Tiket untuk penyisihan grup Piala Dunia 2026 masih tersedia, tetapi mayoritas dijual dengan harga mencapai 2.000 dolar AS atau sekitar Rp 34 juta.
02 Mei 2026 12:12 WIB · Olahraga
KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA
Lebih kurang sebulan menjelang turnamen dimulai pada 11 Juni, tiket untuk sebagian besar pertandingan grup Piala Dunia 2026 masih tersedia. Namun, tiket tersebut dijual dengan harga yang semakin tinggi, yakni mencapai 2.000 dolar AS (Rp 34 juta). FIFA terus berkilah meski harga tiket yang tinggi ini jadi sorotan kelompok suporter sepak bola.
Per Sabtu (2/5/2026), tiket Piala Dunia masih tersedia di laman resmi FIFA pada bagian ”penjualan menit terakhir”. Penjualan ini masuk ke dalam fase keempat sekaligus terakhir yang dibuka mulai 1 April sampai menjelang akhir turnamen. FIFA sebelumnya telah merilis penjualan tiket dalam berbagai fase sejak September 2025.
Namun, harga termurah dari tiket tersebut adalah 380 dolar AS (Rp 6,5 juta) untuk tujuh pertandingan. Salah satu tiket itu adalah pertandingan tim debutan Piala Dunia, Curacao, melawan Pantai Gading di Philadelphia, Amerika Serikat.
Meskipun hanya sedikit tiket yang tersisa untuk beberapa pertandingan, penggemar yang bersedia dan mampu membayar masih dapat menonton pertandingan negara-negara besar, seperti juara bertahan Argentina, Brasil, Spanyol, Perancis, dan Inggris. Tiket untuk Argentina yang diperkuat Lionel Messi, misalnya, berkisar 2.475 dolar AS hingga 2.925 dolar AS (Rp 42,9 juta-Rp 50,7 juta).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/27/6751198d-2941-422e-a3a2-3fd181d3378d.jpg)
Harga tiket sebenarnya bervariasi tergantung kategori, dengan Kategori 1 (tribune depan) paling mahal dan Kategori 4 paling murah. Namun, tiket Kategori 3 untuk pertandingan AS versus Paraguay terdaftar seharga 1.120 dolar AS (Rp 19 juta), lebih mahal dibandingkan dengan tiket Kategori 2 untuk pertandingan Austria versus Jordania yang harganya 380 dolar AS (Rp 6,5 juta).
Pertandingan Argentina versus Austria (2.925 dolar AS atau Rp 50,7 juta), Ekuador vs Jerman (2.550 dolar AS atau Rp 44,2 juta), Uruguay vs Spanyol (2.520 dolar AS atau Rp 43,6 juta), dan Inggris vs Kroasia (Rp 43,4 juta) juga termasuk yang termahal. Adapun tiket untuk semifinal berkisar antara 9.660 dolar AS (Rp 167,4 juta) dan 11.130 dolar AS (Rp 192 juta).
Kendati demikian, harga tersebut bisa berubah lantaran FIFA menerapkan penetapan harga tiket dinamis untuk Piala Dunia. FIFA mengadopsi kebijakan ini untuk pertama kalinya.
Pada Januari 2026, Presiden FIFA Gianno Infantino mengatakan, permintaan tiket pada Piala Dunia kali ini bagaikan permintaan untuk 1.000 tahun Piala Dunia sekaligus. Oleh karena itu, Infantino yakin, tiket untuk total 104 pertandingan Piala Dunia yang tahun ini digelar di AS, Kanada, dan Meksiko tersebut akan terjual habis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/06/9e748eb617781ed3d1f79493f98493ca-WCup_Draw_Soccer_134545347.jpg)
Menurut laman resmi FIFA, tiket yang sudah terjual habis ialah untuk 17 pertandingan babak penyisihan grup. Laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City juga sudah ludes.
Tujuh pertandingan yang digelar di Meksiko juga telah terjual, termasuk dua pertandingan tuan rumah lainnya melawan Korea Selatan di Guadalajara dan Ceko di Mexico City. Turki versus AS di Los Angeles, Brasil vs Maroko di New York/New Jersey, dan Skotlandia vs Brasil di Miami, termasuk di antara pertandingan lain yang tiketnya sudah terjual habis.
Namun, penjualan tiket yang lebih mahal menjelang turnamen semakin menambah amarah kelompok suporter. Banyak tiket yang masih dijual umum adalah untuk kategori yang lebih mahal.
Tiket juga tersedia melalui platform penjualan kembali. FIFA tidak menjual kembali tiket atau menetapkan harga di platform, tetapi dapat memperoleh keuntungan kedua kalinya dengan mengambil potongan 30 persen dari setiap penjualan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/8786439e80a7762c7e0ed8e19fb33758-FBL_WC_2026_BALL_134194619.jpg)
Sebelumnya, kelompok suporter sepak bola menuduh FIFA telah melakukan pengkhianatan terkait harga tiket yang selangit. Organisasi suporter Eropa, Football Supporters Europe (FSE), menggambarkan tiket Piala Dunia saat ini sangat mahal.
”Ini adalah pengkhianatan besar terhadap tradisi Piala Dunia, mengabaikan kontribusi para pendukung terhadap ajang itu,” tulis FSE dalam pernyataannya pada Desember 2025.
Namun, FIFA terus berkilah tentang harga tiket Piala Dunia. Badan pengatur sepak bola dunia tersebut berulang kali membela strategi penetapan harganya.
”Memang ada tiket mahal dan ada juga tiket yang terjangkau,” kata Infantino saat berpidato di Kongres FIFA di Vancouver, British Columbia, Kanada, Kamis (30/4/2026).
”Dan yang penting adalah semua pendapatan yang kami hasilkan dari seluruh dunia kembali kepada Anda, kembali ke seluruh dunia dan membiayai sepak bola di semua negara Anda,” ujarnya lagi. (AP)
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase