Trump Sambut Zelenskyy, Isyaratkan Pertemuan Trilateral

Dalam pertemuan di Ruang Oval, Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menegaskan dukungan AS untuk jaminan keamanan yang disiapkan Uni Eropa.

19 Agt 2025 02:29 WIB · Internasional

Oleh Bonifasius Josie Susilo H

WASHINGTON DC, SELASA — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terbuka pada kemungkinan pertemuan trilateral antara Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia. Hal itu diungkapkannya di depan Presiden AS Donald Trump, Senin (18/8/2025) siang waktu Washington DC atau Selasa (19/8/2025) dini hari waktu Jakarta.

”Jika semuanya berjalan lancar hari ini, kami akan mengadakan trilateral,” kata Trump. ”Kami akan bekerja sama dengan Rusia, kami akan bekerja sama dengan Ukraina.”

Menanggapi hal itu, Zelenskyy menyatakan hal yang sama. ”Kami siap untuk trilateral sebagaimana disampaikan Presiden,” kata Zelenskyy di awal pertemuannya dengan Trump. ”Ini sinyal yang baik tentang trilateral. Saya pikir ini sangat bagus.”

Sebagaimana dijadwalkan kedua pemimpin tersebut bertemu pada Senin. Di depan sejumlah wartawan yang diizinkan masuk dalam Ruang Oval, Trump juga mengatakan, AS mendukung jaminan keamanan yang disiapkan Eropa untuk Ukraina. Detail tentang jaminan keamanan itu, menurut dia, akan dibahas pada Senin sore waktu setempat bersama dengan para pemimpin Uni Eropa.

Ukrainian President Volodymyr Zelensky and US President Donald Trump shake hands during a meeting in the Oval Office of the White House in Washington, DC, on August 18, 2025. European leaders join Ukrainian President Volodymyr Zelensky in talks with US President Donald Trump on August 18, as they try to find a way to end Russia's offensive. The leaders heading to Washington on Monday to appear alongside Zelensky call themselves the "coalition of the willing." (Photo by Mandel NGAN / AFP)

Materi yang akan dibahas adalah kemungkinan jaminan keamanan ala NATO. Sebagaimana diberitakan, Zelenskyy menginginkannya sebagai bagian dari kesepakatan. Perlindungan itu dibutuhkan Ukraina agar perdamaian dengan Rusia dapat langgeng.

”Mereka ingin memberikan perlindungan dan mereka sangat yakin akan hal itu. Kami akan membantu mereka,” kata Trump. ”Saya pikir sangat penting untuk menyelesaikan kesepakatan ini.”

Ketika ditanya oleh seorang reporter apakah ini merupakan ”akhir dari jalan” bagi dukungan AS untuk Ukraina jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, Trump mengatakan, ”Itu bukanlah akhir dari jalan.”

Trump bahkan menegaskan, ia ingin menghentikan semua pertumpahan darah. ”Orang-orang terbunuh dan kami ingin menghentikannya. Jadi, saya tidak akan mengatakan ini adalah akhir dari jalan,” kata Trump. Zelenskyy yang duduk di sebelah Trump menambahkan, ada ”peluang besar” untuk mengakhiri perang melalui pertemuan-pertemuan seperti ini.

Ukraine's President Volodymyr Zelenskyy speaks as British Prime Minister Keir Starmer, seated from background left, France's President Emmanuel Macron and President Donald Trump listen during a meeting in the East Room of the White House, Monday, Aug. 18, 2025, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)

”Saya kenal presiden, saya kenal diri saya sendiri, dan saya yakin Vladimir Putin ingin melihatnya berakhir,” kata Trump menambahkan.

Lebih lanjut Trump mengatakan, ia berencana menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pertemuannya dengan Zelenskyy dan para pemimpin Uni Eropa.

Pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa digelar setelah pembicaraan empat mata Trump-Zelenskyy berakhir. Mereka kemudian akan menemui Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Finlandia Alexander Stubb, dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Mereka tiba di Gedung Putih sebelum kehadiran Zelenskyy. Mereka masing-masing disambut oleh Monica Crowley, Kepala Protokol Gedung Putih. Kehadiran mereka merupakan wujud dukungan Eropa pada Ukraina. Mereka ingin melindungi Ukraina dan benua itu dari agresi Moskwa. Kantor berita Associated Press menyebut kehadiran bersama itu sebagai unjuk dukungan diplomatik yang langka.

Members of the media report as President Donald Trump meets with Ukraine's President Volodymyr Zelenskyy, Monday, Aug. 18, 2025, at the White House in Washington. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Dengan datang berkelompok, mereka berharap dapat menghindari bencana seperti pertemuan Zelenskyy di Ruang Oval pada bulan Februari lalu. Pertemuan-pertemuan sekaligus menjadi ujian bagi hubungan AS dengan Uni Eropa.

”Jelas tidak ada solusi mudah ketika berbicara tentang mengakhiri perang dan membangun perdamaian,” kata Meloni kepada wartawan. ”Kita harus mengeksplorasi semua solusi yang memungkinkan untuk menjamin perdamaian, keadilan, dan keamanan bagi negara kita.”

Seorang pejabat Eropa mengatakan, para pemimpin Eropa itu bertujuan menemukan perdamaian yang berkelanjutan.

Sebelum menggelar pertemuan dengan Zelenskyy dan para pemimpin Uni Eropa di Washington DC, Trump pada Jumat lalu menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Putin di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Alaska. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan