Pertemuan Trump-Zelenskyy, Jaminan Keamanan Ukraina, dan Pertaruhan Donbas

Rusia setuju usulan AS menjamin keamanan Ukraina. Namun, ada kemungkinan Ukraina harus menyerahkan wilayah Donbas.

18 Agt 2025 12:12 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

Menjelang kedatangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan setidaknya lima pemimpin Eropa ke Amerika Serikat, publik masih dibayangi pertanyaan, apakah benar perumusan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina memang berakhir dengan kapitulasi atau perjanjian ekstrateritorial? Sejauh ini, Presiden Rusia Vladimir Putin tampak memberi lampu hijau kepada usulan Presiden AS Donald Trump.

Sikap Putin ini justru menimbulkan rasa curiga dunia. Apabila kepala negara Rusia yang selama ini berseberangan dengan AS tiba-tiba meninggalkan pertemuan dengan Trump di Anchorage, Alaska, AS, pada Jumat (15/8/2025) dengan wajah semringah, tentu topik yang dibahas sesuai dengan kemauannya.

Trump tidak memberi tahu lebih banyak soal pembahasan itu. ”Ada kemajuan besar terkait Rusia. Tunggu, ya!” cuitnya di Truth Social, Minggu (17/8/2025) waktu AS atau Senin (18/8/2025) waktu Indonesia.

President Donald Trump greets Russia's President Vladimir Putin Friday, Aug. 15, 2025, at Joint Base Elmendorf-Richardson, Alaska. (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

Utusan Khusus Presiden AS untuk Ukraina Steve Witkoff menuturkan, di dalam pertemuan itu, Putin menyetujui skema keamanan AS untuk Ukraina. Pada dasarnya, dalam skema itu, AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berjanji menjaga keamanan Ukraina. Adanya jaminan berarti Ukraina tidak perlu bergabung dengan aliansi itu.

Namun, pernyataan ini justru membingungkan karena tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai bentuk dari bantuan keamanan AS-NATO untuk Ukraina. Kemudian, juga ada pertanyaan mengenai langkah yang akan diambil AS dan NATO apabila Ukraina tetap diinvasi oleh Rusia.

Bagi para anggota NATO, ada Pasal 5 piagam aliansi. Isinya, apabila ada satu anggota NATO yang diserang, seluruh anggota akan ikut membela. Apabila Ukraina dijamin keamanannya oleh NATO dan secara khusus AS, apakah mereka akan turut bertempur jika Ukraina diserang lagi di masa depan?

”Sabar saja dulu. Rinciannya akan dibahas nanti di dalam pertemuan dengan Zelenskyy dan para pemimpin Eropa,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada NBC.

Pada Senin waktu AS atau Selasa (19/8/2025) WIB, Zelenskyy dijadwalkan tiba di Washington DC untuk bertemu dengan Trump. Ia tidak datang sendirian. Turut bersamanya ialah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, PM Italia Giorgia Meloni, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

”Kami berterima kasih atas jaminan keamanan untuk Ukraina. Jaminan keamanan ini mencakup darat, air, dan udara hendaknya dikembangkan dengan partisipasi Eropa,” kata Zelenskyy di media sosial Telegram.

Kapitulasi Donbas

Hal yang paling dikhawatirkan publik dari pertemuan Putin dan Trump di Anchorage ialah Trump setuju memberi Rusia kapitulasi. Sejak 2014, ada lima wilayah Ukraina yang diduduki oleh Rusia.

Pada 2014, Rusia mencaplok Semenanjung Crimea. Ketika Perang Ukraina meletus per 24 Februari 2022, Rusia menduduki Luhanks, Donetsk, Zaporizhia, dan Kherson. Luhansk dan Donetsk dikenal sebagai wilayah bernama Donbas. Wilayah ini kaya akan sumber daya alam, terutama mineral.

Di Donbas pula sejak dulu Ukraina sudah menghadapi masalah berupa kelompok separatis yang pro-Rusia. Secara kebudayaan, sebagian masyarakat Donbas memang serupa dengan Rusia. Moskwa kerap mengatakan, warga Ukraina dengan kedekatan budaya ke Rusia ini mengalami diskriminasi. Tuduhan itu dibantah oleh Kyiv.

Menurut Deep State, lembaga Ukraina yang memantau perkembangan wilayah perang, sejak 2014, sebanyak 87 persen wilayah Donbas dikuasai oleh kelompok separatis pro-Rusia dan kini ditambah militer Rusia. Mayoritas wilayah yang diduduki Rusia ini ada di Luhansk. Sementara Kyiv mengatakan, 30 persen Donetsk masih mereka kuasai.

Local residents get humanitarian aid next to an exhibition of captured Ukrainian tanks and other weapons in Lisichansk, on the territory which is under the Government of the Luhansk People's Republic control, eastern Ukraine, Tuesday, July 12, 2022. This photo was taken during a trip organized by the Russian Ministry of Defense. (AP Photo)

Sejak 2014, sebanyak 1,5 juta warga Donbas secara bertahap mengungsi. Mayoritas lari ke negara-negara lain di Eropa. Jika Donbas resmi menjadi bagian Rusia, orang-orang itu tidak akan bisa pulang ke kampung halaman. Jajak pendapat Institut Sosiologi Internasional Kyiv mengatakan, 75 persen responden warga Ukraina menolak kapitulasi sebagai penyelesaian konflik.

”Ini akan menjadi tragedi nasional. Warga Donbas, terutama para petambang, adalah bagian penting dari identitas nasional Ukraina,” kata sejarawan Yaroslav Hrytsak kepada BBC.

Dari pihak Rusia, Putin menawarkan, jika pasukan Ukraina angkat kaki dari Donbas, Rusia berhenti menyerang. Oleh Trump, ini dijadikan alasan mendesak Zelenskyy cepat-cepat menerima tawaran tersebut.

”Bagaimanapun, Rusia negara adidaya. Ukraina tidak,” kata Trump kepada Fox News.

Konstantin Remchukov, wartawan politik Rusia, menjelaskan kepada harian New York Times bahwa bagi Putin, Donbas bukan sekadar wilayah rampasan perang. Putin melihat Donbas sebagai akar permasalahan konflik Rusia-Ukraina.

Donbas menjadi simbol pembebasan budaya Rusia dan kesuksesan kampanye militer Putin. Ia ingin dikenang sebagai orang yang mengembalikan bahasa, tradisi, dan cara hidup Rusia ke Donbas setelah selama ini dikekang oleh Ukraina.

Kyiv membantah melakukan diskriminasi terhadap warga Donbas. Ukraina berulang kali mengatakan, negara mereka memiliki masyarakat majemuk dengan beragam budaya. Namun, Remchukov menjelaskan, fakta itu tidak berpengaruh bagi narasi Putin.

”Bahkan, Putin rela menyerahkan wilayah-wilayah lain yang sudah diduduki Rusia untuk ditukar dengan Donbas,” ujarnya. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan