Trump Klaim Sudah Berunding dengan Rusia, Zelenskyy Meminta Jaminan Keamanan

Trump mengklaim membuat kemajuan dalam perundingan dengan Moskwa dalam perang Ukraina-Rusia. Kremlin tidak membenarkan dan juga tidak membantahnya.

10 Feb 2025 12:17 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

MOSKWA, SENIN – Wakil Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vasily Nebenzya, Minggu (9/2/2025), menyatakan, Rusia menunggu sinyal yang tepat dari Amerika Serikat untuk menjalin hubungan terkait perang di Ukraina. Keterangan itu disampaikan Nebensyza sesaat sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa pihaknya melangkah lebih maju dalam dialog dengan Rusia terkait perang Ukraina.

Saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengatakan, ia yakin, AS sedang membuat kemajuan dalam perundingan untuk menghentikan perang Ukraina-Rusia. Pada kesempatan itu, ia mengindikasikan bahwa ia telah menjalin kontak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jika hal itu benar, pembicaraan Trump dan Putin tersebut merupakan yang pertama kali diakui secara resmi sejak awal 2022. Trump tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang komunikasinya dengan Putin.

Secara terpisah, Nebenzya mengatakan kepada kantor berita Rusia, RIA, Rusia siap berunding dengan AS soal Ukraina dalam posisi setara. “Kami terbuka untuk dialog, tetapi dalam posisi seimbang dan menjaga kepentingan Rusia. Kami menunggu sinyal yang tepat dari Amerika Serikat,” kata Nebenzya.

Israel Syria Lebanon UN Security Council

Trump sudah menjanjikan akan mengakhiri perang di Ukraina, tetapi belum menjelaskan bagaimana langkah yang akan ditempuh. Trump mengungkapkan, dia pekan lalu sudah menghubungi Rusia dan Ukraina untuk menyelesaikan konflik, tanpa memberikan rincian pembicaraan dengan dua negara itu.

Dalam penerbangan dengan pesawat udara kepresidenan Air Force One itu, Trump mengatakan, dia lebih baik tidak menceritakan sudah berapa kali berkomunikasi dengan Presiden Rusia. Dia juga tidak mengungkapkan kapan komunikasi terbarunya dengan Putin.

”Sudah saya lakukan (komunikasi dengan Rusia). Cukup saya katakan, (komunikasi) itu sudah saya lakukan… Dan saya berharap untuk mengadakan pembicaraan lebih banyak lagi. Kami harus mengakhiri perang itu,” kata Trump.

”Bagaimana kami berbicara, saya tak ingin menyampaikan pada kalian tentang pembicaraan itu,” ujar Trump kepada wartawan. ”Saya benar-benar yakin, kami sedang membuat kemajuan. Kami ingin menghentikan perang Ukraina-Rusia.”

Trump

Rusia tak benarkan, tak bantah

Juru Bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan, dia tidak bisa membenarkan atau menyanggah keterangan Trump tersebut.

Dalam keterangan kepada RIA, Nebenzya mengatakan, hubungannya dengan delegasi Amerika Serikat di PBB berjalan baik. Namun, dia menambahkan, delegasi AS di Dewan Keamanan PBB semasa pemerintahan Joe Biden adalah yang terburuk dan melanggar aneka prosedur PBB.  

Nebenzya menyatakan siap bekerja sama dengan delegasi AS di PBB walau seringkali pihak AS mempolitisasi langkah diplomasi yang sedang dilakukan.

Quote

Zelenskyy mengingatkan agar Donald Trump tidak hanya menghentikan perang, tetapi juga harus bertindak agar di masa depan Putin tidak menyerang kembali.

Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, untuk menjalin perdamaian dengan Rusia harus ada jaminan tidak akan ada lagi serangan Rusia terhadap Ukraina.

“Jangan hanya membekukan konflik sementara yang hanya akan menciptakan agresi baru yang selalu terulang. Tidak ada yang menang dalam kondisi tersebut. Itu adalah kekalahan bagi semua orang, bagi kita, dan juga bagi Donald Trump,” kata Zelenskyy kepada stasiun TV Inggris ITV.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kanan) dan Kepala Komite Militer NATO Giuseppe Cavo Dragone (tengah) berkunjung di sebuah pabrik industri pertahanan, yang tak disebutkan lokasinya, di Ukraina, 8 Februari 2025.

Zelenskyy mengingatkan agar Trump tidak hanya menghentikan perang, tetapi dia juga harus bertindak agar di masa depan Putin tidak menyerang kembali. “Ini adalah hal paling utama yang harus dipahami semua pihak. Jika terjadi, itulah kemenangan yang sesungguhnya,” kata Zelenskyy.

Dia mengulangi keterbukaannya untuk berdialog dengan Rusia demi mengakhiri perang dengan syarat bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa dilibatkan dalam perundingan.

“Saya meyakini Amerika Serikat dan Eropa tidak akan meninggalkan dan akan mendukung kami demi jaminan keamanan. Saya siap berunding dalam format seperti itu. Dengan jaminan keamanan, kita akan berbicara mengakhiri fase panas dalam perang. Kita harus memahami bagaimana perang ini akan berakhir dan kita berada di sisi Amerika Serikat dan Eropa,” kata Zelenskyy.

Ia menuding Putin tidak ingin perang berakhir. “Mustahil untuk menjangkau dan berkomunikasi dengan dia dalam kondisi tersebut. Kami butuh jaminan keamanan dan memahami agar siapa pun yang menyerang Ukraina dan merampas tanah kami akan mendapat balasan,” kata Zelenskyy.

Foto yang dirilis Layanan Media Istana Kepresidenan Ukraina memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjabat tangan dengan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump usai bertemu di New York, Jumat (27/9/2024). This handout photograph released by the Ukrainian presidential press service on September 27, 2024 shows Ukrainian President Volodymyr Zelensky (L) and Republican presidential nominee former US President Donald Trump meeting on September 27, 2024 in New York. The meeting coincides with Zelensky's visit to New York for the United Nations General Assembly. (Photo by Handout / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Alasan Ukraina tak gelar pemilu

Dalam wawancara untuk ITV tersebut, Zelenskyy kembali menegaskan mengesampingkan pelaksanaan pemilu di Ukraina sebelum perang berakhir. Pelaksanaan Pemilu akan membuat Zelenskyy mencabut keadaan darurat yang dapat membahayakan Ukraina. Rusia menuntut agar perundingan damai dilakukan dengan pemerintahan baru Ukraina hasil pemilu.

“Kami harus menangguhkan keadaan darurat jika mengadakan pemilu. Itu berarti kita melemahkan militer. Rusia akan diuntungkan dalam kondisi tersebut yang berujung pada kekalahan kami,” kata Zelenskyy.

Pekan lalu, Zelenskyy mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pihaknya bersedia memasok Amerika Serikat logam tanah jarang yang sangat penting bagi industri dan teknologi informasi. Pasokan mineral strategis itu sebagai ganti atas dukungan perlengkapan perang bagi Ukraina.

Para pejabat Ukraina juga menyampaikan gagasan serupa kepada Utusan Khusus Presiden Trump untuk Rusia dan Ukraina, Keith Kellog.

Trump pada Jumat lalu menyatakan rencana bertemu Zelenskyy pekan depan untuk mengakhiri perang. Zelenskyy mengatakan, dia dan AS sedang merancang pembicaraan, tetapi tidak mengonfirmasi rencana pertemuan dengan Trump.

Saat ini posisi Ukraina terdesak di front timur, terutama di wilayah Donetsk yang berbatasan dengan Dnipropetrovsk. Wilayah Dnipropetrovsk adalah bagian tengah Ukraina yang dilintasi Sungai Dnipro, yang membelah Ukraina barat dan timur.

Pada saat sama, Ukraina masih menduduki sebagian wilayah Rusia di Kursk yang diserbu pada Agustus 2024.

Recently recruited servicemen of the 59th brigade of Ukrainian Armed Forces take a break during a tactical training ahead of deployment at an undisclosed location in the Donetsk region, on January 22, 2025, amid the Russian invasion of Ukraine. (Photo by Genya SAVILOV / AFP)

Saat ini pasukan Rusia merebut Toretsk, kota industri dan salah satu hunian etnis Rusia terbesar yang diduduki setelah Avdivka direbut Februari 2024 di Donetsk. Toretsk berada di ketinggian, membuat Rusia memiliki keuntungan strategis terhadap jalur logistik Ukraina. Toretsk sebelum perang adalah pusat industri batubara.

Galyna Poroshyna, mantan warga Toretsk, mengatakan bahwa tidak ada yang tersisa dari kota Toretsk. “Semuanya hancur di sana,” katanya.

(AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari