KEJUARAAN KONTINENTAL AVC 2026

Timnas Bola Voli Putri Uji Kualitas di Panggung Asia

Kejuaraan Kontinental AVC 2026 ini akan menjadi ajang menguji dan melihat realitas kualitas terbaru timnas bola voli putri Indonesia di antara negara-negara Asia.

21 Agt 2026 15:00 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah

TIANJIN, JUMAT — Tim nasional bola voli putri Indonesia mengusung target enam besar saat berlaga di panggung Asia, AVC Women’s Continental Championship 2026. Selain memberi jalan ke Kejuaraan Dunia, ajang ini juga menjadi uji kualitas Indonesia sebelum Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Timnas bola voli putri Indonesia akan mengawali perjalanan di AVC Women’s Continental Championship atau Kejuaraan Kontinental AVC 2026 pada Sabtu (22/8/2026) di Tianjin, China. Indonesia akan menghadapi Kazakhstan.

Quote

Target kita masuk enam besar. Lawan kuat, mudah-mudahan target bisa dicapai dan bisa lebih bagus lagi.

Selain Kazkhstan, Indonesia tergabung di Pul B bersama Thailand dan Australia. Ajang ini diikuti total 12 tim Asia dan Osenia, termasuk tim terbaik benua sekaligus papan atas dunia, Jepang dan China.

Pelepasan timnas bola voli putri untuk AVC Women’s Continental Championship 2026 di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Rabu (19/8/2026).

”Target kami masuk enam besar. Lawan kuat, mudah-mudahan target bisa dicapai dan bisa lebih bagus lagi,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Imam Sudjarwo.

Imam menyadari perjuangan Indonesia tidak akan mudah. Pasalnya, sejumlah tim tangguh akan menjadi lawan yang harus dihadapi dalam turnamen tersebut.

Meski begitu, Imam optimistis target enam besar dapat diwujudkan. Bahkan, ia berharap para pemain mampu memberikan kejutan dengan meraih hasil yang lebih baik.

Indonesia terhitung sudah 11 kali tampil di Kejuaraan Kontinental AVC sejak edisi 1979 di Hong Kong. Dalam ajang yang dulu bernama Kejuaraan Asia ini, pencapaian terbaik Indonesia adalah menempati peringkat kelima.

Namun, capaian itu sudah berusia puluhan tahun karena Indonesia terakhir kali meraihnya saat debut. Adapun pada edisi 2019 atau pada penampilan terakhir di ajang tersebut, Indonesia menempati posisi ke-8.

infografik penampilan timnas bola voli putri Indonesia

Pada edisi 2023, Indonesia absen dalam kejuaraan tersebut. Artinya, penampilan pada edisi tahun ini akan menjadi aksi perdana di panggung tersebut dalam lima tahun.

Dengan demikian, Kejuaraan Kontinental AVC 2026 ini akan menjadi ajang menguji sekaligus melihat realitas kualitas tim di antara negara-negara Asia. Ini akan menjadi gambaran penting untuk bersaing di panggung Asia lainnya pada September mendatang, yakni Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Lawan Indonesia di Aichi-Nagoya 2026, yakni Jepang, turut berpartisipasi di Kejuaraan Kontinental AVC 2026. Selain Jepang, Indonesia berada satu grup Nepal dalam pesta olahraga Asia itu.

Timnas bola voli putri Indonesia kembali akan tampil di Asian Games setelah absen pada edisi sebelumnya di Hangzhou 2022. Indonesia terakhir tampil di ajang tersebut saat finis pada peringkat ketujuh di Jakarta-Palembang 2018.

Para pemain timnas bola voli putri Indonesia berlatih di pusat pelatihan nasional Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/5/2026).

Selain itu, Kejuaraan Kontinental AVC ini memiliki nilai strategis karena menyediakan bobot 40 poin, lebih besar dibandingkan AVC Women’s Cup yang memberikan 30 poin. Perolehan poin ini berguna untuk mendobrak peringkat dunia. Selain itu, ajang ini juga menyediakan jalan ke Kejuaraan Dunia.

Meski enam besar menjadi sasaran awal, Imam mengingatkan agar para pemain tidak menjadikan target tersebut sebagai batas maksimal. Imam mengambil contoh keberhasilan timnas bola voli putra Indonesia di Piala Asia AVC 2026.

Saat itu, tim putra awalnya hanya dibebani target mencapai semifinal. Namun, performa gemilang membuat mereka mampu melampaui sasaran tersebut dan akhirnya keluar sebagai juara.

Adapun timnas putri berisi kombinasi pemain senior berpengalaman dan pemain muda yang menunjukkan potensinya. Komposisi ini mulai dipakai sejak SEA Games Thailand 2025.

Pemain berpengalaman, seperti Mediol Yoku dan Arsela Nuari, masih tetap memperkuat tim. Mereka bergabung dengan pemain-pemain muda, seperti Ersandrina Devega, Chelsa Berliama, dan Maradanti Namira.

Menurut pelatih timnas putri, Marcos Sugiyama, skuad yang ditanganinya saat ini lebih agresif dan lebih cepat ketimbang tim sebelumnya. Sugiyama sebelumnya menangani tim U-21 dan timnas putri untuk SEA Games Thailand 2025.

Namun, timnas putri masih kesulitan beranjak dari posisi ketiga di Asia Tenggara setelah meraih perunggu di SEA Games 2025. Pada dua putaran turnamen level Asia Tenggara, SEA V Cup 2026, Indonesia finis sebagai peringkat ketiga di bawah Thailand serta Vietnam dan Filipina yang bergantian menempati peringkat kedua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan