Selama 100 hari, Trump membikin limbung, baik di dalam maupun luar negeri, terutama gara-gara tarif tinggi. Namun, Trump tetap yakin berada di jalan yang benar.
30 Apr 2025 09:05 WIB · Internasional
WARREN, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan 100 hari pertama masa jabatan keduanya bagaikan sedang kampanye di Michigan, Selasa (29/4/2025) waktu setempat atau Rabu waktu Indonesia. Ia memamerkan prestasinya, terutama pada bidang imigrasi, di negara bagian yang justru sangat terdampak tarif perdagangan yang tinggi dan sikap agresif terhadap Kanada.
”Kampanye” Trump itu dilakukan demi meyakinkan rakyat AS tentang arah kebijakannya dan menunjukkan bahwa dirinya pengelola ekonomi yang baik. Sebelum meninggalkan Washington, Gedung Putih mengumumkan rencana melonggarkan tarif otomotif. Ini untuk ”menarik hati” negara bagian yang menjadi rumah bagi beberapa produsen mobil besar itu.
Padahal, dari jajak pendapat Reuters/Ipsos selama tiga hari yang berakhir Minggu (27/4/2024), 53 persen responden tidak setuju dengan kinerja Trump. Hanya 42 persen yang setuju. Hanya 4 dari 10 orang AS yang setuju dengan cara kerja Trump menangani kepresidenan.
Hanya 46 persen yang menyetujui kebijakan imigrasi Trump, sementara sekitar 50 persen dari warga AS berpendapat ia sudah keterlaluan dalam hal mendeportasi imigran ilegal. Angka dukungan untuk Trump turun dari 47 persen dalam jajak pendapat pada Januari lalu.
Persentase responden yang menyetujui pengelolaan ekonomi Trump hanya 36 persen. Ini level terendah dalam masa jabatannya saat ini ataupun dalam masa jabatannya yang pertama pada 2017-2021.
”Saya memimpin AS dan dunia,” kata Trump saat diwawancarai majalah The Atlantic. Trump juga memberi tahu majalah Time tentang 100 hari pertamanya dan berkomentar, ”Saya pikir apa yang saya lakukan sudah persis seperti yang saya kampanyekan”.
Namun, menurut Presiden dan CEO lembaga nirlaba Partnership for Public Service Max Stier, pada 100 hari pertama, Trump justru banyak kerusakan pada dasar-dasar pemerintahan.
Sebelum ”kampanye” 100 hari di Michigan, Trump memuji investasi pemerintahannya dalam bidang pertahanan dan memuji kebijakan luar negeri pemerintahan pertamanya di Pangkalan Garda Nasional Udara Selfridge.
Ia memuji Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang sudah melakukan pekerjaan hebat. Ia tak menyinggung kasus Hegseth yang membahas informasi rahasia militer di grup pesan Signal. Trump bahkan menjanjikan investasi 1 triliun dollar AS untuk pertahanan. Pangkalan Selfridge akan menerima 21 jet Boeing F-15X.
Michigan menjadi penting bagi Partai Republik pada tahun 2026 karena mereka mencoba mendapatkan kursi Senat di Michigan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade dan mendapatkan kembali kendali atas posisi gubernur.
Masalahnya, tingkat pengangguran Michigan melonjak 1,3 persen pada Maret 2025 hingga sekarang mencapai 5,5 persen. Menurut data, ini termasuk tertinggi di Michigan, bahkan melampaui rata-rata nasional sebesar 4,2 persen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/6c253d9b-e318-46cb-88c0-936d3d1bd3a7_jpg.jpg)
Namun, Trump justru berpidato terus membela tarif tingginya atas mobil dan suku cadang mobil. Michigan adalah salah satu negara bagian medan pertempuran yang diambil alih Trump dari Partai Demokrat. Namun, Michigan pula yang sekarang paling terdampak tarif Trump, khususnya pada mobil dan suku cadang mobil impor baru.
Pabrikan mobil Stellantis menghentikan produksi di pabrik-pabrik di Kanada dan Meksiko setelah Trump mengumumkan tarif 25 persen untuk kendaraan impor. Ini menyebabkan 900 karyawan untuk sementara waktu diberhentikan.
Kelompok-kelompok industri secara terpisah mendesak Gedung Putih membatalkan rencana tarif untuk suku cadang mobil impor karena itu akan menaikkan harga mobil serta memicu PHK dan kebangkrutan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan, Pemerintah AS tetap memungkinkan produsen mobil menciptakan lebih banyak pekerjaan manufaktur dalam negeri. ”Trump peduli dengan pekerjaan masa depan, bukan masa lalu,” kata Bessent.
Carolyn Martz, warga Royal Oak, Michigan, mendukung tarif Trump. Ia menceritakan suaminya bekerja sebagai teknisi mobil dan telah memperhatikan banyak suku cadang berasal dari China dan negara-negara lain. ”Saya ingin melihat lebih banyak barang dibuat di Amerika, oleh orang Amerika, untuk orang Amerika,” ujarnya.
Trump menandatangani perintah eksekutif untuk melonggarkan sebagian dari tarif 25 persen untuk mobil dan suku cadang mobil. Produsen mobil dan analisis independen telah mengindikasikan tarif dapat menaikkan harga, mengurangi penjualan, dan membuat produksi AS kurang kompetitif di seluruh dunia.
Namun, Trump menggambarkan perubahan tersebut sebagai jembatan menuju pembuatan mobil yang memindahkan lebih banyak produksi ke AS. ”Kami hanya ingin membantu mereka selama transisi kecil ini, jangka pendek. Kami tidak mau menghukum mereka,” kata Trump.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/30/0c337a68702d7488fa124417f6cf2749-wires_photo_44.jpg)
Bessent menjelaskan, Trump sudah bertemu dengan para produsen mobil dalam dan luar negeri serta berkomitmen membawa kembali produksi mobil ke AS. Perintah eksekutif Trump mengubah tarif otomotif yang sebelumnya 25 persen sehingga memungkinkan kendaraan yang dirakit di AS dengan suku cadang asing tidak menghadapi pajak impor yang tinggi.
Perintah yang diubah tersebut memberikan potongan harga selama satu tahun sebesar 3,75 persen relatif terhadap harga jual kendaraan yang dirakit di dalam negeri. Untuk tahun kedua, potongan harga sebesar 2,5 persen dari harga jual kendaraan.
CEO General Motors Mary Barra serta Presiden dan CEO Ford Motor Company Jim Farley berjanji akan memproduksi lebih banyak mobil di dalam negeri. Keduanya juga mengingatkan para importir kendaraan untuk menyamai komitmen mereka dalam membangun di AS.
Jika setiap perusahaan yang menjual kendaraan di AS menyamai rasio produksi Ford di AS, misalnya, empat kendaraan dapat dirakit di AS setiap tahun. Namun, analis di firma AutoForecast Solutions, Sam Fiorani, menilai industri otomotif bisa tumbuh subur karena stabilitas. Perubahan tarif Trump tidak cukup untuk memulihkan industri otomotif.
”Apalagi jika industrinya disuruh berubah. Perubahan produksi untuk pembuatan kendaraan butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Biayanya juga tak sedikit. Jangan dianggap enteng,” kata Fiorani.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/8ac1ff90-2da2-435f-be78-2ef4f1a89f6c_jpg.jpg)
Arthur Laffer, yang pernah mendapatkan penghargaan Presidential Medal of Freedom oleh Trump selama masa jabatan pertamanya, mengatakan, tarif tanpa modifikasi apa pun dapat menambah biaya kendaraan sebesar 4.711 dollar AS. Kendaraan baru dijual dengan harga rata-rata 47.462 dollar AS. Tarif membebani rantai pasok otomotif, jaringan kompleks yang membentang di seluruh dunia.
Tidak hanya banyak suku cadang mobil yang melintasi perbatasan Amerika Utara beberapa kali sebelum dirakit menjadi kendaraan jadi. Produsen mobil pun bergantung pada pemasok di seluruh dunia untuk ribuan komponen. Peningkatan tarif akan membebani pembeli mobil baru dan mendorong mereka ke pasar kendaraan bekas. Tarif juga memengaruhi biaya kepemilikan dan perawatan kendaraan. (REUTERS/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari