Museum Genosida Tuol Sleng, Penjara M-13, dan kuburan massal Choeung Ek menyusul empat Daftar Warisan Dunia yang dimiliki Kamboja.
13 Jul 2025 11:00 WIB · Internasional
Bertepatan dengan peringatan 50 tahun bangkitnya kekuasaan komunis Khmer Merah, tiga lokasi penyiksaan dan eksekusi rezim Khmer Merah Kamboja telah dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Tiga tempat yang menjadi awal genosida di Kamboja oleh Pol Pot dan Khmer Merah ini ditetapkan dalam Sidang Ke-47 Komite Warisan Dunia di Paris, Perancis, pada Jumat (11/7/2025) waktu setempat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/13/c374ecd6-fecc-4207-b187-12fe1197820d_jpg.jpg)
Museum Genosida Tuol Sleng, yang terletak di ibu kota Phnom Penh, adalah bekas sekolah menengah atas yang digunakan oleh Khmer Merah sebagai penjara yang terkenal kejam. Lebih dikenal sebagai S-21, sekitar 15.000 orang dipenjara dan disiksa di sana.
Penjara M-13, yang terletak di perdesaan Provinsi Kampong Chhnang di Kamboja tengah, juga dianggap sebagai salah satu penjara utama Khmer Merah di awal berdirinya.
Choeung Ek, yang terletak sekitar 15 kilometer di selatan ibu kota, digunakan sebagai tempat eksekusi dan kuburan massal. Kisah kekejaman yang dilakukan di sana menjadi fokus film tahun 1984 berjudul The Killing Fields, yang diangkat dari pengalaman jurnalis foto New York Times, Dith Pran, dan koresponden Sydney Schanberg.
Lokasi-lokasi tersebut selama ini sudah menjadi obyek wisata yang banyak diminati turis. Mereka pada umumnya ingin mengetahui sejarah kelam yang pernah menimpa rakyat Kamboja.
Sebelumnya, Kamboja telah mencatatkan empat Warisan Budaya Dunia, yakni Angkor yang terdaftar pada tahun 1992, merupakan situs arkeologi yang terkenal dengan candi Hindu dan Buddha yang megah, termasuk Angkor Wat. Kuil Preah Vihear yang terletak di perbatasan Kamboja dan Thailand dan merupakan contoh arsitektur Khmer yang mengesankan, yang berhasil didaftarkan di tahun 2008.
Kemudian Kuil Sambor Prei Kuk, yang terdaftar pada tahun 2017 merupakan situs kompleks candi dari periode sebelum Angkor, yang mewakili ibu kota Kerajaan Chenla. Pada tahun 2023, situs arkeologi Koh Ker, bekas ibu kota Kerajaan Khmer, yang menampilkan struktur candi yang menarik dan penting untuk memahami sejarah Kamboja juga berhasil mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Dunia di tahun 2023.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/16/a39f6f3c-57d8-4117-9c01-db94cfefb1dc_jpg.jpg)
Lima puluh tahun lalu, tepatnya 17 April 1975, pasukan Khmer Merah memasuki Phnom Penh, ibu kota Kamboja, dan mengalahkan Tentara Lon Nol yang berkuasa. Pengambilalihan Phnom Penh menandai awal dari genosida di Kamboja, di mana diperkirakan lebih dari 2 juta orang dibunuh.
Tindakan pertama Pol Pot setelah menguasai Kamboja adalah mengatur ulang kalender ke ”Tahun Nol” dan memulai pemerintahan teror yang brutal. Ia mengosongkan ibu kota dan mengirim orang-orangnya ke kamp kerja di perdesaan dengan mengklaim mengembalikan masyarakat ke zaman keemasan ketika tanah itu dibudidayakan oleh para petani.
Sejak itu selama empat tahun berikutnya, lebih dari 2 juta atau seperempat jumlah penduduk meninggal karena kelelahan, kelaparan, penyakit, penyiksaan, atau melalui eksekusi. Bukti-bukti kekejaman ini terlihat Museum Genosida Tuol Sleng, Phnom Penh, Kamboja.
Awalnya, gedung ini adalah bekas sekolah dasar yang diubah menjadi penjara dan pusat penyiksaan oleh oleh rezim Khmer Merah. Dinamai ”Penjara Keamanan 21”, ruang-ruang kelas disulap menjadi sel dan ruang interogasi yang juga berfungsi sebagai pusat penyiksaan.
Sekeliling bangunan juga dipasang kawat berduri yang dialiri listrik. Adapun semua jendela dipasang jeruji untuk mencegah tahanan kabur.
Diperkirakan 20.000 orang telah ditangkap, dipenjara, dan dibunuh lewat penjara ini. Mereka yang dibawa ke sini adalah orang-orang yang dianggap terpelajar. Selepas dari penjara ini, para tahanan akan dibawa ke ladang pembantaian terdekat, yang berjarak 10 kilometer, yang sekarang terkenal dengan nama Choeung EK. Diperkirakan ada 300 tempat seperti Choeung Ek di Kamboja selama pemerintahan Pol Pot.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/16/7b1ab016-84e6-4af7-a2c9-9a193effa1db_jpg.jpg)
Dibantu Amerika Serikat, Vietnam berhasil menguasai Kamboja pada akhir 1978 serta menggulingkan dan mengakhiri pemerintahan Pol Pot yang kejam. Pada 1997, Pol Pot berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tahanan rumah. Kemudian ia meninggal pada 15 April 1998 karena serangan jantung di dekat daerah Anlong Veng, Kamboja.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan