Titik Nol Petualangan Berliku Alarice dan Salsabila Menuju Olimpiade

Jika ingin punya pesenam putri di Olimpiade lagi, Indonesia harus segera becermin. Alarice dan Salsabila tampil cukup baik di Kejuaraan Dunia, tetapi belum cukup.

21 Okt 2025 19:46 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa, Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Debut di Kejuaraan Dunia menjadi pencapaian terbesar bagi pesenam arstistik putri Indonesia, Alarice Mallica Prakoso dan Salsabila Hadi Pamungkas. Meskipun begitu, untuk target besar Indonesia meloloskan kembali pesenam ke Olimpiade, perjalanan mereka masih sangat jauh dan baru di titik awal. 

Alarice (17) dan Salsabila (19) menjadi primadona di antara para pesenam dunia di Stadion Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (21/10/2025). Didukung ratusan penonton tuan rumah, mereka tampil penuh percaya diri. Alarice, walaupun mengaku agak grogi, sempat melemparkan tanda hati ke tribune penonton sebelum beraksi.

Saat Alarice tampak ceria, Salsabila sangat fokus dan serius. Matanya selalu tertuju ke alat. Di alat pertama, meja lompat, Salsabila langsung menghasilkan nilai 12,933. Nilai atlet Jawa Timur itu sudah lebih baik dari penampilannya dalam Kejuaraan Asia Jecheon 2025 di Korea Selatan (12,233), Juni lalu. Itu menjadi permulaan yang baik. 

Alarice tidak mau kalah. Dia juga menampilkan performa terbaik di nomor favoritnya, lantai. Dengan seragam merah menyala dan aksesori gemerlap bak berlian, atlet Jakarta itu menjalani rutin gerakan akrobatik dan koreografi feminin. Dia mendapat nilai 11,766. Itu cukup tinggi jika dilihat penilaian juri yang sangat detail di nomor itu.

”Saya merasa sangat senang, terhormat, bersemangat, dan lega saat bersamaan. Senang lihat teman dan keluarga yang datang mendukung. Ini sangat menyenangkan dan pengalaman yang luar biasa untuk saya. Semua kerja keras akhirnya terbayar lunas,” ujar Alarice yang baru masuk pemusatan latihan nasional sekitar setahun terakhir.

Pesenam artistik putri Indonesia Alarice Mallica Prakoso berpose sebelum tampil di nomor balok keseimbangan pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (21/10/2025).  Dua pesenam putri artistik Indonesia, Alarice Mallica Prakoso dan Salsabilla Hadi Pamungkas, gagal masuk ke babak final Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
21-10-2025

Tidak ada banyak kesalahan fatal yang dilakukan kedua wakil ”Merah Putih” itu saat tampil di seluruh empat alat. Mereka hanya sempat kehilangan keseimbangan dan terjatuh di alat balok keseimbangan. Hanya saja, Alarice dan Salsabila belum bisa masuk final karena masih kalah dalam tingkat kesulitan maupun eksekusi gerakan.

Di keseluruhan alat, Salsabila (44,266) dan Alarice (44,432) tidak masuk dalam 24 besar yang merupakan syarat lolos ke final. Mereka juga belum mampu menembus delapan besar di empat alat. ”Kesempatan luar biasa. Rasanya campur aduk. Penampilan cukup maksimal meski masih ada yang perlu diperbaiki,” kata Salsabila.

Berkaca dari jam terbang maupun kemampuan, performa Alarice dan Salsabila sama sekali tidak mengecewakan. Wajar jika pelatih tim putri yang terkenal sangat perfeksionis, Eva Novalina Butar Butar, bisa tersenyum lebar setelah penampilan anak asuhnya berakhir. Dia turut memeluk hangat kedua pesenam.

”Skor mereka memang kecil (dibandingkan pesenam elite dunia), itu benar. Karena itu, keterampilan mereka memang masih harus ditingkatkan. Eksekusi gerakan juga. Mengenai juri-juri, memang sangat detail. Itu pilihan FIG. Ada nilai-nilai yang tidak masuk karena benar-benar harus sempurna,” ucap Eva.

Proyek Olimpiade

Masalahnya, target persenaman Tanah Air saat ini bukan lagi hanya tampil di Kejuaraan Dunia. Setelah bisa mengirimkan pesenam pertama ke Olimpiade lewat Rifda Irfanaluthfi, level Indonesia telah naik. Batas paling minimal adalah mengincar untuk meloloskan kembali atlet ke Los Angeles 2028. 

Dengan Rifda yang sudah pensiun, Alarice dan Salsabila pun menjadi tumpuan Indonesia ke depan. Hanya saja, dari hasil di Indonesia Arena, mereka masih tampak jauh untuk bisa mengejar level Olimpiade. Apalagi khusus LA 2028, para pesenam hanya punya waktu efektif dua tahun sebelum menatap kualifikasi.

Pesenam artistik putri Indonesia Salsabilla Hadi Pamungkas tampil di nomor lompat meja pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (21/10/2025).  Dua pesenam putri artistik Indonesia, Alarice Mallica Prakoso dan Salsabilla Hadi Pamungkas, gagal masuk ke babak final Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
21-10-2025

Eva, yang mengantar Rifda lolos ke Paris 2024, mengatakan, proses persiapan menuju Olimpiade perlu dua siklus. Artinya, program dilakukan jangka panjang selama delapan tahun. Rifda contohnya, setelah tidak lolos di Tokyo 2020, dia langsung mempersiapkan diri untuk lolos ke edisi selanjutnya. 

Menurut Eva, tugas paling krusial adalah meningkatkan kesulitan dan eksekusi gerakan pesenam, tetapi itu butuh waktu lama. ”Eksekusi gerakan itu butuh waktu lebih lama daripada belajar gerakan. Seperti Rifda, sepuluh tahun sebelumnya dia sudah punya skill itu, tetapi kematangan gerakan dan eksekusi butuh bertahun-tahun. Berbicara gimnastik, berarti itu soal kesempurnaan,” ujarnya. 

Cerminan realitas pesenam Indonesia bisa terlihat di ranking keseluruhan alat. Di level Asia Tenggara, mereka masih tertinggal di bawah pesenam Singapura Amanda Yap (47,666). Amanda merupakan atlet kelahiran 2009 dan baru berusia 15 tahun. Belum lagi jika dibandingkan dengan pesenam senior Filipina Aleah Finnegan (49,299).

Jika dilihat lebih detail, kemampuan Amanda terbilang cukup tinggi dan merata di seluruh alat. Dia paling spesial dalam balok keseimbangan, mencapai tingkat kesulitan (Skor D) hingga 5,500. Itu setara dengan para pesenam elite dunia. Adapun Skor D tertinggi Alarice, 4,500, di senam lantai dan Salsabilla, 4,200, di meja lompat masih jauh dari level dunia.

Pesenam artistik putri Indonesia Alarice Mallica Prakoso tampil di nomor senam lantai pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (21/10/2025).  Dua pesenam putri artistik Indonesia, Alarice Mallica Prakoso dan Salsabilla Hadi Pamungkas, gagal masuk ke babak final Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
21-10-2025

Alarice menyadari, petualangannya masih jauh saat berkaca dengan pesenam elite lain di Indonesia Arena. ”Ini pertama kali aku melihat atlet elite secara langsung, pasti aku kagum. Saya sangat kagum. Soal meningkatkan diri, aku selalu mau berkembang. Tidak perlu melihat atlet lain karena target aku dari kecil adalah lolos Olimpiade,” pungkasnya.

Di sisi lain, hanya dua dari tiga pesenam putri Indonesia yang tampil di kualifikasi. Salah satu dari mereka, Larasati Rengganis, tidak bisa turun karena mengalami cedera di tangan. Demi keselamatannya, Larasati terpaksa batal menjalani debut. Adapun Larasati tetap mendukung tim dan membantu bawa peralatan walaupun tidak bisa beraksi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa, Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul