ASIAN BEACH GAMES 2026

Timnas Bola Voli Pantai Ingin Mengulang Rekam Jejak Gemilang

Timnas bola voli pantai Indonesia pernah meraih medali emas di tiga edisi beruntun Asian Beach Games. Terhenti pada 2016, para atlet bertekad mengukirnya lagi.

23 Apr 2026 14:17 WIB · Olahraga

PBVSI

Oleh Rebiyyah Salasah

Timnas bola voli pantai Indonesia punya rekam jejak gemilang di Asian Beach Games atau Pesta Olahraga Pantai. Namun, tren medali emas sejak edisi perdana harus terhenti pada 2016. Kini, timnas bola voli pantai Indonesia, yang diperkuat para pemain muda, bertekad mengulang jejak gemilang itu di Asian Beach Games yang kembali digelar pada 2026.

Timnas bola voli pantai mengawali penampilan di Asian Beach Games 2026 di Sanya, China, dengan kemenangan. Bertanding di kluster Tianya Haijiao, Kamis (23/4/2026) pagi, tim putra pertama yang diperkuat Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi berhasil menaklukkan wakil Timor Leste, Joel Savio Valente/Joninho Fernandes Xavier, 2-0, pada laga di Pul C.

Kemenangan serupa diraih tim putri yang diperkuat Nur Atika Sari/Josephine Selvina saat menghadapi Mariyami/Ishag (Maladewa) dalam pertandingan di Pul F. Sementara itu, tim putra kedua, Fairuz Bayhaqly/Imam Ahmad Faisal baru akan berlaga pada Kamis pukul 14.00 WIB menghadapi wakil Lebanon, Jad Abi Karam/Hadi El Chabib, di Pul E.

Momen pertandingan itu menandai kembalinya timnas bola voli pantai Indonesia ke Asian Beach Games yang terakhir digelar di Vietnam, 10 tahun lalu. Satu dekade pula telah lewat sejak timnas voli pantai terpaksa mengakhiri tren medali emas yang telah terukur sejak Asian Beach Games pertama di Bali pada 2008.

Timnas bola voli pantai Indonesia yang diperkuat Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi berusaha menahan serangan Australia yang diperkuat, Nicolaidis/Carracher, dalam semifinal AVC Beach Volleyball Continental Cup, ajang kualifikasi terakhir Olimpiade Paris 2024. Bermain di Ningbo, China, Sabtu (22/6/2024), Indonesia kalah dengan skor 0-2 (20-22, 19-21)

Maka, tak heran, tekad begitu menggebu di dalam diri pemain untuk bisa mengukir kembali tren kemenangan dan raihan medali emas itu. ”Target saya di Asian Beach Games ini adalah mempertahankan tradisi emas. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar kami bisa memberikan yang terbaik,” kata Bintang.

Asian Beach Games merupakan salah satu acara multi-olahraga terbesar di Asia yang berfokus pada olahraga pantai dan air. Saat Asian Beach Games digelar untuk pertama kali pada 2008 itu, Indonesia meraih emas lewat pasangan Andy Ardiyansyah dan Koko Prasetyo Darkuncoro.

Koko Prasetyo mempertahankan medali emas dengan pasangan barunya, Ade Candra Rachmawan, di Asian Beach Games 2012 di Haiyang, China. Pada Asian Beach Games 2004 di Phuket, Thailand, tim putra dan putri Indonesia kompak naik podium. Koko/Ade kembali meraih medali emas, sedangkan tim putri yang diperkuat Putu Dini Jasita Utami/Dhita Juliana meraih perunggu.

Ade terhenti pada babak semifinal saat tampil untuk ketiga kali di Asian Beach Games pada edisi 2016. Ade, berpasangan dengan Gilang Ramadhan, juga kalah saat perebutan medali perunggu. Sementara itu, tim putra lainnya, Mohammad Ashfiya/Rendy Licardo, terhenti pada babak 16 besar.

Pada sektor putri, dua tim Indonesia sama-sama melaju ke fase gugur. Namun, hanya Putu Dini Jasita Utami/Dhita Juliana yang melaju ke babak perempat final meski akhirnya kalah pada tahap tersebut.

Pemain bola voli pantai Indonesia (kiri ke kanan), Ade Candra Rachmawan, Mohammad Asifa, dan Gilang Ramadhan, serta Danangsah Yudistira (tidak tampak), berlatih di lapangan voli pantai, Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (17/8/2018). Indonesia menurunkan dua tim dalam cabang bola voli pantai Asian Games 2018 yang mulai dipertandingkan pada Minggu (19/8).

Keinginan untuk menciptakan kembali tradisi emas tidak hanya disampaikan Bintang, tetapi juga Andy yang kini menjadi pelatih timnas voli pantai. Andy datang ke Asian Beach Games 2026 dengan kenangan mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di edisi perdana ajang multi-olahraga utama Asia yang diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA) ini.

”Yang pasti, saya ingin atlet saya memberikan yang terbaik,” ujar Andy.

Voli pantai, bersama panjat tebing, akan menjadi salah satu tumpuan medali Indonesia di Asian Beach Games 2026. Menurut Ketua Kontingen Indonesia untuk Asian Beach Games, Krisna Bayu, voli pantai punya potensi meraih medali karena sejarah prestasi di edisi-edisi sebelumnya.

Di atas kertas, peluang itu tidak cuma karena rekam jejak yang gemilang. Penampilan para pebola voli pantai Indonesia pun menghidupkan harapan untuk kembali meraih medali emas. Terlebih, usia mereka pun masih tergolong muda.

Pemain timnas bola voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi mengapit pelatih mereka, Andy Ardiansyah, selepas menjuarai turnamen antarnegara Asia Tenggara dan Asia Timur, Sanvinest Khanh Hoa Cup 2025 di Vietnam, pada 9 Juni lalu

Bintang (25) dan Sofyan (23), misalnya, pernah menjuarai Volleyball World Beach Pro Tour seri Qingshan, Wuhan, China, 16-19 Mei 2024. Pasangan ini mengukir sejarah dengan meraih medali emas pertama Indonesia dalam sirkuit bola voli pantai profesional elite global yang diselenggarakan Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) tersebut. Mereka juga menjadi runner-up pada Beach Pro Tour Futures Qingdao 2025 dan peringkat ketiga di AVC Beach Tour Raja Ampat Open 2026.

Adapun Fairuz/Imam adalah pasangan baru yang mulai aktif bermain di kancah internasional pada tahun ini. Andy mengatakan, pasangan ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi di voli pantai.

Indonesia hanya mengirimkan 22 atlet dari tiga cabang olahraga ke Sanya. Selain voli pantai dan panjat tebing, Indonesia juga mengirimkan wakil di bola basket 3x3 putra dan putri. Asian Beach Games 2026 mempertandingkan total 14 cabang olahraga, terdiri dari 15 disiplin dan 62 nomor pertandingan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra