Pelatih timnas voli putra, Reidel Toiran, berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi fisik pemain, meracik skuad terbaik, dan membangun soliditas tim.
06 Agt 2026 13:47 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
Sebanyak 18 pemain yang dipanggil ke timnas bola voli putra Indonesia memulai kembali persiapan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pelatih timnas voli putra, Reidel Toiran, akan berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi fisik pemain, meracik skuad terbaik, dan membangun soliditas tim.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia, Loudry Maspaitella, mengumumkan 18 pemain yang dipanggil untuk persiapan Asian Games, Senin (3/8/2026). Loudry menyebut, sehari setelah pengumuman, para pemain harus sudah tiba sehari di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, yang jadi tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) timnas voli.
Sebelumnya, pelatih Reidel Toiran menyampaikan, pelatnas memang akan dimulai kembali pada Rabu (5/8/2026) pagi. Para pemain yang dipanggil masih merupakan kombinasi para pemain senior dan pemain muda untuk mengisi lima posisi berbeda.
Dari 18 nama yang dipanggil, sebagian besar merupakan para pemain yang mengantarkan Indonesia menjuarai Piala Asian Volley Confederation (AVC) 2026 tingkat Asia, akhir Juni. Beberapa nama lain ialah pemain senior Sigit Ardian dan Dio Zulfikri serta pemain muda Luvi Febrian Nugraha yang masuk tim saat Indonesia bermain di turnamen level Asia Tenggara, SEA V Cup 2026, 15-26 Juli.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/07/26/08e1e315-ed7e-47a9-bbbe-c5ae814962a9.jpg)
Adapun nama yang baru benar-benar dipanggil adalah pemain Indonesia pertama yang merumput di kompetisi Eropa, Fahri Septian Putratama. Selain itu, ada pula pemain senior Muhammad Malizi.
“Pemain yang sudah masuk skuad (untuk SEA V Cup) tetap menjadi bagian dari tim, tetapi tetap juga ada tambahan di beberapa posisi yang kami anggap perlu diperkuat,” kata Reidel Toiran.
Pada posisi setter, PBVSI dan tim kepelatihan memilih Alfin Daniel Pratama, Dio Zulfikri, dan Jasen Natanael Kilanta. Sementara itu, sektor middle blocker diperkuat Hendra Kurniawan, Muhammad Malizi, Ahmad Gumilar, Putra Bagus Hidayatulloh, dan Tedi Oka Syahputra.
Komposisi tersebut memadukan pengalaman dan regenerasi. Hendra, Malizi, serta Tedi menjadi andalan yang telah berpengalaman di level internasional, sedangkan Ahmad Gumilar dan Putra Bagus dipersiapkan sebagai generasi penerus tim nasional.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/07/26/9878d66d-ae65-44af-86bc-080e6795d673.jpg)
Di posisi libero, ada Abhinaya Fahreza Rakha dan Raihan Rizky Attorif. Untuk outside hitter, enam pemain masuk dalam daftar, yakni Farhan Halim, Luvi Febrian Nugraha, Sigit Ardian, Fahri Septian Putratama, Boy Arnez Arabi, dan Agil Anggara. Adapun posisi opposite hitter akan ditempati dua pemain muda, Rama Fazza Fauzan dan Fauzan Nibras.
Farhan, Sigit, Fahri, dan Agil menjadi tulang punggung berpengalaman di skuad. Sementara Boy, Luvi, Rama, Nibras, Putra, dan Raihan diharapkan memberikan energi baru sebagai bagian regenerasi.
“Dalam lima hari sampai satu minggu pertama, kami akan melihat kondisi mereka. Mana yang lebih baik untuk kebutuhan tim. Nantinya akan ada proses seleksi dari pelatih dan evaluasi bersama,” ujar Toiran.
Untuk itu, pada pekan pertama, intensitas latihan akan berat untuk mengukur kondisi fisik pemain. Masalah fisik sempat jadi kendala yang mengemuka di SEA V Cup 2026. Indonesia “habis bensin” di final putaran pertama, lalu tersingkir di semifinal putaran kedua.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/07/26/4d9fac2c-b854-4fcd-bf11-30de60fb7fcf.jpg)
Para pemain kelelahan setelah mengikuti turnamen beruntun dimulai dari Piala AVC. Kendati enggan menjadikannya alasan kegagalan Indonesia menjadi juara di SEA V Cup, Toiran menyebut waktu persiapan dan istirahat yang singkat memang berdampak pada fisik pemain.
Apalagi, para pemain tidak terbiasa dengan serangkaian agenda padat. Di dalam negeri, Toiran juga menilai kompetisi Indonesia belum seberat kompetisi di negara-negara lain. Alhasil, Indonesia membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk bisa benar-benar mencapai kondisi maksimal.
“Kalau tim nasional profesional, satu bulan latihan sebenarnya sudah cukup. Tetapi, Indonesia belum berada di level itu. Kami masih harus bekerja lebih keras,” ucap pelatih asal Kuba ini.
“Kompetisi di Indonesia tidak seberat liga-liga luar negeri. Karena itu idealnya kami bisa berkumpul selama tiga sampai empat bulan. Sebenarnya sangat memungkinkan dilakukan di Indonesia,” katanya lagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/07/26/815e1713-2bc3-4b2a-92a2-e46b3a020d73.jpg)
Toiran sebelumnya menyebut akan memanggil hingga 22 pemain untuk mencari komposisi terbaik. Selain agar materi skuad lebih dalam, Toiran berharap semua posisi terisi dengan kekuatan merata.
Dari 18 nama yang akhirnya dipanggil ke timnas, hanya 12 nantinya yang akan terpilih untuk tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Cabor voli dijadwalkan akan dimainkan di Okazaki Chuo Sogo Park Gymnasium dan Park Arena Komaki, Aichi, mulai 16 September atau tiga hari sebelum pembukaan.
Artinya, Indonesia punya waktu sekitar 41 hari untuk persiapan menuju Asian Games. Waktu yang dimiliki untuk persiapan itu terbilang panjang jika dibandingkan saat hendak berangkat ke Piala AVC 2026.
Toiran menekankan, waktu persiapan yang panjang meski belum ideal itu memang keniscayaan jika ingin hasil maksimal. “Tidak ada yang instan,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/07/26/1224d404-b0a6-4ff4-b10f-a13c3fa55118.jpg)
Toiran pun akan berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi fisik pemain yang sudah terkuras sebelumnya dan meracik skuad terbaik serta membangun kerja sama tim. Tidak hanya itu, kata Toiran, mentalitas pemain juga mesti terus diasah.
Dengan demikian, ketika kondisi fisik menurun, semangat bertanding tidak ikut merosot. Hal itu yang jadi pekerjaan rumah tim kepelatihan. Salah satu solusi, kata Toiran, ialah para pemain harus banyak mengikuti pertandingan sehingga mentalnya terasah saat situasi tertekan.
Masalahnya, Indonesia dipastikan tidak akan melakukan uji coba dengan ikut turnamen lagi. Sebenarnya ada satu turnamen tersisa menjelang Asian Games 2026, yakni Kejuaraan Bola Voli Kontinental AVC 2026. Turnamen ini diikuti negara-negara yang lolos lewat beberapa jalur kualifikasi, termasuk juara dari masing-masing zona konfederasi di Asia.
Untuk wakil Asia Tenggara (SAVA), tiket diberikan kepada peraih emas di Asian Games Thailand 2025, yakni tim tuan rumah. Alhasil, meski menjuarai Piala AVC 2026, Indonesia tidak bisa ikut Kejuaraan Bola Voli Kontinental AVC 2026 yang dijadikan uji coba terakhir sejumlah tim menjelang Asian Games.
Kendati demikian, Toiran mengatakan bahwa ada banyak tawaran uji coba dari tim-tim Asia. Indonesia bisa melakukan uji coba dengan tim-tim yang mengajukan penawaran tersebut setelah para pemain berlatih intensif.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Retma Wati