Timnas Indonesia Pantang Inferior di Markas Arab Saudi

Indonesia punya momen terbaik untuk mencetak kemenangan perdana di kandang Arab Saudi. Ilham Jayakesuma, legenda timnas, pun memberikan nasihatnya kepada striker.

07 Okt 2025 16:13 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

TANGERANG, KOMPAS — Laga ”final” pertama tim nasional sepak bola Indonesia menuju Piala Dunia 2026 akan digelar, yaitu kontra Arab Saudi, Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB, di Stadion Kota Olahraga Raja Abdullah, Jeddah. Walaupun kesebelasan tuan rumah lebih diunggulkan, skuad ”Garuda” tidak punya satu pun alasan merasakan inferior demi mengejar kemenangan perdana di sarang ”Alap-alap Hijau”.

Indonesia bakal menjalani laga tandang kedelapan di markas Arab Saudi. Mengunjungi negara terbesar di Jazirah Arab itu sejak 1980, tim besutan PSSI baru satu kali pulang tanpa kekalahan.

Momen itu tercipta ketika Indonesia menahan Saudi 1-1 pada pertandingan pembuka putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026, September 2024. Sandy Walsh merupakan pemain kedua tim Garuda yang mampu menjebol gawang Saudi di kandang lawan setelah Ronny Wabia pada 1996.

Bermain di bawah tekanan lebih dari 50.000 suporter tuan rumah serta faktor nonteknis lain, salah satunya wasit asal Kuwait, Ahmed al-Ali, yang tentu berbahasa Arab, tidak sepatutnya mengugurkan semangat juang anak asuhan Patrick Kluivert. Justru laga menghadapi Saudi adalah kesempatan terbaik bagi timnas Indonesia untuk membuktikan kualitas sebenarnya.

Kluivert didukung oleh 19 pemain yang besar di Eropa alias berstatus pesepak bola naturalisasi. Sebanyak 10 pemain lainnya adalah murni didikan akademi lokal. Dengan begitu, skuad Garuda memiliki komposisi pemain yang nyaris setara dengan Saudi.

Hal ini terlihat dalam nilai pasar skuad kedua tim. Saudi dihuni pemain dengan akumulasi nilai pasar Rp 531,8 miliar, sedangkan Indonesia memiliki pemain bernilai pasar Rp 511,9 miliar.

Pemain Indonesia Tom Haye mengoper bola dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Kompas/Adryan Yoga Paramadwya

Ilham Jayakesuma, legenda timnas Indonesia, menyebut kehadiran pemain-pemain yang sedang dan pernah berkarier di Eropa adalah modal lebih yang dimiliki skuad Indonesia saat ini dibandingkan dengan lawatan terdahulu ke Saudi. Ia mengakui bermain di Timur Tengah tidak akan mudah.

”Penting untuk miliki mental yang tangguh agar tidak merasa inferior. Saudi, tim tuan rumah, pasti ada keuntungan nonteknis. Mereka juga akan bermain keras dan cepat, tetapi kualitas pemain kita saat ini sudah setara dengan mereka. Itu bekal kita untuk mengejutkan mereka,” ucap Ilham seusai memimpin latihan tim U-20 Persita Tangerang, Selasa (7/10/2025) siang, di Stadion Mini Pagedangan, Tangerang, Banten.

Pencetak satu gol ketika Indonesia jumpa Saudi pada pra-Piala Dunia 2006, Oktober 2004, itu menyebut Indonesia harus bermain tajam dalam lini serang. Memanfaatkan sekecil apa pun peluang adalah hal yang wajib dilakukan skuad Garuda untuk menaklukkan Saudi. Berkaca pada pertemuan di putaran ketiga, Indonesia mencetak gol melalui tembakan pertama ke gawang Saudi.

”Di pertandingan nanti, tugas pemain adalah bagaimana bisa memanfaatkan ruang dan setiap kesempatan sekecil mungkin. Kemampuan pemain menyerang, baik itu penyerang, sayap, maupun gelandang, untuk mencetak gol lebih dulu akan menyebarkan suntikan moral positif bagi pemain-pemain lain,” tutur Ilham yang mengoleksi 13 gol dari 18 cap timnas Indonesia.

Pelatih Indonesia Patrick Kluivert satu pemikiran dengan Ilham. Menurut Kluivert, para pemainnya harus tampil tanpa cela menghadapi Saudi dan Irak demi memenuhi tujuan lolos ke Piala Dunia 2026.

Legenda timnas Indonesia, Ilham Jayakesuma.

”Hal yang paling terpenting, kami harus mengeksekusi (rencana permainan), memanfaatkan bola mati, penguasaan bola, dan menjalankan skema ketika kehilangan bola dengan baik. Segalanya harus berjalan sempurna,” kata Kluivert.

Ia menambahkan, ”Kami hanya berjarak 180 menit lebih dari tujuan terbesar tim. Kami akan melakukan segalanya untuk lolos (ke Piala Dunia 2026).”

Sumber gol

Satu hal krusial yang diputuskan Kluivert bersama dua asistennya, yakni Alex Pastoor dan Denny Landzaat, adalah sosok penyerang tunggal. Kondisi Ole Romeny belum fit 100 persen akibat cedera lutut di Piala Presiden 2025. Maka, ia tidak memiliki kondisi kebugaran yang prima.

Kondisi itu membuat Kluivert hanya memiliki Ramadhan Sananta dan Mauro Zijlstra sebagai penyerang tengah murni yang siap tampil. Dengan merujuk dua pemain itu, Ilham lebih condong memilih Sananta yang layak tampil sejak menit pertama.

Dalam performa pada awal musim 2025-2026, Sananta sudah delapan kali tampil untuk DPMM FC, klub milik Kerajaan Brunei Darussalam, di kompetisi Malaysia. Ia telah menyumbang dua gol. Adapun Mauro masih harus bersabar dan membuktikan diri lagi. Sebab, belum tampil 1 menit pun bersama Volendam di Liga Belanda.

infografik
Susunan Pemain Timnas Indonesia Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Ilham menilai, sektor penyerang adalah sisi terlemah dari skuad Indonesia bersama Kluivert. Terlepas dari penyerang utama pilihan Kluivert, Ilham menitikberatkan pesan kepada ujung tombak tim Garuda yang tampil sejak sepak mula kontra Alap-alap Hijau.

”Sejatinya, menjadi penyerang tidak sulit. Tidak perlu banyak berlari sana-sini atau menyentuh bola. Sebab, penyerang dinilai dari kecerdikan memanfaatkan ruang untuk situasi oportunis bagi dirinya mencetak gol,” kata Ilham.

Pelatih Saudi Herve Renard mengakui, dukungan suporter di Jeddah adalah keuntungan yang harus dimanfaatkan anak asuhannya. Ia merasakan dukungan melimpah publik Jeddah dalam persiapan timnya menjelang putaran keempat pra-Piala Dunia 2026.

”Saya pikir seluruh negeri akan berada di belakang kami. Kami tahu apa yang mereka harapkan. Akan tetapi, kami juga berekspektasi mereka mendukung kami. Dari tembakan pertama hingga terakhir. Bersama, kami akan capai tujuan kami (lolos Piala Dunia),” ujar Renard kepada Arab News.

Dalam dua laga kandang diasuh Renard pada putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026, rekor penampilan Saudi tidak terlalu positif. Mereka sekali menang 1-0 atas China, lalu menderita kekalahan 1-2 dari Australia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto