Tiga atau Empat Bek, Kluivert?

Formasi bertahan baru berpotensi disajikan Patrick Kluivert demi ambisi ke Piala Dunia 2026. Jay Idzes dan Kevin Diks jadi tandem favorit lini pertahanan.

06 Okt 2025 19:44 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Tim nasional Indonesia akan menghadapi dua pertandingan bersejarah dalam mengejar mimpi terbesar ke Piala Dunia 2026. Pertandingan kontra Arab Saudi, 8 Oktober 2025, dan Irak, 11 Oktober 2025, adalah langkah paling dekat untuk menuju pentas sepak bola terakbar di muka bumi.

Demi mengejar mimpi itu, beban dan tanggung jawab berada di pundak pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert. Setelah gagal memenuhi ekspektasi pendukung skuad ”Garuda” untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 melalui putaran ketiga, harapan tersisa Kluivert untuk mendapat cinta tulus ialah lolos dari Arab Saudi.

Satu pertanyaan besar yang menggelayuti Kluivert adalah skema lini pertahanan yang akan dijalankan pada 180 menit laga ”final” menuju Piala Dunia 2026. Pada empat gim menangani Jay Idzes dan kawan-kawan di putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026, Kluivert cenderung masih mempertahankan taktik tiga bek tengah yang diwariskan Shin Tae-yong, juru taktik asal Korea Selatan.

Meskipun menghadirkan kemenangan penting atas China dan Bahrain dengan catatan nirbobol, pertahanan tiga bek tengah itu hancur lebur di hadapan Australia dan Jepang. Sebanyak 11 gol diciptakan dua tim yang lolos ke Piala Dunia edisi ke-23 itu.

Di atas lapangan, susunan formasi bertahan Kluivert serupa dengan Shin. Akan tetapi, Kluivert menerapkan shape antarpemain lebih lebar dibandingkan dengan pendekatan Shin yang jauh lebih rapat.

Quote

Pemain sudah beradaptasi dengan sangat cepat gaya permainan baru.

infografik Yakin atau Tidak Yakinkah Anda, Patrick Kluivert (Pelatih Baru Timnas) Bisa Meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026?

Permainan melebar ala Kluivert itu tidak dibarengi dengan kuantitas pemain di sisi sayap yang seimbang. Australia dan Jepang kerap kali unggul jumlah pemain dalam situasi menyerang di pertahanan Indonesia.

Situasi itu menjadi fokus pembenahan Kluivert pada dua gim uji coba, September lalu, melawan Taiwan dan Lebanon. Ia memperkenalkan taktik 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang mafhum dipahaminya sebagai sosok yang lahir dan besar di Belanda.

Dalam formasi empat bek itu, dua bek tengah fokus menjaga jalur tengah permainan. Dua bek sayap mempertebal sisi flank yang dibantu oleh dua penyerang sayap di depan mereka. Kolaborasi itu berjalan baik dengan dua gim tanpa kemasukan.

”Pemain sudah beradaptasi dengan sangat cepat gaya permainan baru. Mereka memahami apa yang saya minta dan mengeksekusi dengan sangat baik,” kesan Kluivert dari dua gim ekshibisi di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, itu.

Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, saat melawan timnas Bahrain dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025). Indonesia mengalahkan Bahrain dengan skor 1-0. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 26-03-2025

Susunan pemain

Perubahan formasi utama tentu menghadirkan harapan sekaligus kekhawatiran. Asa muncul karena Kluivert berpeluang menghadirkan permainan defensif yang lebih baik dengan taktik anyar. Adapun kekhawatiran disebabkan minimnya waktu persiapan skuad Garuda untuk menghadapi Saudi dan Irak.

Formasi empat bek umumnya digunakan oleh Shin ketika menghadapi lawan-lawan yang berkualitas lebih rendah. Sejak pra-Piala Asia 2023, formasi tiga bek telah menyajikan banyak sejarah bagi perjalanan timnas Indonesia.

Namun, komposisi pemain Indonesia saat ini seharusnya tidak akan kesulitan tampil dengan empat bek, utama duet bek tengah. Satu tempat pos bek tengah itu sudah pasti diberikan kepada Jay Idzes.

Bek Sassuolo, klub Liga Italia, itu sudah membuktikan peningkatan kualitas permainannya. Ia membawa Sassuolo duduk di zona 10 besar hingga pekan keenam Liga Italia.

Sebanyak lima pertandingan beruntun dijalani Jay dari sepak mula hingga peluit akhir. Ia telah membantu Sassuolo tak kemasukan pada dua laga. Terakhir, ia persembahkan nirbobol pada kemenangan 1-0 Sassuolo atas Hellas Verona, Sabtu (4/10/2025) kemarin.

Kapten timnas Indonesia, Jay Idzes (tengah), memeluk Ole Romeny yang berhasil mencetak gol ke gawang China dalam laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-06-2025

Lalu, siapa yang pantas mendampingi Jay?

Nama terkuat untuk menjadi tandem baru Jay di jantung pertahanan tim Garuda adalah Kevin Diks. Walaupun klub anyar Kevin, Borussia Moechengladbach, masih berkutat di zona merah Liga Jerman, pemain berusia 29 tahun itu sudah membuktikan transformasi peran dari bek sayap murni ke bek tengah tangguh.

Bersama Gladbach, Kevin telah bermain enam gim di Liga Jerman. Lima pertandingan dijalaninya sebagai pemain inti. Menariknya, ia menjalani tiga pertandingan dengan peran sebagai bek tengah dalam formasi empat bek di Gladbach.

Dalam tiga pertandingan itu, ia membantu Gladbach nirbobol. Hanya satu kali gawang Gladbach kemasukan gol ketika Kevin berperan di jantung pertahanan. Momen itu tercipta ketika tumbang 0-1 dari VfB Stuttgart, 30 Agustus lalu.

Dengan menambahkan penampilan bersama timnas Indonesia menghadapi Lebanon, Kevin sudah empat kali bermain sebagai tandem di pos bek tengah pada awal musim 2025-2026. Hasilnya, tiga pertandingan tidak kemasukan.

”Saya bisa bermain di semua posisi pemain bertahan sesuai dengan kebutuhan tim. Saat ini, saya merasa paling nyaman bermain di sisi tengah pertahanan,” tutur Kevin, pemilik enam cap timnas Indonesia, seperti dikutip Bild, September lalu.

Pesepak bola Timnas Indonesia Kevin Diks (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Bahrain Mahdi Humaidan (kanan) pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/Spt

Alternatif

Selain dua pemain itu, Kluivert masih memiliki Justin Hubner yang rutin bermain untuk Fortuna Sittard di Liga Belanda. Sempat hanya menghangatkan bangku cadangan pada tiga laga beruntun Fortuna setelah jeda laga internasional, September lalu, Justin kembali dipercaya tampil menghadapi Volendam, 4 Oktober kemarin.

Tampil sebagai pemain pengganti sejak menit ke-14, Justin membantu Fortuna menang dan nirbobol. Modal rerata 1,7 intersep per laga dan tiga sapuan per gim adalah statistik menonjol Justin dibandingkan stok bek tengah skuad Garuda yang tersedia.

Kluivert juga masih memiliki duet bek tengah Persija Jakarta, yakni Rizky Ridho dan Jordi Amat. Kualitas dan pengalaman internasional keduanya sudah tidak perlu disangsikan. Apalagi Ridho dan Jordi sudah bermain bersama mengawal pertahanan ”Macan Kemayoran”, julukan Persija, di BRI Liga Super 2025-2026 selama 620 menit.

Namun, kunci dari kekokohan pertahanan timnas dengan skema empat bek tidak sekadar pada performa dua bek tengah yang membentengi pertahanan. Sosok dua gelandang bertahan juga sangat penting.

Joey Pelupessy dan Nathan Tjoe-A-On juga bakal memiliki peran penting untuk menjaga pertahanan skuad Garuda. Mereka adalah penyaring lebih awal serangan lawan sebelum masuk ke kotak penalti Indonesia.

Pemain timnas Indonesia, Justin Hubner (kiri), berebut bola dengan pemain China, Cao Yongjing, dalam laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-06-2025

Dengan kualitas pemain berkarier di Eropa, pertahanan Indonesia wajib tampil lebih baik agar jalan ke Piala Dunia terbuka lebar. Bahkan, ini momen terbaik bagi Garuda untuk mengempaskan ”Alap-alap Hijau”, sebutan Saudi, untuk pertama kali di ”sarang” mereka.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto