Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini?
- Bagaimana kecelakaan maut di Tol Pandaan-Malang terjadi?
- Bagaimana gambaran situasi di tempat terjadinya perkara?
- Siapa sajakah penumpang bus dan korban kecelakaan?
- Fakta apa yang terungkap dalam olah tempat kejadian perkara kecelakaan di Tol Pandaan?
- Kecelakaan maut serupa sebelumnya terjadi di Tol Cipularang, seperti apa kejadiannya?
- Di mana saja rentetan kejadian truk bermasalah picu kecelakaan maut?
- Mengapa kecelakaan maut yang disebabkan oleh truk bermasalah terus terjadi?
Bagaimana kecelakaan maut di Tol Pandaan-Malang terjadi?
Bus pariwisata yang mengangkut rombongan pelajar SMP IT Darul Qur’an Mulia Putri Bogor, Jawa Barat, menabrak truk pengangkut pakan ternak di Kilometer 77 jalan Tol Pandaan-Malang di Malang, Jawa Timur, Senin (23/12/2024) sore. Empat orang dilaporkan tewas akibat kecelakaan ini.
Kepala Kepolisian Resor Malang Ajun Komisaris Besar Putu Kholis Aryana mengatakan, kecelakaan terjadi di jalur menanjak dan menikung dari arah Surabaya menuju Malang. Kecelakaan bermula dari truk pengangkut pakan ternak yang berhenti di bahu jalan karena tak kuat menanjak di jalur tersebut.
Akan tetapi, truk diduga tidak diparkir dengan cukup baik dan pengemudi kehilangan kendali. Akibatnya, truk bernomor polisi S 9126 UU meluncur mundur ke tengah lajur sehingga mengagetkan pengemudi kendaraan lain di belakangnya.
Bagaimana gambaran situasi di tempat terjadinya perkara?
Di tempat terjadinya perkara, bagian depan bus pariwisata Tirto Agung bernomor polisi S 7607 UW ringsek. Sementara truk pengangkut bahan pakan ternak bernomor polisi S 9126 UU juga rusak parah. Berikut gambaran kengerian kecelakaan tersebut seperti terekam dalam serangkaian foto-foto di lokasi tabrakan di Tol Pandaan-Malang.
Siapa sajakah penumpang bus dan korban kecelakaan?
Bus mengangkut rombongan siswa SMP IT Darul Qur’an Mulia Putri Bogor berjumlah 40 siswa dan sejumlah pendamping. Dengan sopir dan asisten sopir, total penumpang bus sebanyak 47 orang.
Pada bagian belakang bus tersebut tertempel informasi perjalanan bus. Informasi itu menyebutkan mereka rombongan siswa SMP Islam Terpadu Darul Qur’an Mulia Putri Bogor di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Mereka sedang dalam perjalanan melaksanakan rangkaian kemah intensif bahasa Inggris sejak 19 Desember 2024-3 Januari 2025. Mereka terdiri dari siswa kelas VII dan VIII dengan beberapa pendamping.
Fakta apa yang terungkap dalam olah tempat kejadian perkara kecelakaan di Tol Pandaan?
Sejumlah fakta baru terkait kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata dan truk dengan muatan pakan ternak di Jalan Tol Pandaan-Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (23/12/2024) sore, mulai terungkap. Dari hasil pemeriksaan, truk yang terlibat kecelakaan itu mengalami panas berlebih pada mesin.
Hal itu terungkap dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dipimpin Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Komarudin, Selasa (24/12/2024), di lokasi kejadian. Dalam olah TKP itu diketahui, truk tersebut berhenti di titik tanjakan Kilometer 78+50.
”Hari ini kami menemukan, titik tanjakan jalur Tol Pandaan-Malang pertama kali pada Km 77+100. Kedua, awal penurunan (dari Malang ke Surabaya) ada di Km 79. Posisi truk berhenti berada di Km 78+50, persis berseberangan dengan jalur darurat tol di jalur B (jalur Malang ke Surabaya). Jalur ini untuk mengantisipasi kendaraan remnya blong. Artinya, truk berhenti pada posisi kemiringan,” kata Komarudin.
Kecelakaan maut serupa sebelumnya terjadi di Tol Cipularang, seperti apa kejadiannya?
Polisi menetapkan sopir truk berinisial R sebagai tersangka dalam kecelakaan di Tol Cipularang Km 92 di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (11/11/2024). R dinilai lalai berkendara sehingga memicu tabrakan beruntun dengan 16 kendaraan dan mengakibatkan 1 korban tewas serta 29 luka-luka.
”Penetapan R sebagai tersangka seusai menjalani pemeriksaan pada Kamis malam. Saat ini, dia ditahan di Markas Polres Purwakarta,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Jules Abast, di Bandung, Sabtu (16/11/2024).
Jules memaparkan, penyidik menemukan sopir R mengemudikan truknya dengan kecepatan tinggi saat melewati jalan menurun di Km 92 Tol Cipularang. Padahal, kondisi jalan licin karena sedang terjadi hujan.
Menurut Jules, R dalam mengemudikan truk dengan nomor polisi B 9440 JIN tidak mengatur jarak pengereman dengan kendaraan lainnya. Ia pun memacu kendaraannya di lajur kanan jalan.
Di mana saja rentetan kejadian truk bermasalah picu kecelakaan maut?
Selain di Tol Pandaan dan Tol Cipularang, truk dengan sopir ugal-ugalan, membawa beban melebihi kapasitas, sampai melaju dengan kondisi armada tidak prima terjadi di banyak lokasi di Indonesia. Sebagian besar kecelakaan itu juga memakan korban jiwa, korban luka-luka, dan kerugian materiil.
Mengapa kecelakaan maut yang disebabkan oleh truk bermasalah terus terjadi?
Rangkaian kecelakaan yang melibatkan truk akibat rendahnya kompetensi para pengemudi terus terjadi. Seolah tidak belajar dari berbagai insiden sebelumnya, kejadian-kejadian ini mencerminkan lemahnya tata kelola serta kurangnya upaya perbaikan yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah.
Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan, mobil barang dan bus menempati urutan kedua sebagai kendaraan terbanyak yang terlibat kecelakaan, setelah sepeda motor, dalam tiga tahun terakhir. Persentasenya mencapai 8-12 persen dari total kendaraan terlibat kecelakaan.
Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub Amirulloh mengatakan, truk besar berperan penting dalam logistik guna mengangkut barang secara efisien. Namun, ukuran yang besar dapat menjadi bumerang dalam operasionalnya.
Prinsip-prinsip keilmuan sains mesti dipahami dan diterapkan. Pada jalanan menurun, misalnya, gaya gravitasi bumi yang banyak berperan sehingga perlu menggunakan gigi rendah (engine brake), kemudian gunakan rem bantuan (exhaust brake).
Selain kompetensi pengemudi truk yang rendah, liberalisasi angkutan barang seluruhnya diserahkan pada mekanisme pasar. Namun, hal itu tak diikuti dengan standar keselamatan dan aspek-aspek lainnya demi efisiensi biaya.
Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini?
- Bagaimana kecelakaan maut di Tol Pandaan-Malang terjadi?
- Bagaimana gambaran situasi di tempat terjadinya perkara?
- Siapa sajakah penumpang bus dan korban kecelakaan?
- Fakta apa yang terungkap dalam olah tempat kejadian perkara kecelakaan di Tol Pandaan?
- Kecelakaan maut serupa sebelumnya terjadi di Tol Cipularang, seperti apa kejadiannya?
- Di mana saja rentetan kejadian truk bermasalah picu kecelakaan maut?
- Mengapa kecelakaan maut yang disebabkan oleh truk bermasalah terus terjadi?
Bagaimana kecelakaan maut di Tol Pandaan-Malang terjadi?
Bus pariwisata yang mengangkut rombongan pelajar SMP IT Darul Qur’an Mulia Putri Bogor, Jawa Barat, menabrak truk pengangkut pakan ternak di Kilometer 77 jalan Tol Pandaan-Malang di Malang, Jawa Timur, Senin (23/12/2024) sore. Empat orang dilaporkan tewas akibat kecelakaan ini.
Kepala Kepolisian Resor Malang Ajun Komisaris Besar Putu Kholis Aryana mengatakan, kecelakaan terjadi di jalur menanjak dan menikung dari arah Surabaya menuju Malang. Kecelakaan bermula dari truk pengangkut pakan ternak yang berhenti di bahu jalan karena tak kuat menanjak di jalur tersebut.
Akan tetapi, truk diduga tidak diparkir dengan cukup baik dan pengemudi kehilangan kendali. Akibatnya, truk bernomor polisi S 9126 UU meluncur mundur ke tengah lajur sehingga mengagetkan pengemudi kendaraan lain di belakangnya.
Bagaimana gambaran situasi di tempat terjadinya perkara?
Di tempat terjadinya perkara, bagian depan bus pariwisata Tirto Agung bernomor polisi S 7607 UW ringsek. Sementara truk pengangkut bahan pakan ternak bernomor polisi S 9126 UU juga rusak parah. Berikut gambaran kengerian kecelakaan tersebut seperti terekam dalam serangkaian foto-foto di lokasi tabrakan di Tol Pandaan-Malang.
Siapa sajakah penumpang bus dan korban kecelakaan?
Bus mengangkut rombongan siswa SMP IT Darul Qur’an Mulia Putri Bogor berjumlah 40 siswa dan sejumlah pendamping. Dengan sopir dan asisten sopir, total penumpang bus sebanyak 47 orang.
Pada bagian belakang bus tersebut tertempel informasi perjalanan bus. Informasi itu menyebutkan mereka rombongan siswa SMP Islam Terpadu Darul Qur’an Mulia Putri Bogor di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Mereka sedang dalam perjalanan melaksanakan rangkaian kemah intensif bahasa Inggris sejak 19 Desember 2024-3 Januari 2025. Mereka terdiri dari siswa kelas VII dan VIII dengan beberapa pendamping.
Fakta apa yang terungkap dalam olah tempat kejadian perkara kecelakaan di Tol Pandaan?
Sejumlah fakta baru terkait kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata dan truk dengan muatan pakan ternak di Jalan Tol Pandaan-Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (23/12/2024) sore, mulai terungkap. Dari hasil pemeriksaan, truk yang terlibat kecelakaan itu mengalami panas berlebih pada mesin.
Hal itu terungkap dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dipimpin Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Komarudin, Selasa (24/12/2024), di lokasi kejadian. Dalam olah TKP itu diketahui, truk tersebut berhenti di titik tanjakan Kilometer 78+50.
”Hari ini kami menemukan, titik tanjakan jalur Tol Pandaan-Malang pertama kali pada Km 77+100. Kedua, awal penurunan (dari Malang ke Surabaya) ada di Km 79. Posisi truk berhenti berada di Km 78+50, persis berseberangan dengan jalur darurat tol di jalur B (jalur Malang ke Surabaya). Jalur ini untuk mengantisipasi kendaraan remnya blong. Artinya, truk berhenti pada posisi kemiringan,” kata Komarudin.
Kecelakaan maut serupa sebelumnya terjadi di Tol Cipularang, seperti apa kejadiannya?
Polisi menetapkan sopir truk berinisial R sebagai tersangka dalam kecelakaan di Tol Cipularang Km 92 di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (11/11/2024). R dinilai lalai berkendara sehingga memicu tabrakan beruntun dengan 16 kendaraan dan mengakibatkan 1 korban tewas serta 29 luka-luka.
”Penetapan R sebagai tersangka seusai menjalani pemeriksaan pada Kamis malam. Saat ini, dia ditahan di Markas Polres Purwakarta,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Jules Abast, di Bandung, Sabtu (16/11/2024).
Jules memaparkan, penyidik menemukan sopir R mengemudikan truknya dengan kecepatan tinggi saat melewati jalan menurun di Km 92 Tol Cipularang. Padahal, kondisi jalan licin karena sedang terjadi hujan.
Menurut Jules, R dalam mengemudikan truk dengan nomor polisi B 9440 JIN tidak mengatur jarak pengereman dengan kendaraan lainnya. Ia pun memacu kendaraannya di lajur kanan jalan.
Di mana saja rentetan kejadian truk bermasalah picu kecelakaan maut?
Selain di Tol Pandaan dan Tol Cipularang, truk dengan sopir ugal-ugalan, membawa beban melebihi kapasitas, sampai melaju dengan kondisi armada tidak prima terjadi di banyak lokasi di Indonesia. Sebagian besar kecelakaan itu juga memakan korban jiwa, korban luka-luka, dan kerugian materiil.
Mengapa kecelakaan maut yang disebabkan oleh truk bermasalah terus terjadi?
Rangkaian kecelakaan yang melibatkan truk akibat rendahnya kompetensi para pengemudi terus terjadi. Seolah tidak belajar dari berbagai insiden sebelumnya, kejadian-kejadian ini mencerminkan lemahnya tata kelola serta kurangnya upaya perbaikan yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah.
Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan, mobil barang dan bus menempati urutan kedua sebagai kendaraan terbanyak yang terlibat kecelakaan, setelah sepeda motor, dalam tiga tahun terakhir. Persentasenya mencapai 8-12 persen dari total kendaraan terlibat kecelakaan.
Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub Amirulloh mengatakan, truk besar berperan penting dalam logistik guna mengangkut barang secara efisien. Namun, ukuran yang besar dapat menjadi bumerang dalam operasionalnya.
Prinsip-prinsip keilmuan sains mesti dipahami dan diterapkan. Pada jalanan menurun, misalnya, gaya gravitasi bumi yang banyak berperan sehingga perlu menggunakan gigi rendah (engine brake), kemudian gunakan rem bantuan (exhaust brake).
Selain kompetensi pengemudi truk yang rendah, liberalisasi angkutan barang seluruhnya diserahkan pada mekanisme pasar. Namun, hal itu tak diikuti dengan standar keselamatan dan aspek-aspek lainnya demi efisiensi biaya.