Transjabodetabek Sudah Sampai Mana?

Lima rute baru Transjabodetabek sudah disetujui oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.

12 Apr 2025 15:08 WIB · Metro

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany

JAKARTA, KOMPAS — Progres rute baru Transjabodetabek disebut semakin baik. Lima rute sudah disetujui oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, tetapi belum dipastikan kapan peluncurannya.

Penambahan rute baru ini merupakan janji Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno, yang masuk dalam 40 program hasil terbaik cepat (quick wins) 100 hari pertama. Tujuannya untuk menambah pilihan moda transportasi, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam suratnya pada Maret lalu telah menyetujui penambahan lima dari enam rute yang diminta, yaitu PIK 2-Pluit, PIK 2-Jembatan Baru, Kota Wisata-Cawang via Jatiasih, Alam Sutera-Blok M, Binong-Grogol.

Sementara untuk rute Jatijajar-Kampung Rambutan belum disetujui karena telah dilayani oleh operator eksisting. Transjakarta sebagai operator Transjabodetabek diminta berkolaborasi atau merangkul operator eksisting yang berimpitan dan bersinggungan agar tidak mati.

”Progresnya (Transjabodetabek) semakin baik. Kami akan melakukan survei uji coba bersama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta,” kata Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta Daud Joseph pada Sabtu (12/4/2025).

Apakah survei ini untuk persiapan menjelang peluncuran lima rute baru tersebut. Apalagi beredar kabar bahwa peluncurannya bertepatan dengan Hari Angkutan Nasional pada 24 April nanti. Daud belum memastikannya. ”Jika hasil surveinya baik,” ujar Daud.

Sebagaimana diketahui, Transjabodetabek sudah punya 10 rute. S21 Ciputat ke CSW, S22 Ciputat ke Kampung Rambutan, T11 Poris Plawad ke Petamburan, T12 Poris Plawad ke Juanda, dan SH1 Kalideres ke Bandara Soekarno-Hatta.

Rute lainnya, B11 Sumarecon Bekasi ke Cawang, B21 Bekasi Timur ke Cawang, D11 Depok ke Cawang Sentral via Cibubur, D21 Universitas Indonesia ke Lebak Bulus, dan S11 BSD ke Jelambar.

Menurut Sekretaris Dewan Transportasi Kota Jakarta Adrianus Satrio Adi Nugroho, perluasan layanan Transjabodetabek merupakan program yang bagus. Namun, membutuhkan dukungan kuat dari Pemprov Banten dan Pemprov Jawa Barat.

”Pemprov Banten dan DKI Jakarta sudah bertemu. Diharapkan Jawa Barat akan menyusul sehingga terjalin kesepakatan, misalnya, tidak ada pungli di lapangan atau dibuat park and ride di daerah awal,” kata Adrianus secara terpisah.

Suasana sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus di Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2024). Trotoar ini menghubungkan penumpang ke stasiun dan halte Transjakarta, serta angkot tujuan Parung atau Pamulang.

Kerja sama transportasi

Gubernur Banten Andra Soni bersama Pemkot Tangerang, Pemkot Tangerang Selatan, dan Pemkab Bekasi bertandang ke Balai Kota Jakarta pada Rabu (9/4). Kemudian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berkunjung ke Kantor Pemerintahan Provinsi Banten di Kota Serang pada Jumat (11/4).

”Jadi, kami sedang menyiapkan suatu draf (transportasi) Jabodetabek. Kalau dulu Transjakarta sudah melayani hingga mencapai kota penyangga Jakarta, sekarang kami akan memperpanjang menjadi Transjabodetabek. Oleh karena itu, pasti akan melintas wilayah Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang,” kata Rano dalam keterangannya.

Draf tersebut berisi hal teknis, seperti skema alur integrasi transportasi Transjabodetabek. Termasuk juga perpanjangan rute MRT Jakarta sampai ke Banten.

Sebelumnya dalam pertemuan di Balai Kota Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, mikrotrans yang kerap disebut Jaklingko juga akan diperluas ke aglomerasi. Mikrotrans ini menjadi pendukung dari transportasi secara keseluruhan.

Pemerintah juga akan menambah park and ride di akses masuk ke Jakarta dan menyiapkan jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP). ERP menjadi kebijakan jangka panjang dengan tujuan menyubsidi angkutan umum gratis bagi 15 golongan di Jabodetabek.

”Jadi, orang masuk ke Jakarta gratis 15 golongan, tetapi ini sedang kami matangkan. Nanti pada saatnya akan didiskusikan dengan Pemprov Banten, Pemprov Jawa Barat, dan juga pemerintah pusat,” kata Pramono.

ERP mengatur penggunaan jalan pada kawasan tertentu agar tidak melampaui kapasitasnya. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, pada September 2024, menyebutkan, ERP masuk dalam blueprint (cetak biru) transportasi Jakarta.

Sistem ini kemungkinan tidak diterapkan untuk sekian titik, tetapi pada zona-zona yang transportasinya sudah cukup lengkap. Zona yang transportasi publiknya sudah lengkap, antara lain kawasan Sudirman-Thamrin dan akan menyusul Lebak Bulus ke Ancol. Pada kawasan pertama sudah tersedia Transjakarta, MRT Jakarta, KRL, dan LRT Jabodebek, serta semuanya sudah terintegrasi.

Sementara untuk Lebak Bulus-Ancol masih menunggu rampungnya MRT Fase 2 Bundaran HI-Ancol. Proyeknya terdiri dari Fase 2A Bundaran HI-Kota dan Fase 2B Kota-Ancol.

Di sisi lain ERP diusulkan menjadi peraturan daerah. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengendalian Lalu Lintas secara Elektronik diusulkan pada 9 Mei 2022 dan tahapannya sudah sampai dalam program pembentukan peraturan daerah dan masih dalam pembahasan.

Sementara itu, setelah Transjakarta, Pemprov DKI Jakarta berencana memperluas layanan gratis bagi 15 golongan ke MRT Jakarta dan LRT Jakarta. Akan tetapi, kebijakan tersebut masih menunggu harmonisasi peraturan di tingkat pemerintah daerah dan Kementerian Dalam Negeri.

Integrasi data untuk menentukan calon penerima juga dibahas agar lebih tepat sasaran dan menghindari tumpang tindih penerimaan subsidi. MRT Jakarta dan LRT Jakarta sendiri telah melakukan simulasi terkait dampak pemberlakuan tarif gratis bagi 15 golongan.

Hasil studi menunjukkan bahwa 29,2 persen pengguna MRT dan 32 persen pengguna LRT termasuk ke dalam golongan ini. Angka tersebut menjadi pertimbangan dalam mempersiapkan mekanisme teknis dan dana subsidi agar berjalan efektif.

Selain itu, layanan MRT Jakarta akan diperluas hingga Balaraja di Kabupaten Tangerang. Dengan begitu masalah kemacetan di Jakarta dan daerah penyangga dapat berkurang.

MRT Jakarta juga diupayakan tidak hanya berhenti di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Akan tetapi, bisa diperpanjang sampai ke Balaraja via Kota Tangerang Selatan. ”Kalau itu bisa terjadi maka akan sangat mengurangi kemacetan,” kata Pramono.

Sejauh ini MRT Timur-Barat sudah memasuki peletakan batu pertama pembangunan Fase 1 Tahap 1 di Proyek Stasiun MRT MH Thamrin, Jakarta pada September 2024 yang lalu.

Fase awal ini meliputi jalur yang membentang sepanjang 24,5 kilometer dari Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, menuju Tomang, Jakarta. Adapun secara keseluruhan MRT Timur-Barat sepanjang 84,1 kilometer akan membentang dari Cikarang, Kabupaten Bekasi, hingga Balaraja.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase