Surat berisi penetapan tarif. Tarif untuk sejumlah negara turun dibanding tarif pada 2 April. Untuk sejumlah negara masih terbuka peluang berunding.
08 Jul 2025 09:21 WIB · Internasional
WASHINGTON, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim ”surat cinta” berisi besaran tarif impor kepada negara-negara mitra dagang. Ada negara yang tarifnya diturunkan, tetap, dan dinaikkan. Malaysia dan Jepang apes tarifnya justru bertambah.
Surat-surat itu dikirim oleh Gedung Putih, Washington DC, pada Senin (7/7/2025) waktu setempat atau Selasa (8/7/2025) dini hari waktu Indonesia.
Jepang dan Korea Selatan adalah dua negara pertama yang dikirimi surat. Isinya mengabarkan, bukannya dikurangi, tarif atas mereka kini adalah 25 persen. Ini jumlah yang sama bagi Korsel dengan pengumuman tarif awal, yakni 2 April 2025.
Sebaliknya, Jepang pada 2 April lalu dijatuhi tarif 24 persen. Kini, Jepang diberi kenaikan 1 persen menjadi 25 persen. Malaysia mengalami hal serupa dengan Jepang, dari 24 persen ke 25 persen.
Trump mengunggah foto surat-surat itu di akun Truth Social miliknya. Surat berkop Gedung Putih itu dialamatkan kepada Presiden Korsel Lee Jae-myung. Surat itu menyebut dirinya sebagai dokumen yang melambangkan kekuatan serta kedekatan hubungan Washington-Seoul.
Namun, amat disayangkan AS mengalami defisit di dalam neraca perdagangan dengan Korsel. Defisit itu gara-gara berbagai aturan tarif dan non-tarif yang diterapkan oleh Korsel. AS menghitung, guna menyeimbangkan neraca, Korsel dikenakan tarif balasan 25 persen.
”Kami dengan senang hati menghapus semua tarif jika Korsel berinvestasi dan membuka pabrik di AS. Korsel akan menjadi bagian dari kehebatan perekonomian nomor satu di dunia,” demikian bunyi surat itu.
Surat itu memperingatkan Lee bahwa apabila Korsel melawan dengan cara membalas tarif AS, tentu akan dibalas lagi. Balasan tarif itu akan ditambahkan di atas yang 25 persen.
Negara-negara mitra dagang AS kini sudah dikenai tarif dasar 10 persen. Mengambil contoh Korsel dan Jepang, artinya per 1 Agustus 2025, mereka harus membayar tarif secara keseluruhan sebesar 35 persen.
Bagi Korsel dan Jepang, penetapan tarif terbaru itu di luar tarif khusus untuk mobil, baja, dan aluminium. Trump menjatuhkan tarif 25 persen pula atas tiap-tiap komoditas tersebut. Menurut dia, tarif mobil, baja, dan aluminium itu berbeda dari tarif impor balasan secara umum. Tarif-tarif ini dibayar oleh perusahaan-perusahaan AS yang membeli komoditas dari negara lain.
”Kami sudah menerima suratnya dan akan menggenjot perundingan selama kurun waktu tersisa,” kata Kementerian Perindustrian Korsel.
Dua jam kemudian, Trump mengumumkan mengirim surat-surat kepada para pemimpin Malaysia, Kazakhstan, Serbia, dan Afrika Selatan. Total pada Senin ada 14 surat yang dikirim oleh Trump.
Besaran tarif balasan ini pertama kali diumumkan oleh Trump pada 2 April 2025 yang ia sebut sebagai Hari Pembebasan. Penetapan penarikan tarif ditangguhkan sampai dengan 9 Juli 2025 guna memberi ruang bagi negara-negara mitra untuk berunding.
Trump pekan lalu mengatakan, sudah cukup perundingannya. Ia memilih mengirim surat ke setiap negara mitra berisi keputusan dia mengenai penetapan tarif final.
Terlepas ada negara yang dinaikkan tarifnya dibandingkan jumlah awal, ada juga negara yang diturunkan. Beberapa negara di Asia Tenggara mengalaminya. Tarif untuk Myanmar turun dari 44 persen ke 40 persen: Kamboja dari 49 persen ke 36 persen; dan Laos dari 48 persen ke 40 persen.
Namun, untuk Indonesia dan Thailand, besaran tarifnya tetap sama dengan per 2 April. Indonesia dengan 32 persen dan Thailand 36 persen.
Negara-negara lain yang tarifnya turun ialah Bosnia-Herzegovina dari 35 persen ke 30 persen; Serbia dari 37 persen ke 35 persen; Bangladesh dari 37 persen ke 35 persen; dan Kazakhstan dari 27 persen ke 25 persen.
”Semua negara yang menerapkan kebijakan BRICS yang anti-AS akan dikenai tarif tambahan 10 persen! Tidak ada pengecualian,” cuit Trump.
Indonesia masuk di dalam BRICS. Organisasi ini beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afsel, Indonesia, Iran, Mesir, Etiopia, dan Uni Emirat Arab.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/07/f9e78571c97a5ea6f74b0123ee5fc8eb-AP25094720505047.jpg)
Bursa saham AS turun dengan kisaran 0,5-1 persen gara-gara pengumuman tarif itu.
Menteri Perdagangan AS Scott Bessent kepada CNBC mengatakan, telepon dan surelnya tidak berhenti menerima pesan. ”Ada banyak tawaran baru untuk perundingan,” tuturnya.
Negara-negara yang belum menerima surat ini menganggap masih ada waktu untuk berunding. Hal itu dikemukakan oleh Juru Bicara Komisi Eropa Olof Gill.
Sementara itu, Wakil Direktur Institut Kebijakan Masyarakat Asia (Asia Society) Wendy Cutler di Washington DC mengimbau agar negara-negara sahabat AS jangan patah semangat. ”Isi surat itu memang mengecewakan, tetapi bukan akhir dari segalanya,” ujarnya.
Vietnam adalah negara yang lumayan berhasil bernegosiasi. Pada 2 April, Trump menjatuhkan tarif balasan 46 persen kepada mereka. Akan tetapi, pekan lalu, Hanoi bisa tawar-menawar dengan Washington sehingga tarif mereka kini 20 persen.
Inggris juga berhasil berunding. Awalnya, mereka dikenakan tarif 25 persen untuk mobil-mobil yang diekspor ke AS. Setelah London berjanji membenahi berbagai aturan perdagangan non-tarif, per Juni lalu Trump mengurani biaya masuk mobil-mobil Inggris menjadi 10 persen. (AP/REUTERS)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto