Demi AS, Trump Tidak Akan Mundur dari Tarif sebagai Strategi Diplomasi

Bagi Donald Trump, dunia harus adil kepada Amerika Serikat, atau AS akan menolak bekerja sama. Bahkan, AS siap mundur dari NATO apabila aliansi itu memberatkan AS.

09 Des 2024 11:57 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

WASHINGTON, SENIN — Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan siap menaikkan tarif, menghentikan perang Ukraina, dan mengeluarkan AS dari keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Pada saat yang sama, ia juga tidak bisa menjamin apa pun di masa depan.

Hal itu diutarakan Trump dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi NBC yang disiarkan pada Minggu (8/12/2024) malam waktu setempat, atau Senin (9/12/2024) waktu Indonesia. Trump sendiri sedang berada di Paris, Perancis, untuk menghadiri pembukaan ulang Katedral Notre Dame. Di Perancis, ia juga bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan menggelar pembicaraan dengan pemimpin Ukraina itu.

”Tarif itu akan membuat kita kaya,” kata Trump di dalam wawancara dengan NBC. Begitu dilantik pada 20 Januari 2025, ia langsung menetapkan tambahan tarif 25 persen untuk semua produk impor dari Kanada dan Meksiko, dua negara tetangga yang berbatasan langsung dengan AS.

(FILES) US President Donald Trump listens to Canada's Prime Minister Justin Trudeau during a meeting at Winfield House, London on December 3, 2019. Canadian Prime Minister Justin Trudeau arrived in Palm Beach, Florida, on November 30, 2024 for what Canadian and American media said was a meeting with US President-elect Donald Trump at his Mar-a-Lago luxury estate. (Photo by Nicholas Kamm / AFP)

Ia juga akan menetapkan kenaikan tarif menjadi 60 persen untuk semua produk China. Adapun negara-negara anggota kelompok ekonomi BRICS akan dihantam tarif 100 persen gara-gara mereka berniat dedolarisasi.

Trump menuturkan, ia tidak memercayai ramalan para ekonom bahwa kenaikan tarif berdampak kepada inflasi. Pada akhirnya, rakyat AS yang menanggung biaya kenaikan tarif karena harga barang-barang pasti ikut meroket. Mayoritas produk dalam negeri AS pun sekarang dibuat dengan bahan baku impor.

Meskipun begitu, ketika ditanya oleh pewawancara alasan keyakinan Trump bahwa tarif tak berimbas kepada harga barang, ia berkelit. ”Saya tidak bisa menjanjikan dan menjamin apa pun. Hari esok tidak ada yang tahu,” kata Trump.

Trump kemudian menuturkan, ia menginginkan negosiasi dengan negara-negara lain soal tarif. Untuk Meksiko dan Kanada sudah jelas persyaratannya. Trump meminta jaminan kedua negara itu menghentikan arus imigran gelap sesuai taraf yang diinginkan oleh AS. Khusus China, salah satu senjata negosiasi Trump ialah meminta penghentian penyelundupan narkoba jenis fentanil.

NATO dan Ukraina

Trump mengatakan, ia pun siap mengeluarkan AS dari NATO jika aturan di aliansi pertahanan itu tidak adil bagi AS. Trump berpendapat, NATO memoroti keuangan AS, sementara negara-negara lain tidak membayar iuran sesuai dengan target.

Di dalam NATO, ada target bahwa setiap anggota menyisihkan paling sedikit 2 persen dari produk domestik bruto masing-masing untuk iuran. Dari 32 anggota, sebanyak 23 negara telah memenuhi target ini. NATO menekankan, angka 2 persen itu adalah sasaran, bukan kewajiban setiap anggota.

Terkait NATO, Trump mengatakan agar Ukraina menyiapkan diri supaya tidak tergantung kepada bantuan dari Washington. Di Paris, setelah bertemu dengan Zelenskyy, Trump mengatakan agar secepatnya dilakukan gencatan senjata di Ukraina.

Foto yang dirilis Layanan Media Istana Kepresidenan Ukraina memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjabat tangan dengan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump usai bertemu di New York, Jumat (27/9/2024). This handout photograph released by the Ukrainian presidential press service on September 27, 2024 shows Ukrainian President Volodymyr Zelensky (L) and Republican presidential nominee former US President Donald Trump meeting on September 27, 2024 in New York. The meeting coincides with Zelensky's visit to New York for the United Nations General Assembly. (Photo by Handout / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

”Saya kenal (Presiden Rusia) Vladimir (Putin). Ini waktunya kita semua bertindak. China juga bisa membantu,” ujarnya.

Zelenskyy melalui media sosial Telegram mengatakan, pertemuannya dengan Trump konstruktif. Meskipun begitu, Zelenskyy menginginkan gencatan senjata dan perdamaian yang diinginkan Ukraina adalah yang adil.

”Perdamaian yang memperhatikan hak-hak Ukraina dan memastikan di masa depan tidak ada lagi invasi semacam ini,” katanya.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menanggapi pernyataan Trump dan Zelenskyy. Ia mengatakan, Moskwa sejak awal sangat mendukung perundingan damai. Peskov justru menuding Zelenskyy yang mempersulit masalah karena mengeluarkan pernyataan bahwa gencatan senjata tidak akan terjadi selama Putin masih memimpin Rusia.

Trump menunjuk Letnan Jenderal (Purn) Keith Kellog sebagai utusan khusus untuk Ukraina. Kellog pada April 2024 mengeluarkan makalah yang diterbitkan di America First Policy Institute. Ia mengatakan, kesalahan administrasi petahana Presiden Joe Biden ialah karena keengganan berdiplomasi dengan Rusia.

Lebih lanjut, Kellog diwawancara oleh harian USA Today edisi Juli 2024. ”Bagi kebijakan Trump dan AS yang utama (America First), kita tidak mau Rusia mengklaim wilayah-wilayah yang mereka caplok dari Ukraina. Artinya, harus ada pendekatan baru dan berbeda untuk memulai kembali negosiasi,” katanya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra