi pada tahun 490 Sebelum Masehi ketika pasukan Kekaisaran Persia menginvasi Yunani. Maraton adalah wilayah yang berjarak 42,19 kilometer dari Athena.
Pertempuran itu melahirkan legenda Phedeippides yang bolak-balik berlari guna memperingatkan warga Yunani mengenai kedatangan pasukan Persia. Legenda ini belum bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, tetapi menjadi bagian penting dalam kepercayaan bangsa Yunani. Setiap tahun, diadakan lomba maraton napak tilas jalur Phedeippides.
Pourliakas rutin berlari setiap hari sepanjang 4-5 kilometer. Pada akhir pekan, ia menambah jarak menjadi 20 kilometer. Menurut dia, banyak orang yang tidak percaya umurnya ketika melihat dia berlari.
”Saya balas bertanya ’kenapa kamu tidak percaya?’ Kita semua bisa melakukan apa pun selama berniat dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Menurut Pourliakas, berlari juga membantu dia menjalankan gaya hidup sehat. Ia tidak merokok dan mengupayakan makan dengan gizi seimbang. Kalau alkohol, ia masih minum sedikit di saat-saat tertentu. Rupanya, Pourliakas mengaku tidak bisa benar-benar meninggalkan tsipouro atau arak khas Yunani. (Reuters)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Fransisca Romana Ninik W