”Trump Palsu” Sambut Pengunjuk Rasa di Gedung Putih

Reaksi warga setelah Amerika menyerang fasilitas nuklir Iran.

23 Jun 2025 10:31 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Lucu. Seseorang berpakaian dan berdandan mirip Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut ratusan pengunjuk rasa yang mengecam serangan Amerika ke fasilitas nuklir dan militer di Iran, Minggu (22/6/2025).

Laki-laki itu bahkan mengenakan jas warna biru, dasi merah, dan pin bendera Amerika di dada kirinya. Ini persis dengan penampilan Trump dalam jumpa pers sesaat setelah serangan Amerika di Iran dilakukan.

Seseorang berpakaian seperti Presiden Donald Trump menyapa pengunjung di luar Gedung Putih pada 22 Juni 2025 di Washington.

Tepat pada hari kesepuluh pertempuran Israel dan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan ke Iran dengan mengirimkan tujuh pesawat pengebom B-2 Spirit untuk menyerang lokasi yang menjadi fasilitas nuklir Iran di pegunungan Fordo, Isfahan, dan Natanz, Sabtu, 21 Juni 2025, waktu setempat.

Ini hanya berselang tiga hari sejak dia memberi isyarat akan memutuskan keterlibatan perang Israel dan Iran.

Dalam foto yang dirilis, tampak Trump dan  Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyaksikan penyerangan ini dari sebuah ruangan di Gedung Putih di Washington. Tak berapa lama setelah serangan selesai dilakukan, Trump mengadakan jumpa pers didampingi Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Dalam foto yang disediakan oleh Gedung Putih ini, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kanan) duduk di Ruang Situasi, Sabtu, 21 Juni 2025, di Gedung Putih di Washington.
Presiden Donald Trump berbicara dari Ruang Timur Gedung Putih seperti yang terlihat di monitor televisi di Ruang Pengarahan Pers James Brady di Washington, Sabtu, 21 Juni 2025, setelah militer AS menyerang tiga lokasi di Iran.
Pengebom B-2 tiba di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, AS, Minggu, 22 Juni 2025, setelah kembali dari serangan besar-besaran di lokasi nuklir Iran pada Sabtu.
Gambar satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan pandangan dekat teknologi nuklir Isfahan di Iran setelah serangan AS, Senin, 22 Juni 2025.
Presiden Donald Trump berbicara di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Sabtu, 21 Juni 2025, setelah militer AS menyerang tiga lokasi nuklir dan militer Iran.
Presiden Donald Trump meninggalkan area jumpa pers, Sabtu, 21 Juni 2025, setelah militer AS menyerang tiga lokasi nuklir dan militer Iran.

Pelibatan Amerika dalam perang Israel dan Iran ini segera mendapatkan protes dari warganya. Di seluruh AS pada Minggu, warga Amerika menyuarakan kekhawatiran dan kecemasan atas pengeboman tersebut. 

Ratusan orang berkumpul di Times Square, New York, pada Minggu untuk memprotes pengeboman tersebut sambil melambaikan tanda-tanda yang bertuliskan ”Hentikan Perang terhadap Iran” dan ”Trump adalah Penjahat Perang."

Di antara mereka adalah Dana Cote, yang berada di kota tersebut ketika serangan teroris, 11 September 2001, terjadi. Cote khawatir bahwa pengeboman Iran akan ”membuka kotak pandora yang tidak akan dapat kita tutup” dan mendorong para ekstremis kembali menyerang AS.

Seorang wanita mengibarkan bendera Iran saat dia melewati sekelompok demonstran yang memprotes keterlibatan AS dalam konflik Israel/Iran di luar kompleks Gedung Federal Westwood pada 18 Juni 2025 di Los Angeles, California.

Di Rehoboth Beach, Delaware, Andrew Williams, 18 tahun, mengatakan terkejut dengan waktu serangan itu mengingat banyak anggota Partai Republik menyatakan penentangan terhadap keterlibatan AS dalam perang Israel-Iran. Namun, ia menganggap hal itu perlu dilakukan jika Iran sedang membangun senjata nuklir. ”Jika kita dapat menyingkirkannya, itu adalah sesuatu yang harus kita lakukan,” kata Williams.

”Ada kekhawatiran bahwa kita menempatkan pasukan dalam bahaya,” kata Berame, pemilih Demokrat yang bekerja di sektor swasta. ”Dan jelas ada tanggapan balasan terhadap semua pangkalan kita di sana.”

Berame mengatakan sangat membuat frustrasi bahwa AS mungkin meningkatkan permusuhan dengan Iran hanya beberapa tahun setelah akhirnya mengakhiri perang di Afghanistan. ”Saya tidak ingin melihat tentara AS dalam bahaya atau dalam bahaya,” katanya.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

”Kita sudah punya cukup banyak hal yang terjadi di Amerika untuk ikut berperang dengan negara lain. Mari kita urus diri kita sendiri sekarang,” kata Patty Ellman, yang mengkhawatirkan AS akan terseret ke dalam konflik berkepanjangan.

Ellman, perempuan berusia 61 tahun yang menjadi pengasuh mantan suaminya setelah ia menderita stroke, mengatakan, AS harus membalas jika diserang, tetapi tidak boleh ikut campur dalam konflik Iran dengan negara lain.

Gambar satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan pandangan dekat teknologi nuklir Isfahan di Iran setelah serangan AS, Minggu, 22 Juni 2025.

Unjuk rasa  menolak serangan ke Iran juga muncul di banyak kota di Amerika. Ratusan demonstran anti-perang mendatangi Gedung Federal Wilshire di Los Angeles pada Minggu, 22 Juni 2025. Mereka membawa spanduk dan poster berisi kecaman terhadap Trump dan menolak keterlibatan Amerika dalam perang Israel-Iran.

Di New York pengunjuk rasa berkumpul di Times Square untuk menentang serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada 22 Juni 2025 di Kota New York. Mereka berpawai keliling jalan-jalan utama sambil menyerukan penghentian keterlibatan Amerika dalan konflik di Iran. 

Seorang demonstran terlihat di luar Gedung Putih untuk rapat umum menentang serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada 22 Juni 2025 di Washington DC.
Demonstran berkumpul, sementara marinir menjaga Gedung Federal Wilshire selama rapat umum menentang serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada 22 Juni 2025 di Los Angeles, California.
Orang-orang mengambil bagian dalam demonstrasi anti-perang di Boston, Massachusetts, pada 22 Juni 2025, memprotes serangan AS di lokasi nuklir Iran.
Para demonstran berkumpul di Times Square untuk demonstrasi menentang serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada 22 Juni 2025 di Kota New York.
Para demonstran memprotes keterlibatan AS dalam konflik Israel/Iran di kompleks Gedung Federal Westwood pada 18 Juni 2025 di Los Angeles, California.
Para demonstran berkumpul di Times Square untuk demonstrasi menentang serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada 22 Juni 2025 di Kota New York. Amerika Serikat menjatuhkan serangkaian bom pada beberapa fasilitas nuklir yang diduga di Iran, bergabung dengan serangan Israel yang sedang berlangsung dengan negara itu.
Para demonstran berkumpul di luar Gedung Putih untuk rapat umum menentang serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada 22 Juni 2025 di Washington DC.

Ratusan demonstran juga berkumpul di luar Gedung Putih untuk rapat umum menentang serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Mereka mengacungkan poster antiperang dan mengecam tindakan Trump yang melibatkan Amerika dalam perang di Iran. Unjuk rasa juga terjadi di Boston dengan nada dan tuntutan yang sama. 

Poster ”Hentikan Perang” mendominasi setiap unjuk rasa di kota-kota di Amerika tersebut.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari