Barcelona musim ini adalah yang terparah semenjak Hansi Flick melatih. Saat lawan sudah paham cara membongkar garis pertahanan tinggi Barca, Flick justru bergeming.
06 Okt 2025 13:15 WIB · Olahraga
SEVILLA, SENIN — Barcelona mengalami tren buruk jelang memasuki jeda internasional. Setelah dipermalukan Paris Saint-Germain, kali ini giliran Sevilla yang memberi kekalahan kedua bagi Barca. Bermain di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Barca kalah telak 1-4, dalam lanjutan Liga Spanyol. Sevilla mengekspos titik buta Pelatih Barca Hansi Flick yang bersikukuh mempertahankan pendekatan garis pertahanan tinggi.
Kemenangan ini disambut sukacita para penggemar Sevilla. Sebelum laga itu, Sevilla belum pernah mengalahkan Barca di kandang sendiri selama 10 tahun. Pelatih Sevilla Matis Almeyda mempelajari pertandingan Barca kontra PSG di Liga Champions Eropa untuk meramu strategi.
Hasilnya, dia mengubah pendekatan dari tiga bek menggunakan empat bek. Hal itu dilakukan untuk memperkuat lini tengah demi meredam kreativitas gelandang Barca.
”Kami mempelajari pertandingan dengan baik dan hasilnya memuaskan. Jika kami membiarkan Barcelona lolos, mereka akan merugikan kami. Kami harus berkorban dan kemudian mengambil risiko bermain melawan salah satu tim yang paling menekan. Sangat jelas apa yang kami latih, baik dan buruknya. Saya tetap mengatakan kami berada di jalur yang benar,” ujar Almeyda seusai laga, Minggu (5/10/2025), dikutip dari Diario AS.
Keputusan itu berbuah manis. Sevilla sudah unggul pada menit ke-13 melalui penalti Alexis Sanchez. Dengan memperkuat lini tengah, Sevilla menghambat Pedri dan Frenkie de Jong yang menjadi otak permainan Barca. Hasilnya, mereka bisa leluasa menekan pertahanan Barca hingga memaksa bek Ronald Araujo melakukan kesalahan yang berujung hukuman penalti.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/06/5a88a15b-6d1e-4b7f-a965-d1878c9c957f_jpg.jpg)
Pelatih Barca Hansi Flick masih bersikukuh menggunakan pendekatan garis pertahanan tinggi meski strategi itu sudah berhasil dibongkar PSG. Solusi membongkar garis pertahanan tinggi Barca seakan sudah menjadi rahasia umum yang tidak hanya bisa dilakukan oleh tim besar, tetapi juga tim papan tengah seperti Sevilla.
Gol kedua Sevilla yang dilesakkan Isaac Romero mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Barca. Gol ini tercipta berkat kecepatan menggiring bola Ruben Vargas di sisi sayap sehingga garis offside menjadi mundur jauh.
Akibatnya, perangkap offside Barca gagal lantaran bola berada di depan Romero saat umpan silang mendatar dilepaskan. Skema serupa digunakan pula oleh PSG saat mencetak gol kemenangan melalui Goncalo Ramos.
Meski banyak pihak menyebut pendekatan garis pertahanan tinggi Barca sudah tidak efektif, Flick bersikeras tidak ada yang keliru dalam sistemnya. Pelatih asal Jerman itu seperti melihat titik buta sehingga tidak mengakui ada celah yang begitu besar dalam strateginya.
”Saya rasa ini bukan soal sistem dan struktur. Saya rasa kami membuat kesalahan serius di babak pertama. Saya tidak ingin membahas beberapa hal yang terjadi hari ini, tetapi penampilan kami di babak pertama memang kurang baik,” kata Flick.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/06/49c7ebee-e553-4674-94a3-e98edd6c850f_jpg.jpg)
Menurut Flick, pendekatan garis pertahanan tinggi menopang gaya bermain menekan seperti yang dia inginkan. Hanya saja, pendekatan ini membutuhkan komando di lini belakang, peran yang sebelumnya diemban oleh Inigo Martinez.
Musim ini, Martinez telah hengkang ke Al-Nassr di Liga Pro Saudi. Tanpa dirigen di lini belakang, garis pertahanan tinggi Barca amat mudah terekspos lawan.
”Banyak hal yang sebenarnya harus diperbaiki. Saat menguasai bola, kami tidak tahu bagaimana cara keluar dari tekanan satu lawan satu mereka. Kami juga kurang intens dalam bertahan,” kata gelandang Barca, Pedri.
Barca bisa memperkecil ketertinggalan melalui gol Marcus Rashford di pengujung babak pertama. Gol ini menjadi kontribusi kedelapan Rashford musim ini dengan total tiga gol dan lima asis. Upaya Barca untuk menyamakan kedudukan sempat menyala saat mendapat hadiah penalti.
Namun, penyerang Robert Lewandowski gagal melaksanakan tugasnya. Flick mengatakan, jalannya laga berpotensi berbeda sama sekali jika penalti Lewy sukses.
Momentum pada akhirnya tetap dikendalikan Sevilla yang mampu mencetak dua gol tambahan melalui Jose Angel Carmona dan Akor Adams beberapa menit jelang laga usai. Gol Carmona dan Adams lagi-lagi memanfaatkan celah lebar dari garis pertahanan tinggi Barca. Kedua gol itu sama-sama berawal dari serangan balik kilat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/06/0168b054-f690-4a66-a95a-2a711750e5ba_png.png)
Dua kekalahan beruntun ini menjadi yang kedua kalinya dirasakan Flick. Musim lalu, Barca juga merasakan kekalahan beruntun saat bertemu Leganes dan Atletico Madrid. Meski garis pertahanan tinggi Barca sudah mudah dibongkar, Flick tampaknya belum akan mengubah pendekatan.
”Kami harus belajar dari hari ini, (juga) dari apa yang terjadi melawan PSG. Semoga saat jeda (internasional) ini segera berakhir sehingga kami bisa mendapatkan kembali pemain-pemain penting yang kami butuhkan dan kembali untuk meraih kemenangan bagi para penggemar,” ujar Flick.
Kekalahan dari Sevilla untuk sementara membuat Barca kehilangan posisi puncak klasemen. Real Madrid yang pada laga lainnya mengalahkan Villarreal merebut kembali peringkat pertama dengan koleksi 21 poin, unggul dua poin atas Barca di peringkat kedua.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto